Pangeran Hisahito Jadi Anggota Kekaisaran Pria Pertama yang Dewasa dalam 40 Tahun
Minggu, 07 September 2025 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Kaisar Naruhito hanya memiliki seorang putri, Putri Aiko, yang secara hukum tidak dapat mewarisi takhta karena aturan yang membatasi suksesi hanya untuk laki-laki. Hal ini memperkuat posisi Hisahito sebagai satu-satunya pewaris generasi muda.
Saat ini, garis keturunan pria yang tersisa hanya terdiri dari Putra Mahkota Akishino dan Pangeran Hitachi yang sudah berusia 89 tahun. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius karena monarki Jepang, yang telah bertahan lebih dari 1.500 tahun, menghadapi risiko kehilangan penerus.
Isu mengenai kemungkinan kaisar perempuan sebenarnya pernah mencuat pada 2005, tetapi kandas setelah kelahiran Hisahito. Panel konservatif pada 2022 kembali menegaskan bahwa suksesi laki-laki harus dipertahankan.
Namun, media besar Jepang seperti Yomiuri justru mendorong reformasi agar perempuan dapat mempertahankan status kerajaan meskipun menikah, bahkan memungkinkan mereka menjadi pewaris takhta.
Banyak pihak menilai bahwa pembaruan aturan mutlak diperlukan. “Pertanyaannya bukan sekadar laki-laki atau perempuan yang mewarisi takhta, melainkan bagaimana menyelamatkan monarki itu sendiri,” ungkap mantan kepala Badan Rumah Tangga Kekaisaran Shingo Haketa.
Baca Juga: 5 Fakta Pangeran Hisahito Pewaris Takhta Kekaisaran Jepang yang Baru Masuki Usia 18 Tahun
Saat ini, garis keturunan pria yang tersisa hanya terdiri dari Putra Mahkota Akishino dan Pangeran Hitachi yang sudah berusia 89 tahun. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius karena monarki Jepang, yang telah bertahan lebih dari 1.500 tahun, menghadapi risiko kehilangan penerus.
Perdebatan Panjang tentang Suksesi Perempuan
Isu mengenai kemungkinan kaisar perempuan sebenarnya pernah mencuat pada 2005, tetapi kandas setelah kelahiran Hisahito. Panel konservatif pada 2022 kembali menegaskan bahwa suksesi laki-laki harus dipertahankan.
Namun, media besar Jepang seperti Yomiuri justru mendorong reformasi agar perempuan dapat mempertahankan status kerajaan meskipun menikah, bahkan memungkinkan mereka menjadi pewaris takhta.
Banyak pihak menilai bahwa pembaruan aturan mutlak diperlukan. “Pertanyaannya bukan sekadar laki-laki atau perempuan yang mewarisi takhta, melainkan bagaimana menyelamatkan monarki itu sendiri,” ungkap mantan kepala Badan Rumah Tangga Kekaisaran Shingo Haketa.
Baca Juga: 5 Fakta Pangeran Hisahito Pewaris Takhta Kekaisaran Jepang yang Baru Masuki Usia 18 Tahun
(dra)
Lihat Juga :