Sahur & Buka Lebih Cerdas, Yuk Atur Gizi Biar Puasa Nggak Bikin Drop!
Jum'at, 25 Juli 2025 - 21:00 WIB
loading...
Ramadan merupakan waktu istimewa yang tak hanya menuntut kita untuk menahan lapar dan dahaga. Foto/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Ramadan merupakan waktu istimewa yang tak hanya menuntut kita untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengajarkan kita tentang keseimbangan—baik secara fisik, mental, maupun spiritual. Untuk bisa menjalani hari-hari puasa dengan penuh semangat dan tetap fokus dalam beribadah, pola makan memainkan peran yang sangat penting.
Melalui unggahan di kanal YouTube Yava Bali berjudul ‘Tips Mengelola Gula Darah Selama Ramadan: Tetap Berenergi & Sehat!’, menurut Dokter Andrew menjaga kestabilan gula darah melalui pola makan yang seimbang dapat membuat tubuh tetap bertenaga, lebih fokus, dan tidak mudah emosi selama menjalani puasa. Selain itu, malam hari pun bisa dinikmati tanpa rasa lesu atau kembung yang mengganggu.
Dokter Andrew juga menyarankan untuk fokus pada pola makan yang seimbang khususnya di bulan ramadan. Makanan ini dapat berupa protein tanpa lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, tahu, dan tempe. Tak lupa dengan asupan sayuran segar untuk mencukupi kebutuhan serat dan nutrisi.
Lemak sehat juga berperan penting loh dalam menjaga pola makan dan justru dianjurkan dalam pola makan yang seimbang. Lemak sehat merupakan komponen penting dalam diet harian, apalagi saat berpuasa. Bukan hanya sebagai sumber energi, tapi juga mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan. Contoh sumber lemak sehat yakni alpukat, minyak zaitun ekstra virgin, biji-bijian seperti biji chia dan biji labu, dan ikan berlemak seperti salmon, sarden, makerel.
Baca Juga: Manfaat Granola yang Diam-diam Luar Biasa, Kamu Wajib Tahu!
“Fokuskan pada pola makan yang seimbang yaitu protein tanpa lemak banyak sayuran dan lemak sehat,” papar Dokter Andrew.
Terakhir, Dokter Andrew menganjurkan untuk memilih karbohidrat yang mengandung kadar GI rendah seperti beras merah, granola, atau ubi jala. Ketiga makanan tersebut dapat membuat kita untuk kenyang lebih lama, lebih stabil secara emosional, dan tidak mudah lelah di siang hari. Makanan ini dapat menjadi pilihan utama yang sehat ketika sahur ataupun berbuka puasa dibandingkan dengan nasi putih, roti tawar manis, atau gorengan yang bisa memicu lonjakan gula darah.
“Untuk karbohidrat pilih yang rendah GI seperti beras merah, granola, atau ubi Jala,” ujarnya.
Dengan demikian, pola makan sehat yang disarankan meliputi konsumsi protein tanpa lemak, sayuran segar, dan lemak sehat seperti dari alpukat, ikan berlemak, serta biji-bijian. Selain itu, memilih karbohidrat rendah indeks glikemik seperti beras merah, granola, atau ubi jala dapat memberikan energi yang bertahan lama dan mencegah rasa lelah berlebihan di siang hari.
Baca Juga: Kanker Usus Bisa Dicegah, Ini Caranya!
Dengan mengatur asupan makanan secara bijak, kita tidak hanya merawat tubuh, tetapi juga mempersiapkan kondisi terbaik untuk menjalani Ramadan secara utuh dan lebih khusyuk dalam ibadah, lebih stabil secara emosional, dan lebih sehat.
Penasaran dengan informasi selanjutnya? Yuk berkunjung ke channel YouTube Yava Bali untuk penjelasan lebih lengkapnya.
Melalui unggahan di kanal YouTube Yava Bali berjudul ‘Tips Mengelola Gula Darah Selama Ramadan: Tetap Berenergi & Sehat!’, menurut Dokter Andrew menjaga kestabilan gula darah melalui pola makan yang seimbang dapat membuat tubuh tetap bertenaga, lebih fokus, dan tidak mudah emosi selama menjalani puasa. Selain itu, malam hari pun bisa dinikmati tanpa rasa lesu atau kembung yang mengganggu.
Dokter Andrew juga menyarankan untuk fokus pada pola makan yang seimbang khususnya di bulan ramadan. Makanan ini dapat berupa protein tanpa lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, tahu, dan tempe. Tak lupa dengan asupan sayuran segar untuk mencukupi kebutuhan serat dan nutrisi.
Lemak sehat juga berperan penting loh dalam menjaga pola makan dan justru dianjurkan dalam pola makan yang seimbang. Lemak sehat merupakan komponen penting dalam diet harian, apalagi saat berpuasa. Bukan hanya sebagai sumber energi, tapi juga mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan. Contoh sumber lemak sehat yakni alpukat, minyak zaitun ekstra virgin, biji-bijian seperti biji chia dan biji labu, dan ikan berlemak seperti salmon, sarden, makerel.
Baca Juga: Manfaat Granola yang Diam-diam Luar Biasa, Kamu Wajib Tahu!
“Fokuskan pada pola makan yang seimbang yaitu protein tanpa lemak banyak sayuran dan lemak sehat,” papar Dokter Andrew.
Terakhir, Dokter Andrew menganjurkan untuk memilih karbohidrat yang mengandung kadar GI rendah seperti beras merah, granola, atau ubi jala. Ketiga makanan tersebut dapat membuat kita untuk kenyang lebih lama, lebih stabil secara emosional, dan tidak mudah lelah di siang hari. Makanan ini dapat menjadi pilihan utama yang sehat ketika sahur ataupun berbuka puasa dibandingkan dengan nasi putih, roti tawar manis, atau gorengan yang bisa memicu lonjakan gula darah.
“Untuk karbohidrat pilih yang rendah GI seperti beras merah, granola, atau ubi Jala,” ujarnya.
Dengan demikian, pola makan sehat yang disarankan meliputi konsumsi protein tanpa lemak, sayuran segar, dan lemak sehat seperti dari alpukat, ikan berlemak, serta biji-bijian. Selain itu, memilih karbohidrat rendah indeks glikemik seperti beras merah, granola, atau ubi jala dapat memberikan energi yang bertahan lama dan mencegah rasa lelah berlebihan di siang hari.
Baca Juga: Kanker Usus Bisa Dicegah, Ini Caranya!
Dengan mengatur asupan makanan secara bijak, kita tidak hanya merawat tubuh, tetapi juga mempersiapkan kondisi terbaik untuk menjalani Ramadan secara utuh dan lebih khusyuk dalam ibadah, lebih stabil secara emosional, dan lebih sehat.
Penasaran dengan informasi selanjutnya? Yuk berkunjung ke channel YouTube Yava Bali untuk penjelasan lebih lengkapnya.
(dra)
Lihat Juga :