Pilih Pakaian Jangan Cuma Nyaman, Pertimbangkan Juga Aspek Keberlanjutan
Senin, 14 April 2025 - 12:40 WIB
loading...
Dalam memilih pakaian untuk berbagai kebutuhan, mempertimbangkan kualitas, jenis dan kenyamanan bahan sangat penting. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Dalam memilih pakaian untuk berbagai kebutuhan, mempertimbangkan kualitas, jenis dan kenyamanan bahan sangat penting.
Bahan yang tepat tidak hanya menentukan kenyamanan dan tampilan, tetapi juga performa dan daya tahan pakaian dalam berbagai aktivitas mulai dari kebutuhan berpakaian santai, pakaian yang sopan atau modest-wear hingga pakaian bekerja.
Namun, selain performa, pemilihan bahan pakaian juga penting memperhatikan aspek keberlanjutan untuk masa depan yang lebih baik.
Pemilihan bahan untuk berbagai kebutuhan berpakaian tidak hanya meningkatkan kenyamanan tetapi juga mendukung praktik yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Dengan tagline 'Nature (alam) Future (masa depan) Us (kita)', Lenzing Group -pemasok serat selulosa- menawarkan solusi melalui inovasi material TENCEL Lyocell LF, TENCEL Lyocell A100 dan TENCEL Lyocell Micro.
Baca Juga: 5 Makanan Indonesia Masuk Daftar Jajanan Kaki Lima Terbaik di Dunia, Siomay Juaranya
Winston A. Mulyadi, Head of Commercial TX Lenzing Group SEA & Oceania menjelaskan, TENCEL Lyocell adalah serat tekstil yang dikenal karena kelembutan, kenyamanan, dan keberlanjutannya.
Serat ini l, lanjut Winston, menawarkan berbagai keunggulan fungsional seperti lembut jika bersentuhan pada kulit sehingga cocok untuk pakaian santai dan modest-wear.
"Selain kelembutannya, kemampuannya dalam mengelola kelembaban juga sangat baik, membantu menjaga kulit tetap kering dan nyaman dalam berbagai kondisi," ujar Winston, Senin (14/4/2025).
Bahkan, pengujian menunjukkan bahwa TENCEL Lyocell memiliki daya serap uap yang lebih tinggi dibandingkan katun. Oleh sebab itu, tambah dia, TENCEL Lyocell juga bersifat breathable yang memberikan sensasi sejuk, seperti yang ditunjukkan oleh nilai resistensi termalnya yang rendah.
Tidak hanya kuat dan tahan lama, TENCEL Lyocell dengan fibrilasi rendah memiliki sifat-sifat serat bawaan yang kuat dan nyaman ketika dicampur dengan bahan lainnya.
Baca Juga: Azealia Banks Sebut Indonesia Tempat Sampah Dunia dan Tercemar seperti India
Fleksibilitas TENCEL Lyocell menjadikannya sebagai serat campuran yang baik dengan berbagai jenis serat tekstil lainnya, seperti katun, poliester, dan wol.
"Serat-serat ini adalah mitra campuran yang baik, meningkatkan kualitas serat lain, terutama serat katun, dengan dukungan lembut dan kontrol suhu yang diinginkan dalam pakaian yang membutuhkan sentuhan yang lebih lembut," urainya.
Dengan berbagai keunggulan ini, TENCEL Lyocell menjadi pilihan material yang menarik untuk berbagai aplikasi pakaian yang mengutamakan kenyamanan dan keberlanjutan.
"Dengan demikian, pemilihan bahan yang tepat untuk berbagai kebutuhan berpakaian tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan fungsionalitas, tetapi juga mendukung praktik yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan," tandasnya.
Dia menjelaskan, TENCEL Lyocell berasal dari sumber kayu lestari yang bersertifikasi dan diproduksi dengan proses yang ramah lingkungan melalui sertifikasi OEKO-TEX, FSC, PEFC EU Ecolabel, dan USDA BioPreferred.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Merusak Ginjal, Waspadai sebelum Terlambat
Serat TENCEL Lyocell diproduksi dengan dampak lingkungan yang rendah melalui kontribusi pada pengurangan karbon. Dengan target mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050, TENCEL berkomitmen untuk menerapkan rencana tiga langkah yang sudah berjalan, yaitu mengurangi, melibatkan, dan mengkompensasi.
