COD Cup 2025, Ruang Bertukar Pengalaman Seller Hadapi Dinamika Transaksi Online
Rabu, 10 September 2025 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Acara ini mempertemukan lebih dari 100 pelaku bisnis dari berbagai kota. Tak hanya berolahraga, mereka juga berbagi pengalaman, tantangan, serta solusi praktis dalam menghadapi kompleksitas transaksi COD.
Data Plaform Digital Lincah id mencatat lebih dari 90 persen transaksi di sejumlah platform masih menggunakan COD. Proses ini sering kali rumit karena kurir harus janjian dengan pembeli, menghadapi penolakan, hingga barang diretur. “Angka kejadian pembeli iseng ini cukup tinggi, mencapai sekitar 25 persen dari seluruh transaksi,” kata Yudha. Fakta-fakta ini turut menjadi bahan diskusi hangat dalam forum COD Cup.
Fatur Huda, seller skincare asal Surabaya yang juga hadir dalam acara tersebut, membagikan pengalamannya. “Transaksi COD saat ini menyumbang revenue yang lumayan besar bagi toko kami. Banyak konsumen baru yang akhirnya berani belanja karena adanya opsi COD,” ujarnya. Namun, ia mengakui bahwa sistem ini tidak lepas dari kendala yang memberatkan penjual.
Melalui COD Cup, Platfotm Digital Lincah id menegaskan komitmennya menghadirkan solusi COD yang lebih sehat. Teknologi fraud detection, kurir scoring, hingga laporan real-time dikenalkan sebagai langkah konkret agar penjual maupun kurir tidak merugi. Ajang ini juga menjadi ruang untuk membangun komunitas seller yang lebih solid, sekaligus menegaskan relevansi COD sebagai bagian dari ekosistem e-commerce Indonesia.
Data Plaform Digital Lincah id mencatat lebih dari 90 persen transaksi di sejumlah platform masih menggunakan COD. Proses ini sering kali rumit karena kurir harus janjian dengan pembeli, menghadapi penolakan, hingga barang diretur. “Angka kejadian pembeli iseng ini cukup tinggi, mencapai sekitar 25 persen dari seluruh transaksi,” kata Yudha. Fakta-fakta ini turut menjadi bahan diskusi hangat dalam forum COD Cup.
Fatur Huda, seller skincare asal Surabaya yang juga hadir dalam acara tersebut, membagikan pengalamannya. “Transaksi COD saat ini menyumbang revenue yang lumayan besar bagi toko kami. Banyak konsumen baru yang akhirnya berani belanja karena adanya opsi COD,” ujarnya. Namun, ia mengakui bahwa sistem ini tidak lepas dari kendala yang memberatkan penjual.
Melalui COD Cup, Platfotm Digital Lincah id menegaskan komitmennya menghadirkan solusi COD yang lebih sehat. Teknologi fraud detection, kurir scoring, hingga laporan real-time dikenalkan sebagai langkah konkret agar penjual maupun kurir tidak merugi. Ajang ini juga menjadi ruang untuk membangun komunitas seller yang lebih solid, sekaligus menegaskan relevansi COD sebagai bagian dari ekosistem e-commerce Indonesia.
(dra)
Lihat Juga :