Kasus Sifilis di Indonesia Tembus 23.347, Kemenkes Imbau Pemeriksaan Rutin
Senin, 16 Juni 2025 - 04:30 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, meski kasus penularan lewat transfusi darah kini sangat jarang karena prosedur skrining modern, risiko itu tetap ada bila pengawasan tidak ketat.
Sifilis berkembang dalam empat tahap, masing-masing dengan gejala berbeda dan tingkat bahaya yang meningkat seiring waktu:
1. Tahap Primer: Muncul luka tidak nyeri (chancre) di alat kelamin, anus, atau mulut.
2. Tahap Sekunder: Disertai ruam kulit, demam, nyeri tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
3. Tahap Laten: Tidak ada gejala sama sekali, namun bakteri tetap aktif di dalam tubuh.
4. Tahap Tersier: Dapat merusak organ vital seperti jantung, otak, hingga menyebabkan kelumpuhan atau kematian.
4 Tahap Sifilis dan Dampaknya
Sifilis berkembang dalam empat tahap, masing-masing dengan gejala berbeda dan tingkat bahaya yang meningkat seiring waktu:
1. Tahap Primer: Muncul luka tidak nyeri (chancre) di alat kelamin, anus, atau mulut.
2. Tahap Sekunder: Disertai ruam kulit, demam, nyeri tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
3. Tahap Laten: Tidak ada gejala sama sekali, namun bakteri tetap aktif di dalam tubuh.
4. Tahap Tersier: Dapat merusak organ vital seperti jantung, otak, hingga menyebabkan kelumpuhan atau kematian.
Lihat Juga :