Eksperimen Science, Strategi Efektif Ciptakan Generasi Kreatif di Era Globalisasi
Jum'at, 25 April 2025 - 00:05 WIB
loading...
Problem solving dan critical thinking merupakan skill yang sangat dibutuhkan anak-anak di masa mendatang. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Problem solving dan critical thinking merupakan skill yang sangat dibutuhkan anak-anak di masa mendatang. Pasalnya, skills ini mampu meningkatkan kreativitas, mengembangkan kemandirian dan kepercayaan diri pada anak.
Tidak itu saja, juga meningkatkan kemampuan berpikir logis dan analitis serta mempersiapkan anak untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan dewasa.
Problem solving dan critical thinking juga penting untuk meningkatkan kreativitas dimana kreativitas adalah soft skill utama yang dibutuhkan oleh para calon pemimpin untuk sukses di masa depan. Kreativitas membantu seseorang untuk mampu beradaptasi di tengah perubahan lingkungan yang sangat dinamis, mampu memberikan solusi inovatif untuk penyelesaian problem secara cepat.
“Problem solving adalah kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, menganalisa situasi, membuat dan mengimplementasikan solusi dengan cara yang paling efektif. Critical thinking adalah kemampuan untuk melihat analisa dengan baik, mengevaluasi dan menilai keputusan secara kritis. Biasanya critical thinking penting untuk mempertanyakan kembali solusi yang telah ditetapkan untuk memastikan keputusan tersebut bebas dari bias dan asumsi. Critical thinking bahkan bisa membuka dan mempertimbangkan perspektif yang berbeda sebagai solusi. Hal ini sangat penting dimiliki anak untuk menghadapi masa depan” kata Psikolog anak Saskhya Aulia Prima, Kamis (24/4/2025).
Lebih lanjut Saskhya menjelaskan, Problem solving dan Critical thinking bisa dikembangkan sejak dini. Salah satunya melalui eksperimen sains. Banyak literatur yang menjelaskan bagaimana pendekatan eksperimen dapat meningkatkan ketelitian belajar siswa, kemampuan berpikir logis dan sistematis.
“Eksperimen sains dapat membantu mengembangkan rasa ingin tahu, pemikiran kritis dan kemauan belajar. Selain itu, anak juga dapat belajar urutan, sistematisasi dan aturan. Ini penting bagi anak agar dapat menyampaikan urutan peristiwa, sebab-akibat dan memahami arahan orang tua dengan baik. Eksperimen sains juga memberi kesempatan untuk experiential learning & discovery learning pada anak. Belajar secara langsung/praktek dan menemukan hal-hal baru dalam eksperimen menjadi aktivitas belajar yang menyenangkan bagi anak,” terang Saskhya Aulia.
Tidak itu saja, juga meningkatkan kemampuan berpikir logis dan analitis serta mempersiapkan anak untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan dewasa.
Problem solving dan critical thinking juga penting untuk meningkatkan kreativitas dimana kreativitas adalah soft skill utama yang dibutuhkan oleh para calon pemimpin untuk sukses di masa depan. Kreativitas membantu seseorang untuk mampu beradaptasi di tengah perubahan lingkungan yang sangat dinamis, mampu memberikan solusi inovatif untuk penyelesaian problem secara cepat.
“Problem solving adalah kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, menganalisa situasi, membuat dan mengimplementasikan solusi dengan cara yang paling efektif. Critical thinking adalah kemampuan untuk melihat analisa dengan baik, mengevaluasi dan menilai keputusan secara kritis. Biasanya critical thinking penting untuk mempertanyakan kembali solusi yang telah ditetapkan untuk memastikan keputusan tersebut bebas dari bias dan asumsi. Critical thinking bahkan bisa membuka dan mempertimbangkan perspektif yang berbeda sebagai solusi. Hal ini sangat penting dimiliki anak untuk menghadapi masa depan” kata Psikolog anak Saskhya Aulia Prima, Kamis (24/4/2025).
Lebih lanjut Saskhya menjelaskan, Problem solving dan Critical thinking bisa dikembangkan sejak dini. Salah satunya melalui eksperimen sains. Banyak literatur yang menjelaskan bagaimana pendekatan eksperimen dapat meningkatkan ketelitian belajar siswa, kemampuan berpikir logis dan sistematis.
“Eksperimen sains dapat membantu mengembangkan rasa ingin tahu, pemikiran kritis dan kemauan belajar. Selain itu, anak juga dapat belajar urutan, sistematisasi dan aturan. Ini penting bagi anak agar dapat menyampaikan urutan peristiwa, sebab-akibat dan memahami arahan orang tua dengan baik. Eksperimen sains juga memberi kesempatan untuk experiential learning & discovery learning pada anak. Belajar secara langsung/praktek dan menemukan hal-hal baru dalam eksperimen menjadi aktivitas belajar yang menyenangkan bagi anak,” terang Saskhya Aulia.
Lihat Juga :