Akibat Telan Organ Ular Mentah, Cacing 18 Cm Bersarang di Otak Pria Ini
Senin, 08 September 2025 - 15:20 WIB
loading...
Seorang pria di China mengalami kasus medis langka yang menghebohkan setelah dokter menemukan cacing hidup sepanjang 18 cm bersarang di otaknya bertahun-tahun. Foto/NBC News
A
A
A
JAKARTA - Seorang pria di China mengalami kasus medis langka yang menghebohkan setelah dokter menemukan cacing hidup sepanjang 18 cm bersarang di otaknya bertahun-tahun. Penemuan mengejutkan ini terjadi setelah pasien bernama Li dilarikan ke rumah sakit karena kejang, mulut berbusa, dan pingsan mendadak.
Dilansir dari Oddity Central, Senin (8/9/2025), hasil pemeriksaan MRI menunjukkan adanya benda asing di otak, yang kemudian terungkap sebagai cacing hidup menggeliat.
Kasus ini bermula dari kebiasaan ekstrem Li yang menelan organ ular mentah bertahun-tahun lalu. Tanpa disadari, tindakan tersebut membuat larva parasit masuk ke tubuhnya dan bermigrasi hingga ke otak.
Baca Juga: Mengerikan! Dokter di China Keluarkan Lebih dari 60 Cacing Hidup di Mata Wanita
Sekitar setahun lalu, Li mulai merasakan gangguan pada penglihatannya. Ia menggambarkan seolah ada “mosaik” atau benda asing yang muncul di matanya. Ketika memeriksakan diri ke dokter mata, tidak ditemukan kelainan berarti.
Namun, pemindaian MRI mengungkap adanya benda asing di belakang matanya. Meski begitu, karena gejala sempat mereda, Li menolak menjalani operasi pengangkatan.
Keputusannya itu ternyata membuat parasit semakin berkembang hingga akhirnya bermigrasi ke otaknya.
Akhir bulan lalu, kesehatan Li mendadak menurun drastis. Ia mengalami pingsan mendadak, mulut berbusa, hingga kejang-kejang.
Kondisi darurat ini membuatnya segera dilarikan ke rumah sakit di Hunan. Dokter yang menangani langsung melakukan pemeriksaan lanjutan melalui MRI dan menemukan adanya parasit aktif di dalam otaknya.
Situasi ini membuat tim medis harus mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan nyawanya.
![Akibat Telan Organ Ular Mentah, Cacing 18 Cm Bersarang di Otak Pria Ini]()
Foto/Oddity Central
Baca Juga: Belajar dari Kasus Balita di Sukabumi, Ini Waktu Terbaik Anak Minum Obat Cacing
Dokter bedah saraf memutuskan melakukan kraniotomi, yaitu prosedur pembedahan otak untuk mengakses area yang terinfeksi. Dalam operasi tersebut, ahli bedah berhasil mengangkat cacing putih panjang dalam kondisi masih hidup dan menggeliat.
Saat ditanya dokter, Li akhirnya mengingat peristiwa yang terjadi bertahun-tahun lalu. Ia pernah menelan kantong empedu ular mentah sebagai tantangan.
Tindakan ekstrem itu ternyata membuat larva sparganum dari cacing pita Spirometra mansoni masuk ke tubuhnya. Larva kemudian bermigrasi ke otak dan berkembang biak hingga menimbulkan gejala berbahaya.
Sparganosis merupakan infeksi parasit langka yang biasanya berasal dari mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang, termasuk kecebong, katak, dan ular. Larva yang masuk ke tubuh manusia dapat menyerang jaringan otak dan menimbulkan gejala neurologis serius, bahkan berisiko menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.
Baca Juga: Fenomena Gen Z Ramai Minum Obat Cacing usai Kasus Balita di Sukabumi, Bolehkah?
