Kekerasan Anak Disabilitas Mengkhawatirkan, 51,3 Persen Terjadi di Ruang Publik
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
“Setelah melihat hasil survei nasional, saya semakin menyadari betapa bermanfaat dan bermaknanya masukan dari anak. Di ASEAN sendiri, kami sedang membiasakan diri untuk berkonsultasi dengan anak, mendengarkan lebih banyak suara mereka, karena kami tahu anak- anak adalah calon pemimpin bangsa dan calon pemimpin ASEAN. Oleh karena itu, mendengarkan, mengakomodasi, dan mengintegrasikan pendapat anak ke dalam dokumen rencana aksi regional untuk penghapusan kekerasan terhadap anak adalah hal yang sangat penting,” ujar Yanti Kusumawardhani, Perwakilan ASEAN Commission on the Protection of the Rights of Women and Children (ACWC).
Selain sesi diskusi dan presentasi, peserta juga diajak berpartisipasi dalam berbagai booth edukatif dan permainan yang mengangkat isu hak anak, advokasi, serta pengenalan alat belajar untuk anak disabilitas netra.
Melalui kegiatan ini, IJF berharap dapat memperkuat pemahaman masyarakat tentang berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, meningkatkan kapasitas dalam merespon kasus kekerasan secara cepat dan tepat, serta menumbuhkan komitmen kolektif untuk menciptakan Indonesia yang lebih aman dan ramah anak.
Selain sesi diskusi dan presentasi, peserta juga diajak berpartisipasi dalam berbagai booth edukatif dan permainan yang mengangkat isu hak anak, advokasi, serta pengenalan alat belajar untuk anak disabilitas netra.
Melalui kegiatan ini, IJF berharap dapat memperkuat pemahaman masyarakat tentang berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, meningkatkan kapasitas dalam merespon kasus kekerasan secara cepat dan tepat, serta menumbuhkan komitmen kolektif untuk menciptakan Indonesia yang lebih aman dan ramah anak.
(dra)
Lihat Juga :