14 Gejala Diabetes yang Muncul di Malam Hari, Mimpi Buruk Tanda Gula Darah Rendah
Jum'at, 30 Mei 2025 - 19:00 WIB
loading...
Gejala diabetes tak hanya muncul di siang hari, tetapi juga bisa terasa lebih jelas saat malam. Diabetes adalah kondisi kronis yang memengaruhi kemampuan tubuh. Foto/Silver Companions
A
A
A
JAKARTA - Gejala diabetes tak hanya muncul di siang hari, tetapi juga bisa terasa lebih jelas saat malam. Diabetes adalah kondisi kronis yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah.
Ketidakseimbangan insulin, baik karena jumlahnya yang tidak mencukupi atau karena tubuh tidak mampu menggunakannya dengan efektif menyebabkan kadar glukosa dalam darah bisa terlalu tinggi (hiperglikemia) atau terlalu rendah (hipoglikemia).
Dilansir dari Times of India, Jumat (30/5/2025), meskipun banyak gejala diabetes dapat dirasakan sepanjang hari, beberapa tanda justru sering muncul dan terasa lebih jelas saat malam hari. Bahkan saat Anda sedang tidur.
Baca Juga: Menkes Sebut Pria Ukuran Jeans 33 Cepat Menghadap Allah, Ini Kaitan Lingkar Pinggang dan Diabetes
Saat tidur, tubuh tetap aktif dalam mengatur gula darah. Pada penderita diabetes, proses ini bisa terganggu sehingga menimbulkan gejala yang mengganggu kualitas tidur. Dua kondisi yang sering terjadi adalah hipoglikemia nokturnal (gula darah rendah saat malam) dan hiperglikemia malam hari (gula darah tinggi di malam hari).
Hipoglikemia nokturnal sering dialami oleh penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat yang dapat menurunkan kadar gula. Gejala yang umum dirasakan antara lain:
1. Berkeringat berlebihan saat tidur: Anda bisa terbangun dalam kondisi pakaian dan sprei basah karena keringat.
2. Mimpi buruk atau tidur gelisah: Gula darah rendah dapat menyebabkan mimpi intens atau mengganggu pola tidur.
3. Lelah dan sulit fokus di pagi hari: Bangun tidur terasa tidak segar, bahkan bisa disertai rasa mudah marah.
4. Gemetar atau jantung berdebar: Tubuh mungkin menunjukkan reaksi fisik terhadap penurunan glukosa darah.
5. Lapar atau mual tengah malam: Anda mungkin terbangun dengan rasa lapar yang intens atau perut tidak nyaman.
Baca Juga: Mengenal Diabetes Tipe 5, Jenis Baru yang Kini Diakui Dunia Medis
Sebaliknya, kadar gula darah yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan gangguan tidur. Terutama karena tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan glukosa melalui urine. Gejala yang bisa dirasakan antara lain:
1. Sering buang air kecil (nokturia): Anda bisa terbangun beberapa kali dalam semalam untuk ke kamar mandi.
2. Haus berlebihan dan mulut kering: Rasa haus terus-menerus bisa mengganggu tidur nyenyak.
3. Sakit kepala saat bangun tidur: Merupakan tanda khas dari kadar glukosa yang tinggi di malam hari.
4. Sulit tidur atau sering terbangun: Gula darah tinggi dapat membuat Anda merasa gelisah.
5. Penglihatan kabur: Kadar glukosa tinggi bisa memengaruhi fungsi penglihatan, termasuk di malam hari.
6. Mual dan kelelahan: Kondisi ini bisa dirasakan bahkan sebelum tidur atau saat baru bangun.
Di sisi lain, gula darah tinggi di malam hari bisa disebabkan oleh makan malam yang terlalu larut, dosis insulin yang tidak cukup, atau efek fenomena fajar, yaitu proses alami tubuh yang meningkatkan kadar glukosa saat mendekati pagi hari.
1. Keringat malam berlebih: Akibat stimulasi berlebihan pada kelenjar keringat oleh sistem saraf.
2. Kesemutan di tangan atau kaki: Bisa menandakan kerusakan saraf akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol.
3. Kulit kering dan gatal: Akibat sirkulasi darah yang tidak lancar serta dehidrasi.
Gejala diabetes yang muncul di malam hari dapat mengganggu kualitas tidur dan menurunkan produktivitas di siang hari. Selain itu, jika dibiarkan, hipoglikemia berat saat tidur bisa berisiko fatal, sementara hiperglikemia kronis dapat memperparah komplikasi diabetes dalam jangka panjang.
1. Pantau kadar gula secara rutin: Gunakan alat pengukur glukosa atau CGM (Continuous Glucose Monitor), terutama sebelum tidur dan saat gejala terasa.
2. Perhatikan pola makan malam: Hindari makanan tinggi karbohidrat menjelang tidur dan konsultasikan asupan dengan ahli gizi.
3. Sesuaikan pengobatan: Pastikan Anda mengonsumsi obat atau insulin sesuai anjuran dokter.
4. Siapkan penanganan cepat: Simpan tablet glukosa, permen, atau jus di dekat tempat tidur untuk mengatasi gula darah rendah mendadak.
5. Perbaiki rutinitas tidur: Jadwal tidur yang konsisten dan lingkungan kamar yang nyaman dapat membantu kualitas istirahat lebih baik.
6. Konsultasikan ke dokter: Jika Anda sering mengalami gangguan di malam hari, segera periksa ke dokter untuk penyesuaian pengobatan dan evaluasi pola hidup.
