10 Negara dengan Jumlah Perempuan Lebih Banyak daripada Laki-laki
Selasa, 10 Juni 2025 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Belarus juga menghadapi tantangan serius dalam hal kesetaraan gender. Meski banyak perempuan aktif dalam dunia kerja, mereka rata-rata hanya menerima 80 persen dari pendapatan yang diperoleh rekan laki-laki mereka, mencerminkan kesenjangan upah yang masih mengakar.
Perempuan di Lithuania menyumbang sekitar 52,85 persen dari total populasi, menempatkan negara ini di posisi kedelapan dengan rasio perempuan terhadap laki-laki tertinggi. Uniknya, dominasi jumlah perempuan ini bukan karena angka kelahiran yang lebih tinggi, melainkan disebabkan oleh faktor-faktor lain.
Salah satu penyebab utamanya adalah kesenjangan harapan hidup yang signifikan yakni hampir 10 tahun, antara perempuan dan laki-laki. Selain itu, lonjakan jumlah perempuan juga dipengaruhi oleh masuknya pengungsi dari Ukraina sejak konflik dengan Rusia pecah, di mana sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.
Tonga menduduki peringkat kesembilan sebagai negara dengan proporsi perempuan tertinggi dalam populasinya, di mana wanita mencakup sekitar 52,59 persen dari total penduduk. Negara kepulauan di kawasan Polinesia ini mencatat jumlah perempuan yang sedikit lebih banyak dibandingkan laki-laki.
Namun, meski secara jumlah perempuan lebih dominan, Tonga masih menghadapi tantangan besar dalam hal kesetaraan gender. Berdasarkan Indeks Ketimpangan Gender global, negara ini berada di posisi ke-115, mencerminkan masih lemahnya akses perempuan terhadap kesempatan yang setara dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, ekonomi, dan politik.
Di negara Balkan ini, perempuan mencakup sekitar 52,51 persen dari keseluruhan populasi. Salah satu faktor utama yang memengaruhi rasio tersebut adalah perbedaan harapan hidup, di mana perempuan Serbia rata-rata hidup hampir 6 tahun lebih lama dibandingkan pria.
Baca Juga: 10 Negara Paling Damai untuk Ditinggali, Nomor 5 Tetangga Indonesia
8. Lituania
Perempuan di Lithuania menyumbang sekitar 52,85 persen dari total populasi, menempatkan negara ini di posisi kedelapan dengan rasio perempuan terhadap laki-laki tertinggi. Uniknya, dominasi jumlah perempuan ini bukan karena angka kelahiran yang lebih tinggi, melainkan disebabkan oleh faktor-faktor lain.
Salah satu penyebab utamanya adalah kesenjangan harapan hidup yang signifikan yakni hampir 10 tahun, antara perempuan dan laki-laki. Selain itu, lonjakan jumlah perempuan juga dipengaruhi oleh masuknya pengungsi dari Ukraina sejak konflik dengan Rusia pecah, di mana sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.
9. Tonga
Tonga menduduki peringkat kesembilan sebagai negara dengan proporsi perempuan tertinggi dalam populasinya, di mana wanita mencakup sekitar 52,59 persen dari total penduduk. Negara kepulauan di kawasan Polinesia ini mencatat jumlah perempuan yang sedikit lebih banyak dibandingkan laki-laki.
Namun, meski secara jumlah perempuan lebih dominan, Tonga masih menghadapi tantangan besar dalam hal kesetaraan gender. Berdasarkan Indeks Ketimpangan Gender global, negara ini berada di posisi ke-115, mencerminkan masih lemahnya akses perempuan terhadap kesempatan yang setara dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, ekonomi, dan politik.
10. Serbia
Di negara Balkan ini, perempuan mencakup sekitar 52,51 persen dari keseluruhan populasi. Salah satu faktor utama yang memengaruhi rasio tersebut adalah perbedaan harapan hidup, di mana perempuan Serbia rata-rata hidup hampir 6 tahun lebih lama dibandingkan pria.
Baca Juga: 10 Negara Paling Damai untuk Ditinggali, Nomor 5 Tetangga Indonesia
(dra)
Lihat Juga :