Menggali Potensi Kearifan Lokal sebagai Pilar Utama Pelestarian Lingkungan Berkelanjutan
Minggu, 23 Maret 2025 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
Film ini juga terinspirasi dari pengalaman pribadi Yudha yang melihat langsung dampak perubahan iklim terhadap kehidupan petani di kampung halamannya, Banyuwangi. Dengan pendekatan sinema verite, Yudha ingin menunjukkan bahwa cerita tentang lingkungan adalah cerita kita semua, cerita tentang perubahan yang bisa kita lakukan bersama.
Selain memberikan inspirasi visual, film ini juga menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas, mengajak generasi muda untuk melihat kembali kekayaan pengetahuan lokal yang bisa menjadi solusi bagi tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini.
Kolaborasi untuk Meningkatkan Kesadaran
Selain pemutaran film, acara ini juga menampilkan diskusi dengan pembicara kunci seperti Anton Sri Probiyantono, Senior Programme Manager UNDP (United Nations Development Programme), yang menjelaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pelestarian lingkungan. "Di Indonesia, UNDP bekerja sama dengan berbagai kementerian untuk memperkuat kapasitas negara dalam mengatasi berbagai isu lingkungan, termasuk degradasi lahan dan hilangnya keanekaragaman hayati," ujar Anton.
Menurut Anton, upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. “Masyarakat juga memiliki peran krusial sebagai garda terdepan. Setiap individu, organisasi, dan sektor swasta harus berpartisipasi aktif dalam menjaga bumi,” tambahnya.
Yanidar Witjaksono, Direktur Eksekutif Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL), juga menegaskan bahwa kearifan lokal memiliki fungsi positif yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. "Kearifan lokal bukan hanya sebagai penjaga budaya, tetapi juga sebagai pedoman untuk hidup secara berkelanjutan, mencintai dan menjaga alam," ujarnya.
Aksi Nyata untuk Lingkungan yang Lestari
Sebagai bagian dari Global Environment Facility (GEF), sebuah mekanisme pendanaan yang bekerja sama dengan lebih dari 200 negara dan PBB, GEF SGP berperan besar dalam mendanai berbagai inisiatif pelestarian lingkungan. Salah satunya adalah melalui organisasi seperti YBUL, yang secara aktif mendorong gerakan pelestarian lingkungan di Indonesia.
Selain memberikan inspirasi visual, film ini juga menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas, mengajak generasi muda untuk melihat kembali kekayaan pengetahuan lokal yang bisa menjadi solusi bagi tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini.
Kolaborasi untuk Meningkatkan Kesadaran
Selain pemutaran film, acara ini juga menampilkan diskusi dengan pembicara kunci seperti Anton Sri Probiyantono, Senior Programme Manager UNDP (United Nations Development Programme), yang menjelaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pelestarian lingkungan. "Di Indonesia, UNDP bekerja sama dengan berbagai kementerian untuk memperkuat kapasitas negara dalam mengatasi berbagai isu lingkungan, termasuk degradasi lahan dan hilangnya keanekaragaman hayati," ujar Anton.
Menurut Anton, upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. “Masyarakat juga memiliki peran krusial sebagai garda terdepan. Setiap individu, organisasi, dan sektor swasta harus berpartisipasi aktif dalam menjaga bumi,” tambahnya.
Yanidar Witjaksono, Direktur Eksekutif Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL), juga menegaskan bahwa kearifan lokal memiliki fungsi positif yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. "Kearifan lokal bukan hanya sebagai penjaga budaya, tetapi juga sebagai pedoman untuk hidup secara berkelanjutan, mencintai dan menjaga alam," ujarnya.
Aksi Nyata untuk Lingkungan yang Lestari
Sebagai bagian dari Global Environment Facility (GEF), sebuah mekanisme pendanaan yang bekerja sama dengan lebih dari 200 negara dan PBB, GEF SGP berperan besar dalam mendanai berbagai inisiatif pelestarian lingkungan. Salah satunya adalah melalui organisasi seperti YBUL, yang secara aktif mendorong gerakan pelestarian lingkungan di Indonesia.
Lihat Juga :