"Melalui komitmen ini, Lenzing menghasilkan serat TENCEL Lyocell dengan nol karbon yang telah disertifikasi netral karbon oleh pihak ketiga," kata Winston.
Lebih lanjut Winston menjelaskan, ketiga material serat TENCEL Lyocell kini unggul dengan karakter masing-masing dalam beragam kebutuhan berpakaian, yaitu mulai dari TENCEL Lyocell LF yang merupakan update inovasi terbaru.
TENCEL Lyocell LF mampu menghambat pertumbuhan bakteri, memastikan sirkulasi udara yang baik, sehingga terasa sejuk saat digunakan.
"Ini cocok untuk aplikasi kebutuhan modest-wear, ready-to-wear, loungewear atau pakaian tidur, knitwear (pakaian rajut), dan serat kain yang sempurna untuk dipadukan dengan serat alami lainnya seperti katun," urainya.
Sementara itu, serat TENCEL Lyocell A100 merupakan pilihan serat kain sempurna untuk bisa dipadukan dengan serat sintetis serta dirancang khusus untuk menjaga serat pada kain mengikat lebih kuat, menghasilan kain yang kelembutannya lebih tahan lama.
Sedangkan, serat TENCEL Lyocell dengan micro technology akan menghasilkan serat terbaik dengan ukuran mikron yang lebih lembut dan lebih ringan.
"Sehingga dapat diolah menjadi kain rajut dan tenun, menghasilkan kain yang lebih mengkilap dan terasa lebih lembut untuk diaplikasikan menjadi modest-wear, pakaian tidur atau santai," imbuhnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, serat TENCEL berasal dari bahan baku kayu alami yang dipanen dari sumber bersertifikasi dan terkontrol. Proses produksinya ramah lingkungan dengan penggunaan sumber daya yang rendah serta minimalisasi polusi air dan emisi.
"Dengan teknologi identifikasi serat, TENCEL dapat diverifikasi dalam produk akhir dan sepanjang rantai nilai melalui pengujian Lenzing, menjamin transparansi dari asal kayu hingga menjadi serat yang berkelanjutan,” tutup Winston.
Bahan yang tepat tidak hanya menentukan kenyamanan dan tampilan, tetapi juga performa dan daya tahan pakaian dalam berbagai aktivitas mulai dari kebutuhan berpakaian santai, pakaian yang sopan atau modest-wear hingga pakaian bekerja.
Namun, selain performa, pemilihan bahan pakaian juga penting memperhatikan aspek keberlanjutan untuk masa depan yang lebih baik.
Pemilihan bahan untuk berbagai kebutuhan berpakaian tidak hanya meningkatkan kenyamanan tetapi juga mendukung praktik yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Dengan tagline 'Nature (alam) Future (masa depan) Us (kita)', Lenzing Group -pemasok serat selulosa- menawarkan solusi melalui inovasi material TENCEL Lyocell LF, TENCEL Lyocell A100 dan TENCEL Lyocell Micro.
Baca Juga: 5 Makanan Indonesia Masuk Daftar Jajanan Kaki Lima Terbaik di Dunia, Siomay Juaranya
Winston A. Mulyadi, Head of Commercial TX Lenzing Group SEA & Oceania menjelaskan, TENCEL Lyocell adalah serat tekstil yang dikenal karena kelembutan, kenyamanan, dan keberlanjutannya.
Serat ini l, lanjut Winston, menawarkan berbagai keunggulan fungsional seperti lembut jika bersentuhan pada kulit sehingga cocok untuk pakaian santai dan modest-wear.
"Selain kelembutannya, kemampuannya dalam mengelola kelembaban juga sangat baik, membantu menjaga kulit tetap kering dan nyaman dalam berbagai kondisi," ujar Winston, Senin (14/4/2025).
Bahkan, pengujian menunjukkan bahwa TENCEL Lyocell memiliki daya serap uap yang lebih tinggi dibandingkan katun. Oleh sebab itu, tambah dia, TENCEL Lyocell juga bersifat breathable yang memberikan sensasi sejuk, seperti yang ditunjukkan oleh nilai resistensi termalnya yang rendah.
