Mengenal Diabetes Tipe 5, Jenis Baru yang Kini Diakui Dunia Medis

Selasa, 13 Mei 2025 - 19:00 WIB
loading...
Mengenal Diabetes Tipe...
Diabetes tipe 5 kini resmi diakui sebagai bentuk baru dari penyakit diabetes yang berbeda dari tipe 1 dan tipe 2. Diabetes ini muncul akibat kekurangan gizi. Foto/Fiterfly
A A A
JAKARTA - Diabetes tipe 5 kini resmi diakui sebagai bentuk baru dari penyakit diabetes yang berbeda dari tipe 1 dan tipe 2. Tidak terkait dengan obesitas atau gaya hidup, diabetes ini muncul akibat kekurangan gizi kronis dan paling sering menyerang remaja serta dewasa muda yang kurus di negara-negara berkembang.

Setelah puluhan tahun tidak diakui secara resmi, Federasi Diabetes Internasional (IDF) akhirnya menetapkan kondisi ini sebagai diabetes tipe 5 pada Kongres Diabetes Dunia di Bangkok. Pengakuan ini menjadi tonggak penting dalam dunia medis untuk meningkatkan kesadaran, diagnosis, serta penanganan terhadap penyakit yang selama ini terabaikan namun berdampak serius pada jutaan orang di seluruh dunia.

Jenis diabetes ini dikenal sebagai MODY (Malnutrition-Related Diabetes in the Young). Meredith Hawkins, profesor kedokteran di Albert Einstein College of Medicine, mengatakan bahwa diabetes yang berhubungan dengan kekurangan gizi secara historis sangat kurang terdiagnosis dan kurang dipahami.

“Pengakuan IDF terhadap penyakit ini sebagai diabetes tipe 5 merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesadaran terhadap masalah kesehatan yang sangat menghancurkan bagi banyak orang," kata Hawkins dilansir dari Diabetes.co.uk, Selasa (13/5/2025).

Baca Juga: Waspada, Ini 4 Ciri-ciri Diabetes Akut yang Patut Dikenali

Berbeda dari diabetes tipe 2 yang umumnya dikaitkan dengan obesitas dan gaya hidup, diabetes tipe 5 terjadi akibat kerusakan fungsi sel beta pankreas, yang menghambat produksi insulin secara normal. Hal ini disebabkan oleh malnutrisi berat sejak usia muda.

Kondisi ini juga bersifat turunan, dan diperkirakan memengaruhi sekitar 25 juta orang di seluruh dunia, terutama di kawasan Asia dan Afrika. Sebagian besar penderitanya adalah pria muda dengan indeks massa tubuh (IMT) di bawah 19 kg/m².

Nihal Thomas, profesor endokrinologi di Christian Medical College di India dan anggota Kelompok Kerja Diabetes Tipe 5, menjelaskan kondisi tersebut menyebabkan fungsisel betapankreas tidak normal, yang menyebabkan produksi insulin tidak mencukupi. Ia berkata,

"Karena kurangnya pengakuan formal, kondisi ini kurang diteliti dan salah didiagnosis," jelas Thomas.

Baca Juga: Jalan Kaki 2 Menit setelah Makan Bisa Kurangi Risiko Diabetes dan Penyakit Jantung

Kasus diabetes ini pertama kali tercatat di Jamaika pada tahun 1955, dan sempat dikategorikan oleh WHO sebagai "diabetes akibat malnutrisi" pada dekade 1980-an. Namun, kategori tersebut dihapus pada 1999 karena kurangnya bukti ilmiah yang mendalam.

“Saya pertama kali mendengar tentang kondisi ini pada tahun 2005 dari rekan-rekan dokter di negara berkembang. Mereka menceritakan pasien muda, kurus, dan tidak responsif terhadap insulin,” ujar Hawkins.

Pasien-pasien ini tidak menunjukkan gejala khas diabetes tipe 1 atau tipe 2, dan kerap mendapatkan penanganan yang tidak tepat, seperti terapi insulin berlebihan, yang justru berisiko menurunkan kadar gula darah secara ekstrem.

Hingga saat ini, belum ada protokol pengobatan standar untuk diabetes tipe 5. Banyak pasien tidak bertahan lebih dari satu tahun setelah diagnosis karena lambatnya intervensi medis dan kurangnya pemahaman akan kondisi tersebut.

Baca Juga: Tips Berpuasa bagi Penderita Diabetes, Pastikan Gula Darah Terkontrol

Namun, Hawkins menyarankan pola makan tinggi protein dan rendah karbohidrat, serta penanganan intensif terhadap kekurangan zat gizi mikro sebagai langkah awal yang mungkin membantu.

Kini, dengan mandat resmi dari IDF, para peneliti dan praktisi kesehatan global diharapkan bisa menyusun pendekatan pengobatan yang lebih tepat, sekaligus mendorong studi lanjut untuk menyelamatkan jutaan jiwa yang hidup dalam risiko.

“Diabetes tipe 5 tidak hanya lebih umum daripada tuberkulosis, tapi juga mendekati tingkat prevalensi HIV/AIDS di beberapa wilayah. Pengakuan ini sangat diperlukan agar dunia tidak lagi menutup mata,” pungkas Hawkins.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rahasia Diet Ery Makmur...
Rahasia Diet Ery Makmur Turun 30 Kg dalam 10 Bulan, Ternyata Ini Kuncinya!
World Allergy Week 2026,...
World Allergy Week 2026, Dorong Anak Aktif dan Cerdas Sejak Dini
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Jangan Cuma Istri, Suami...
Jangan Cuma Istri, Suami Juga Harus Periksa Kesuburan saat Program Hamil
Kasus DBD Anak Meningkat...
Kasus DBD Anak Meningkat saat El Nino, Ini Gejala yang Wajib Diwaspadai
Dokter Ungkap Penyebab...
Dokter Ungkap Penyebab Bau Kaki yang Sebenarnya, Ternyata Bukan Karena Keringat
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
mGanik Nutrition Hadirkan...
mGanik Nutrition Hadirkan Camilan Rendah Glikemik untuk Diabetes Tipe 2
Peringatan Hari Menstruasi...
Peringatan Hari Menstruasi Sedunia 2026 di Jakarta Utara: Kolaborasi Lintas Sektor Serukan Dunia yang Ramah Menstruasi
Rekomendasi
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Mengapa Umat Islam Dianjurkan...
Mengapa Umat Islam Dianjurkan Berpuasa di Hari Asyura? Ini Penjelasannya
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Berita Terkini
Menekraf Tegaskan AI...
Menekraf Tegaskan AI Hanya Asisten, Bukan Pengganti Kreator atau Musisi
Menekraf Teuku Riefky...
Menekraf Teuku Riefky Dorong Musisi Lokal Eksis di Panggung Global
Lagu Sedia Aku Sebelum...
Lagu Sedia Aku Sebelum Hujan Viral di Australia, Gita Idgitaf Ungkap Sempat Tertekan
Lisa BLACKPINK Akui...
Lisa BLACKPINK Akui Sering Patah Hati, Rumor Putus dari Frederic Arnault Makin Menguat
Menembus Lima Abad Sejarah...
Menembus Lima Abad Sejarah Jakarta dari Kamar House of Tugu di Kota Tua
Bongkar: Debi Ceper...
Bongkar: Debi Ceper Beberkan Alasan Tetap Bertahan di Dunia Hiburan
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved