Obesitas Pria dan Wanita Ternyata Berbeda, Ini Ciri-cirinya Menurut Dokter
Sabtu, 17 Mei 2025 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Namun, ia menekankan bahwa penumpukan lemak di perut, yang juga bisa terjadi pada wanita, justru lebih berbahaya karena berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit degeneratif. Lemak di rongga perut atau lemak visceral ini diketahui bisa memicu pelepasan hormon-hormon yang memperparah kondisi tubuh.
"Jumlah lemak di rongga perut itu akan menyebabkan suatu risiko lain, menghasilkan hormon-hormon yang dapat menyebabkan munculnya perjalanan ke arah komplikasi. Seperti stroke, hipertensi hingga jantung," ungkapnya.
Lebih lanjut, dr. Em Yunir menjelaskan bahwa salah satu indikator praktis untuk mendeteksi obesitas adalah lingkar pinggang. Pria dikategorikan mengalami obesitas jika lingkar pinggangnya melebihi 90 cm, sementara untuk wanita, batasannya adalah 80 cm.
"Bisa dikatakan obesitas juga dilihat dari lingkar pinggang. Kalau laki-laki bisa dikatakan obesitas dengan lingkar pinggang mencapai 90 cm ke atas. Dan perempuan batasannya 40 cm bila memasuki lebih dr 80 itu sudah obesitas,” jelasnya.
Baca Juga: Tren Makanan Manis Meningkat, Yuk Cegah Obesitas dengan 5 Tips Sederhana Ini
"Jumlah lemak di rongga perut itu akan menyebabkan suatu risiko lain, menghasilkan hormon-hormon yang dapat menyebabkan munculnya perjalanan ke arah komplikasi. Seperti stroke, hipertensi hingga jantung," ungkapnya.
Lebih lanjut, dr. Em Yunir menjelaskan bahwa salah satu indikator praktis untuk mendeteksi obesitas adalah lingkar pinggang. Pria dikategorikan mengalami obesitas jika lingkar pinggangnya melebihi 90 cm, sementara untuk wanita, batasannya adalah 80 cm.
"Bisa dikatakan obesitas juga dilihat dari lingkar pinggang. Kalau laki-laki bisa dikatakan obesitas dengan lingkar pinggang mencapai 90 cm ke atas. Dan perempuan batasannya 40 cm bila memasuki lebih dr 80 itu sudah obesitas,” jelasnya.
Baca Juga: Tren Makanan Manis Meningkat, Yuk Cegah Obesitas dengan 5 Tips Sederhana Ini
Lihat Juga :