Baca Juga: Waspada, Ini 4 Ciri-ciri Diabetes Akut yang Patut Dikenali
Ketidakseimbangan insulin, baik karena jumlahnya yang tidak mencukupi atau karena tubuh tidak mampu menggunakannya dengan efektif menyebabkan kadar glukosa dalam darah bisa terlalu tinggi (hiperglikemia) atau terlalu rendah (hipoglikemia).
Dilansir dari Times of India, Jumat (30/5/2025), meskipun banyak gejala diabetes dapat dirasakan sepanjang hari, beberapa tanda justru sering muncul dan terasa lebih jelas saat malam hari. Bahkan saat Anda sedang tidur.
14 Gejala Diabetes yang Muncul di Malam Hari
Baca Juga: Menkes Sebut Pria Ukuran Jeans 33 Cepat Menghadap Allah, Ini Kaitan Lingkar Pinggang dan Diabetes
Mengapa Gejala Diabetes Muncul pada Malam Hari?
Saat tidur, tubuh tetap aktif dalam mengatur gula darah. Pada penderita diabetes, proses ini bisa terganggu sehingga menimbulkan gejala yang mengganggu kualitas tidur. Dua kondisi yang sering terjadi adalah hipoglikemia nokturnal (gula darah rendah saat malam) dan hiperglikemia malam hari (gula darah tinggi di malam hari).
Gejala Gula Darah Rendah saat Malam Hari
Hipoglikemia nokturnal sering dialami oleh penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat yang dapat menurunkan kadar gula. Gejala yang umum dirasakan antara lain:
1. Berkeringat berlebihan saat tidur: Anda bisa terbangun dalam kondisi pakaian dan sprei basah karena keringat.
2. Mimpi buruk atau tidur gelisah: Gula darah rendah dapat menyebabkan mimpi intens atau mengganggu pola tidur.
3. Lelah dan sulit fokus di pagi hari: Bangun tidur terasa tidak segar, bahkan bisa disertai rasa mudah marah.
4. Gemetar atau jantung berdebar: Tubuh mungkin menunjukkan reaksi fisik terhadap penurunan glukosa darah.
5. Lapar atau mual tengah malam: Anda mungkin terbangun dengan rasa lapar yang intens atau perut tidak nyaman.
Baca Juga: Mengenal Diabetes Tipe 5, Jenis Baru yang Kini Diakui Dunia Medis
Gejala Gula Darah Tinggi saat Malam Hari
Sebaliknya, kadar gula darah yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan gangguan tidur. Terutama karena tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan glukosa melalui urine. Gejala yang bisa dirasakan antara lain:
1. Sering buang air kecil (nokturia): Anda bisa terbangun beberapa kali dalam semalam untuk ke kamar mandi.
2. Haus berlebihan dan mulut kering: Rasa haus terus-menerus bisa mengganggu tidur nyenyak.
3. Sakit kepala saat bangun tidur: Merupakan tanda khas dari kadar glukosa yang tinggi di malam hari.
4. Sulit tidur atau sering terbangun: Gula darah tinggi dapat membuat Anda merasa gelisah.
5. Penglihatan kabur: Kadar glukosa tinggi bisa memengaruhi fungsi penglihatan, termasuk di malam hari.
6. Mual dan kelelahan: Kondisi ini bisa dirasakan bahkan sebelum tidur atau saat baru bangun.
Di sisi lain, gula darah tinggi di malam hari bisa disebabkan oleh makan malam yang terlalu larut, dosis insulin yang tidak cukup, atau efek fenomena fajar, yaitu proses alami tubuh yang meningkatkan kadar glukosa saat mendekati pagi hari.
Gejala Diabetes Tambahan yang Perlu Diwaspadai
1. Keringat malam berlebih: Akibat stimulasi berlebihan pada kelenjar keringat oleh sistem saraf.
2. Kesemutan di tangan atau kaki: Bisa menandakan kerusakan saraf akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol.
3. Kulit kering dan gatal: Akibat sirkulasi darah yang tidak lancar serta dehidrasi.
Gejala diabetes yang muncul di malam hari dapat mengganggu kualitas tidur dan menurunkan produktivitas di siang hari. Selain itu, jika dibiarkan, hipoglikemia berat saat tidur bisa berisiko fatal, sementara hiperglikemia kronis dapat memperparah komplikasi diabetes dalam jangka panjang.
Cara Mengatasi
1. Pantau kadar gula secara rutin: Gunakan alat pengukur glukosa atau CGM (Continuous Glucose Monitor), terutama sebelum tidur dan saat gejala terasa.
2. Perhatikan pola makan malam: Hindari makanan tinggi karbohidrat menjelang tidur dan konsultasikan asupan dengan ahli gizi.
3. Sesuaikan pengobatan: Pastikan Anda mengonsumsi obat atau insulin sesuai anjuran dokter.
4. Siapkan penanganan cepat: Simpan tablet glukosa, permen, atau jus di dekat tempat tidur untuk mengatasi gula darah rendah mendadak.
5. Perbaiki rutinitas tidur: Jadwal tidur yang konsisten dan lingkungan kamar yang nyaman dapat membantu kualitas istirahat lebih baik.
6. Konsultasikan ke dokter: Jika Anda sering mengalami gangguan di malam hari, segera periksa ke dokter untuk penyesuaian pengobatan dan evaluasi pola hidup.
Baca Juga: Waspada, Ini 4 Ciri-ciri Diabetes Akut yang Patut Dikenali
(dra)
Lihat Juga :