Para dokter yang menangani kasus ini menegaskan bahwa pasien beruntung bisa diselamatkan tepat waktu. Setelah menjalani perawatan selama 10 hari, Li akhirnya diperbolehkan pulang dengan kondisi membaik.
Tenaga medis berharap kejadian ini dapat menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi makanan mentah, terutama organ hewan yang berisiko membawa parasit berbahaya.
Dilansir dari Oddity Central, Senin (8/9/2025), hasil pemeriksaan MRI menunjukkan adanya benda asing di otak, yang kemudian terungkap sebagai cacing hidup menggeliat.
Kasus ini bermula dari kebiasaan ekstrem Li yang menelan organ ular mentah bertahun-tahun lalu. Tanpa disadari, tindakan tersebut membuat larva parasit masuk ke tubuhnya dan bermigrasi hingga ke otak.
Baca Juga: Mengerikan! Dokter di China Keluarkan Lebih dari 60 Cacing Hidup di Mata Wanita
Gejala Awal yang Diabaikan
Sekitar setahun lalu, Li mulai merasakan gangguan pada penglihatannya. Ia menggambarkan seolah ada “mosaik” atau benda asing yang muncul di matanya. Ketika memeriksakan diri ke dokter mata, tidak ditemukan kelainan berarti.
Namun, pemindaian MRI mengungkap adanya benda asing di belakang matanya. Meski begitu, karena gejala sempat mereda, Li menolak menjalani operasi pengangkatan.
Keputusannya itu ternyata membuat parasit semakin berkembang hingga akhirnya bermigrasi ke otaknya.
Kondisi Memburuk hingga Kejang dan Pingsan
Akhir bulan lalu, kesehatan Li mendadak menurun drastis. Ia mengalami pingsan mendadak, mulut berbusa, hingga kejang-kejang.
Kondisi darurat ini membuatnya segera dilarikan ke rumah sakit di Hunan. Dokter yang menangani langsung melakukan pemeriksaan lanjutan melalui MRI dan menemukan adanya parasit aktif di dalam otaknya.
Situasi ini membuat tim medis harus mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan nyawanya.

Foto/Oddity Central
Baca Juga: Belajar dari Kasus Balita di Sukabumi, Ini Waktu Terbaik Anak Minum Obat Cacing
Operasi Kraniotomi untuk Mengangkat Cacing
Dokter bedah saraf memutuskan melakukan kraniotomi, yaitu prosedur pembedahan otak untuk mengakses area yang terinfeksi. Dalam operasi tersebut, ahli bedah berhasil mengangkat cacing putih panjang dalam kondisi masih hidup dan menggeliat.
Asal-usul Infeksi Cacing
Saat ditanya dokter, Li akhirnya mengingat peristiwa yang terjadi bertahun-tahun lalu. Ia pernah menelan kantong empedu ular mentah sebagai tantangan.
Tindakan ekstrem itu ternyata membuat larva sparganum dari cacing pita Spirometra mansoni masuk ke tubuhnya. Larva kemudian bermigrasi ke otak dan berkembang biak hingga menimbulkan gejala berbahaya.
Sparganosis merupakan infeksi parasit langka yang biasanya berasal dari mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang, termasuk kecebong, katak, dan ular. Larva yang masuk ke tubuh manusia dapat menyerang jaringan otak dan menimbulkan gejala neurologis serius, bahkan berisiko menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.
Baca Juga: Fenomena Gen Z Ramai Minum Obat Cacing usai Kasus Balita di Sukabumi, Bolehkah?
Pelajaran Penting dari Kasus Li
Para dokter yang menangani kasus ini menegaskan bahwa pasien beruntung bisa diselamatkan tepat waktu. Setelah menjalani perawatan selama 10 hari, Li akhirnya diperbolehkan pulang dengan kondisi membaik.
Tenaga medis berharap kejadian ini dapat menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi makanan mentah, terutama organ hewan yang berisiko membawa parasit berbahaya.
(dra)
Lihat Juga :