Menaklukkan Jantung Kalimantan: Di Balik Peluh dan Aspal Tour de Loksado
Rabu, 16 Juli 2025 - 15:35 WIB
loading...
Event olahraga sepeda tahunan bergengsi, Tour de Loksado, kembali digelar di Kalimantan Selatan sebagai ajang rutin yang menjadi ikon sport tourism. Foto: ist
A
A
A
BANJARMASIN - Di bawah terik matahari Kalimantan, ratusan pedal sepeda berputar serempak, membelah jalanan sepanjang 176 kilometer. Ini adalah Tour de Loksado 2025, perhelatan tahunan yang lebih dari sekadar balapan. Tapi, sebuah ziarah, ujian ketahanan fisik dan mental melintasi jantung Provinsi Kalimantan Selatan.
Selama tiga hari, dari 11 hingga 13 Juli, sebanyak 463 pesepeda dari seluruh penjuru Indonesia meninggalkan zona nyaman mereka. Mereka datang bukan hanya untuk adu cepat, tetapi untuk menaklukkan rute yang memadukan aspal mulus perkotaan dengan tanjakan pedesaan yang menantang, sambil disuguhi keindahan alam dan denyut nadi budaya yang menjadi jiwa sejati "Bumi Lambung Mangkurat".
Bukan Sekadar Lomba, Tapi Sebuah Misi
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pariwisata, secara cerdas membungkus event ini dengan tema "Sepeda, Alam dan Budaya". Strategi serta misi untuk "menjual" pesona tersembunyi Kalsel kepada dunia luar melalui lensa sport tourism.
"Event sport tourism ini bertujuan mengangkat potensi pariwisata Kalimantan Selatan melalui olahraga, sekaligus mempromosikan kawasan dengan pemandangan alam yang mempesona dan budaya lokal yang kaya," jelas Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H. Muhammad Syarifuddin dalam keterangannya, belum lama ini.
Rute yang dirancang adalah bukti dari misi tersebut. Dimulai dari titik 0 KM Kota Banjarmasin, para peserta diajak melintasi 2 kota dan 4 kabupaten, sebelum akhirnya mencapai garis finis di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan—sebuah kawasan yang terkenal dengan keindahan alam pegunungannya.
Perlombaan itu sendiri dibagi menjadi dua tahap yang menguji strategi berbeda. Tahap pertama adalah sebuah touring kebersamaan dari Banjarmasin menuju Kandangan, di mana fokusnya adalah menikmati perjalanan.
Namun, di tahap kedua, dari Kandangan menuju Loksado, topeng persahabatan dilepas. Di sinilah balapan sesungguhnya dimulai, di mana setiap kayuhan dan setiap tetes keringat menjadi penentu siapa yang akan berdiri di podium.
Puncak Perayaan di Amandit
Setelah berjuang menaklukkan ratusan kilometer, puncak perayaan digelar di Graha Wisata Amandit. Suasana tegang di lintasan balap berganti dengan kemeriahan. Pengalungan medali menjadi momen emosional, sebuah pengakuan atas kerja keras dan determinasi para pemenang yang telah menaklukkan tidak hanya jalanan, tetapi juga batas kemampuan diri mereka sendiri.
Pada akhirnya, Tour de Loksado 2025 lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia adalah sebuah narasi tentang bagaimana olahraga bisa menjadi jembatan untuk memperkenalkan sebuah daerah.
Ini adalah bukti bahwa di balik setiap peluh yang menetes di aspal, ada potensi ekonomi dan pariwisata yang bisa dipanen. Dan bagi para pesertanya, ini adalah sebuah cerita yang akan mereka kenang, tentang bagaimana mereka pernah menaklukkan jantung Kalimantan dengan dua roda dan semangat yang takpernahpadam.
Selama tiga hari, dari 11 hingga 13 Juli, sebanyak 463 pesepeda dari seluruh penjuru Indonesia meninggalkan zona nyaman mereka. Mereka datang bukan hanya untuk adu cepat, tetapi untuk menaklukkan rute yang memadukan aspal mulus perkotaan dengan tanjakan pedesaan yang menantang, sambil disuguhi keindahan alam dan denyut nadi budaya yang menjadi jiwa sejati "Bumi Lambung Mangkurat".
Bukan Sekadar Lomba, Tapi Sebuah Misi
![Menaklukkan Jantung Kalimantan: Di Balik Peluh dan Aspal Tour de Loksado]()
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pariwisata, secara cerdas membungkus event ini dengan tema "Sepeda, Alam dan Budaya". Strategi serta misi untuk "menjual" pesona tersembunyi Kalsel kepada dunia luar melalui lensa sport tourism.
"Event sport tourism ini bertujuan mengangkat potensi pariwisata Kalimantan Selatan melalui olahraga, sekaligus mempromosikan kawasan dengan pemandangan alam yang mempesona dan budaya lokal yang kaya," jelas Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H. Muhammad Syarifuddin dalam keterangannya, belum lama ini.
Rute yang dirancang adalah bukti dari misi tersebut. Dimulai dari titik 0 KM Kota Banjarmasin, para peserta diajak melintasi 2 kota dan 4 kabupaten, sebelum akhirnya mencapai garis finis di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan—sebuah kawasan yang terkenal dengan keindahan alam pegunungannya.
Medan Perang Berbagai Generasi
Di balik angka 463 peserta, tersimpan keragaman menarik. Arena ini menjadi medan perang berbagai generasi, terbagi dalam 6 kelas balapan: mulai talenta muda di kelas Junior U-19, para profesional di Men Elite dan Women Open, hingga para veteran yang tak kenal lelah di kelas Master A, B, dan C.Perlombaan itu sendiri dibagi menjadi dua tahap yang menguji strategi berbeda. Tahap pertama adalah sebuah touring kebersamaan dari Banjarmasin menuju Kandangan, di mana fokusnya adalah menikmati perjalanan.
Namun, di tahap kedua, dari Kandangan menuju Loksado, topeng persahabatan dilepas. Di sinilah balapan sesungguhnya dimulai, di mana setiap kayuhan dan setiap tetes keringat menjadi penentu siapa yang akan berdiri di podium.
Puncak Perayaan di Amandit
![Menaklukkan Jantung Kalimantan: Di Balik Peluh dan Aspal Tour de Loksado]()
Setelah berjuang menaklukkan ratusan kilometer, puncak perayaan digelar di Graha Wisata Amandit. Suasana tegang di lintasan balap berganti dengan kemeriahan. Pengalungan medali menjadi momen emosional, sebuah pengakuan atas kerja keras dan determinasi para pemenang yang telah menaklukkan tidak hanya jalanan, tetapi juga batas kemampuan diri mereka sendiri.
Pada akhirnya, Tour de Loksado 2025 lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia adalah sebuah narasi tentang bagaimana olahraga bisa menjadi jembatan untuk memperkenalkan sebuah daerah.
Ini adalah bukti bahwa di balik setiap peluh yang menetes di aspal, ada potensi ekonomi dan pariwisata yang bisa dipanen. Dan bagi para pesertanya, ini adalah sebuah cerita yang akan mereka kenang, tentang bagaimana mereka pernah menaklukkan jantung Kalimantan dengan dua roda dan semangat yang takpernahpadam.
(dan)
Lihat Juga :