Tidak hanya kuat dan tahan lama, TENCEL Lyocell dengan fibrilasi rendah memiliki sifat-sifat serat bawaan yang kuat dan nyaman ketika dicampur dengan bahan lainnya.
Baca Juga: Azealia Banks Sebut Indonesia Tempat Sampah Dunia dan Tercemar seperti India
Fleksibilitas TENCEL Lyocell menjadikannya sebagai serat campuran yang baik dengan berbagai jenis serat tekstil lainnya, seperti katun, poliester, dan wol.
"Serat-serat ini adalah mitra campuran yang baik, meningkatkan kualitas serat lain, terutama serat katun, dengan dukungan lembut dan kontrol suhu yang diinginkan dalam pakaian yang membutuhkan sentuhan yang lebih lembut," urainya.
Dengan berbagai keunggulan ini, TENCEL Lyocell menjadi pilihan material yang menarik untuk berbagai aplikasi pakaian yang mengutamakan kenyamanan dan keberlanjutan.
"Dengan demikian, pemilihan bahan yang tepat untuk berbagai kebutuhan berpakaian tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan fungsionalitas, tetapi juga mendukung praktik yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan," tandasnya.
Dia menjelaskan, TENCEL Lyocell berasal dari sumber kayu lestari yang bersertifikasi dan diproduksi dengan proses yang ramah lingkungan melalui sertifikasi OEKO-TEX, FSC, PEFC EU Ecolabel, dan USDA BioPreferred.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Merusak Ginjal, Waspadai sebelum Terlambat
Serat TENCEL Lyocell diproduksi dengan dampak lingkungan yang rendah melalui kontribusi pada pengurangan karbon. Dengan target mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050, TENCEL berkomitmen untuk menerapkan rencana tiga langkah yang sudah berjalan, yaitu mengurangi, melibatkan, dan mengkompensasi.
"Melalui komitmen ini, Lenzing menghasilkan serat TENCEL Lyocell dengan nol karbon yang telah disertifikasi netral karbon oleh pihak ketiga," kata Winston.
Lebih lanjut Winston menjelaskan, ketiga material serat TENCEL Lyocell kini unggul dengan karakter masing-masing dalam beragam kebutuhan berpakaian, yaitu mulai dari TENCEL Lyocell LF yang merupakan update inovasi terbaru.
TENCEL Lyocell LF mampu menghambat pertumbuhan bakteri, memastikan sirkulasi udara yang baik, sehingga terasa sejuk saat digunakan.
"Ini cocok untuk aplikasi kebutuhan modest-wear, ready-to-wear, loungewear atau pakaian tidur, knitwear (pakaian rajut), dan serat kain yang sempurna untuk dipadukan dengan serat alami lainnya seperti katun," urainya.
Sementara itu, serat TENCEL Lyocell A100 merupakan pilihan serat kain sempurna untuk bisa dipadukan dengan serat sintetis serta dirancang khusus untuk menjaga serat pada kain mengikat lebih kuat, menghasilan kain yang kelembutannya lebih tahan lama.
Sedangkan, serat TENCEL Lyocell dengan micro technology akan menghasilkan serat terbaik dengan ukuran mikron yang lebih lembut dan lebih ringan.
"Sehingga dapat diolah menjadi kain rajut dan tenun, menghasilkan kain yang lebih mengkilap dan terasa lebih lembut untuk diaplikasikan menjadi modest-wear, pakaian tidur atau santai," imbuhnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, serat TENCEL berasal dari bahan baku kayu alami yang dipanen dari sumber bersertifikasi dan terkontrol. Proses produksinya ramah lingkungan dengan penggunaan sumber daya yang rendah serta minimalisasi polusi air dan emisi.
"Dengan teknologi identifikasi serat, TENCEL dapat diverifikasi dalam produk akhir dan sepanjang rantai nilai melalui pengujian Lenzing, menjamin transparansi dari asal kayu hingga menjadi serat yang berkelanjutan,” tutup Winston.
(dra)
Lihat Juga :