Di Balik Tembok SMK di Kudus Ini, Omzet Rp7 Miliar per Tahun Lahir dari Tangan Siswa SMK

Kamis, 26 Juni 2025 - 23:08 WIB
loading...
Di Balik Tembok SMK...
Produk yang dihasilkan para siswa memiliki kualitas akhir yang setara dengan produk industri papan atas, membuka pintu yang lebih lebar ke pasar ekspor. Foto: ist
A A A
KUDUS - Lupakan sejenak citra Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai sekadar tempat belajar teori dan praktik sederhana. Di sebuah sudut kota Kudus, Jawa Tengah, sebuah revolusi senyap tengah berlangsung di SMK NU Ma'arif.

Di sini, ruang praktik telah bertransformasi menjadi lantai pabrik sesungguhnya, menghasilkan bukan hanya lulusan terampil, tetapi juga omzet fantastis yang mencapai Rp7 miliar setiap tahunnya.

Ini bukanlah kisah fiktif. Ini adalah realita dari program Teaching Factory, sebuah model pembelajaran radikal di mana siswa tidak lagi hanya mengerjakan tugas sekolah, tetapi menangani pesanan nyata dari industri fabrikasi logam. Dari tangan-tangan terampil merekalah, beragam produk lahir, lolos standar industri, dan berhasil diterima pasar, menghasilkan pundi-pundi yang tak hanya menopang operasional sekolah, tetapi juga memberikan beasiswa bagi siswa yang terlibat.

Di balik fenomena ini, ada kolaborasi raksasa antara Djarum Foundation dan SMBC Indonesia melalui program Daya. Mereka tidak sekadar memberi bantuan, tetapi membangun sebuah ekosistem. Sejak 2019, inisiatif ini telah menyuntikkan dana untuk infrastruktur berstandar internasional dan memperkuat kompetensi para guru.

Hasilnya? Kurang dari enam tahun, pabrik di dalam sekolah ini mampu melahirkan 425 lulusan kompeten setiap tahunnya, dengan tingkat keterserapan di dunia kerja yang menembus angka di atas 85%.

“Sebagai manifestasi visi kami untuk memberikan perubahan yang lebih bermakna, kami senantiasa menggandeng mitra dengan visi yang sama, seperti kolaborasi dengan Djarum Foundation," ujar Henoch Munandar, Direktur Utama SMBC Indonesia. "Kami percaya bahwa dukungan konkrit terhadap pengembangan sumber daya manusia generasi muda memainkan peranan penting dalam penciptaan social value yang berkelanjutan."

Babak Baru: Menuju Pengecatan Kelas Dunia

Kisah sukses ini tidak berhenti di situ. Melihat potensi yang luar biasa, Djarum Foundation dan SMBC Indonesia kembali menaikkan level permainan. Mereka menambahkan fasilitas powder coating, sebuah teknologi pengecatan kering berstandar industri yang canggih. Ini bukan lagi sekadar sumbangan, melainkan sebuah peningkatan strategis.

Dengan fasilitas baru ini, produk yang dihasilkan para siswa akan memiliki kualitas akhir yang setara dengan produk industri papan atas, membuka pintu yang lebih lebar ke pasar ekspor.

“Dengan adanya fasilitas powder coating ini, SMK NU Ma'arif Kudus diharapkan dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan pendapatan lulusan di bidang fabrikasi logam yang terserap di industri dalam dan luar negeri,” tegas Primadi Serad, Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation.

Kisah SMK NU Ma'arif Kudus adalah sebuah anomali yang menampar keras pandangan usang tentang pendidikan vokasi. Ini adalah bukti nyata bahwa ketika dunia industri dan dunia pendidikan berhenti berjalan sendiri-sendiri dan mulai bersinergi, sebuah keajaiban ekonomi bisa lahir dari tempat yang paling tak terduga: dari balik tembok sekolah.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkembangan Teknologi...
Perkembangan Teknologi Lifting Equipment yang Meningkatkan Efisiensi Industri
Produksi Keramik Sanitasi,...
Produksi Keramik Sanitasi, Roca Group Resmikan Terowongan Kiln Elektrik Pertama di Dunia
Cara agar Lingkungan...
Cara agar Lingkungan Tetap Terjaga saat Industri Berkembang di Sulawesi Tenggara
Demi Kelangsungan Bisnis...
Demi Kelangsungan Bisnis Rantai Pendingin Berkualitas Tinggi, Anson Company Lanjutkan Kerja Sama dengan Mayekawa
Propan Raya Gandeng...
Propan Raya Gandeng UPT Kayu Gelar Pelatihan untuk Hasilkan Mebel Berkualitas
Pentingnya Pelatihan...
Pentingnya Pelatihan Kecantikan di Masa Pandemi
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Bahlil Blak-blakan Terkait...
Bahlil Blak-blakan Terkait Isu Naiknya Harga Gas Industri di Jawa
Rekomendasi
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Seminar The Future of Jakarta: JAKI Smart City Innovation & Digital Public Service, Kupas Inovasi Layanan Publik Digital
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
The Championships Wimbledon...
The Championships Wimbledon 2026 Tengah Berlangsung, Nonton Live Streaming di VISION+
Berita Terkini
Riri Riza Soroti Vonis...
Riri Riza Soroti Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim, Singgung Dissenting Opinion Hakim
Sambut Musim Liburan...
Sambut Musim Liburan dan Back to School dengan Berbagai Penawaran Menarik dari BRI
Terjebak antara Cinta...
Terjebak antara Cinta Sejati dan Balas Budi dalam Microdrama Love Last Breath
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps 10 Rabu: Hubungan Mila dan Jaka Semakin Memanas
10 Rahasia Kreator Gaming...
10 Rahasia Kreator Gaming Fajri TV Push Rank Free Fire, Dijamin Peluang Booyah Makin Besar!
Ramzi Geram Putrinya...
Ramzi Geram Putrinya Dituding Jadi Orang Ketiga, Dukung Rizky Billar Tempuh Jalur Hukum
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved