Idap Pendarahan Otak, Wanita Ini Tiba-tiba Tak Bisa Lagi Berbicara Bahasa Inggris
Selasa, 20 Mei 2025 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Kasus unik ini tidak hanya menarik perhatian kalangan medis, tetapi juga menuai reaksi heboh di media sosial. Banyak netizen yang meninggalkan komentar jenaka menanggapi kemampuan bahasa yang “hilang dan kembali” tersebut.
“Operasi apa ini? Bisa lancar bahasa Inggris habis dibedah otak? Saya juga mau!” tulis warganet.
"Dokter, saya ingin dijadwalkan operasi di Prancis, biar bisa fasih bahasa Perancis begitu bangun," kata warganet.
Baca Juga: 6 Penyebab Pendarahan Otak seperti yang Dialami Titiek Puspa, Gejalanya Sakit Kepala
Meskipun sebagian besar komentar bernada humor, kasus ini memberikan wawasan menarik bagi dunia neurologi dan linguistik. Fenomena seperti ini, meskipun jarang terjadi, menunjukkan betapa kompleks dan terhubungnya sistem bahasa di dalam otak manusia.
Para ahli menyebut bahwa kejadian ini bisa dikategorikan sebagai gangguan neurologis langka yang memengaruhi kemampuan bahasa kedua atau ketiga yang dipelajari, sementara bahasa ibu tetap utuh. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa bahasa pertama dan bahasa yang dipelajari kemudian memiliki pusat pemrosesan otak yang berbeda.
“Operasi apa ini? Bisa lancar bahasa Inggris habis dibedah otak? Saya juga mau!” tulis warganet.
"Dokter, saya ingin dijadwalkan operasi di Prancis, biar bisa fasih bahasa Perancis begitu bangun," kata warganet.
Baca Juga: 6 Penyebab Pendarahan Otak seperti yang Dialami Titiek Puspa, Gejalanya Sakit Kepala
Meskipun sebagian besar komentar bernada humor, kasus ini memberikan wawasan menarik bagi dunia neurologi dan linguistik. Fenomena seperti ini, meskipun jarang terjadi, menunjukkan betapa kompleks dan terhubungnya sistem bahasa di dalam otak manusia.
Para ahli menyebut bahwa kejadian ini bisa dikategorikan sebagai gangguan neurologis langka yang memengaruhi kemampuan bahasa kedua atau ketiga yang dipelajari, sementara bahasa ibu tetap utuh. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa bahasa pertama dan bahasa yang dipelajari kemudian memiliki pusat pemrosesan otak yang berbeda.
(dra)
Lihat Juga :