Kasus Sifilis di Indonesia Tembus 23.347, Kemenkes Imbau Pemeriksaan Rutin

Senin, 16 Juni 2025 - 04:30 WIB
loading...
Kasus Sifilis di Indonesia...
Kementerian Kesehatan melaporkan lonjakan kasus sifilis di Indonesia, dengan 23.347 kasus sepanjang 2024. Penyakit menular seksual itu menjadi perhatian. Foto/The Pharmaceutical Journal
A A A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan lonjakan signifikan kasus sifilis di Indonesia, dengan 23.347 kasus tercatat sepanjang 2024. Penyakit menular seksual itu kini menjadi perhatian serius, tak hanya karena penyebarannya yang meningkat, tapi juga karena masih banyak masyarakat yang salah kaprah soal penyebabnya.

Sifilis atau dikenal juga sebagai raja singa adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri treponema pallidum. Penyakit ini bisa menyebar melalui hubungan seksual yang tidak aman, tapi juga bisa menular dari ibu hamil ke janinnya (sifilis kongenital), yang sangat berbahaya bagi kesehatan bayi baru lahir.

Menurut laporan Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, tren kasus sifilis menunjukkan peningkatan konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Di tahun 2022, tercatat lebih dari 20 ribu kasus. Kini, jumlah itu melonjak dengan catatan lebih dari 23 ribu kasus pada 2024, sebagian besar terjadi di wilayah perkotaan, meski wilayah pedesaan juga mulai terdampak.

Salah satu hal penting yang disorot Kemenkes adalah stigma keliru yang melekat pada penyakit ini. Banyak yang mengaitkan sifilis semata-mata dengan perilaku seks bebas atau “jajan di luar”.

Baca Juga: 5 Fakta Sifilis, Penyakit Menular Seksual yang Mengerikan

Dilansir dari CDC, Senin (16/6/2025), padahal kenyataannya, sifilis bisa menyerang siapa saja, bahkan mereka yang memiliki pasangan tetap atau setia. Terutama jika pasangan tersebut pernah terinfeksi sebelumnya.

“Sayangnya, masih banyak yang salah paham. Sifilis bukan cuma soal gaya hidup, tapi faktornya bisa beragam. Siapa pun bisa terinfeksi,” tulis akun @kemenkes_ri.

Bahkan, meski kasus penularan lewat transfusi darah kini sangat jarang karena prosedur skrining modern, risiko itu tetap ada bila pengawasan tidak ketat.

4 Tahap Sifilis dan Dampaknya



Sifilis berkembang dalam empat tahap, masing-masing dengan gejala berbeda dan tingkat bahaya yang meningkat seiring waktu:

1. Tahap Primer: Muncul luka tidak nyeri (chancre) di alat kelamin, anus, atau mulut.

2. Tahap Sekunder: Disertai ruam kulit, demam, nyeri tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

3. Tahap Laten: Tidak ada gejala sama sekali, namun bakteri tetap aktif di dalam tubuh.

4. Tahap Tersier: Dapat merusak organ vital seperti jantung, otak, hingga menyebabkan kelumpuhan atau kematian.

Baca Juga: 5 Provinsi dengan Kasus Sifilis Tertinggi di Indonesia, Papua Posisi Pertama

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), secara global terdapat sekitar 7 juta kasus sifilis baru setiap tahun, dan banyak di antaranya tidak terdeteksi karena gejalanya yang samar atau tidak muncul sama sekali di tahap awal.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak ragu atau malu melakukan pemeriksaan jika merasa pernah berisiko. Tes sifilis kini mudah diakses di Puskesmas dan rumah sakit, hanya dengan tes darah sederhana.

"Penanganan dini bisa mencegah komplikasi yang lebih serius," tulis Kemenkes.

Sifilis bisa diobati secara efektif, terutama jika didiagnosis pada tahap awal. Pengobatan utamanya menggunakan antibiotik jenis penisilin, yang terbukti sangat ampuh menghentikan perkembangan bakteri.

Baca Juga: Kasus Sifilis di Indonesia Meroket, Kenali Gejala dan Penyebabnya
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jangan Sepelekan Saluran...
Jangan Sepelekan Saluran Cerna, Deteksi Dini demi Cegah Penyakit Serius
Rahasia Diet Ery Makmur...
Rahasia Diet Ery Makmur Turun 30 Kg dalam 10 Bulan, Ternyata Ini Kuncinya!
World Allergy Week 2026,...
World Allergy Week 2026, Dorong Anak Aktif dan Cerdas Sejak Dini
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Jangan Cuma Istri, Suami...
Jangan Cuma Istri, Suami Juga Harus Periksa Kesuburan saat Program Hamil
Kasus DBD Anak Meningkat...
Kasus DBD Anak Meningkat saat El Nino, Ini Gejala yang Wajib Diwaspadai
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
MK Tolak Gugatan Dharma...
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun Atas UU Kesehatan: Kepatuhan Warga adalah Konsekuensi Logis
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Rekomendasi
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
Brasil Dijagokan, Jepang...
Brasil Dijagokan, Jepang Siap Bikin Kejutan
Berita Terkini
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Utamakan Sepatu Sekolah yang Nyaman dan Awet
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
Awkarin Penuhi Panggilan...
Awkarin Penuhi Panggilan Polisi, Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved