Wanda Hamidah Diteror Drone Israel, Rencana Berlayar ke Gaza Tertahan di Tunisa
Jum'at, 12 September 2025 - 07:00 WIB
loading...
Artis sekaligus aktivis kemanusiaan Indonesia, Wanda Hamidah, melaporkan kondisi terkininya dari Tunisia terkait misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina. Foto/Instagram @wandahamidahbsa
A
A
A
TUNISIA - Artis sekaligus aktivis kemanusiaan Indonesia, Wanda Hamidah , melaporkan kondisi terkininya dari Tunisia terkait misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina. Wanda mengungkapkan bahwa keberangkatan mereka mengalami penundaan akibat adanya teror drone yang diyakini berasal dari Israel dan Amerika Serikat.
Hal ini membuat ratusan aktivis kemanusiaan dari berbagai negara, termasuk Wanda Hamidah harus menunda perjalanan mereka ke Gaza dan bertahan di pelabuhan Tunisia.
"Assalamualaikum. Saya Wanda Hamidah melaporkan dari port di Tunisia. Seperti teman-teman lihat, sejatinya kami berangkat atau berlayar pada sore hari ini," kata Wanda dikutip dari Instagram @wandahamidahbsa, Jumat (12/9/2025).
Baca Juga: Sambut 2023, Wanda Hamidah Ingin Lebih Dekat dengan Allah
Dalam keterangannya, Wanda menjelaskan bahwa selama dua hari berturut-turut kapal-kapal yang berada di pelabuhan Tunisia mendapat serangan drone. Insiden ini diyakini dilakukan oleh pihak Israel dengan dukungan Amerika, yang dianggap sebagai upaya untuk menghambat keberangkatan misi kemanusiaan menuju Gaza.
"Tapi karena satu dan lain hal, teman-teman tahu bahwa dua hari berturut-turut, kami, kapal-kapal di pelabuhan ini dijatuhi drone yang kami yakini dari Amerika dan zionis Israel," jelasnya.
"Ada beberapa kendala yang tidak bisa diperincikan, tapi kami memahami sekali perkembangan yang sedang terjadi. Pasti banyak tekanan dari Amerika dan juga dari zionis Israel yang berusaha menghambat keberangkatan kami," tambahnya.
Meski keberangkatan tertunda hampir satu minggu, perempuan kelahiran 21 September 1977 ini mengungkapkan bahwa para aktivis kemanusiaan tetap menunjukkan kesabaran. Ratusan relawan dari berbagai negara memilih untuk bertahan di pelabuhan dengan kondisi seadanya.
Sebagian bahkan memutuskan tidur di sekitar area pelabuhan demi menjaga stamina dan kesiapan jika sewaktu-waktu kapal diizinkan berlayar.
"Walaupun keberangkatan ini sudah lewat lebih dari beberapa hari, hampir satu minggu, Alhamdulillah ratusan aktivis kemanusiaan dari seluruh dunia tetap sabar menanti dan kemungkinan malam ini akan banyak aktivis kemanusiaan yang memilih tidur di pelabuhan," ujarnya.
"Aktivis kemanusiaan dari Indonesia, International Global Sumud Flotilla, kami memilih untuk tidur di luar pelabuhan untuk menjaga tenaga dan energi kami supaya kami siap berlayar," sambungnya.
![Wanda Hamidah Diteror Drone Israel, Rencana Berlayar ke Gaza Tertahan di Tunisa]()
Foto/Instagram @wandahamidahbsa
Baca Juga: Tersandung Kasus Pencemaran Nama Baik, Wanda Hamidah: Kalau Salah Saya Minta Maaf
Perempuan 47 tahun itu menambahkan bahwa hingga saat ini tidak ada kepastian kapan kapal mereka akan berangkat menuju Gaza. Namun, para relawan berkomitmen untuk tetap menunggu meskipun harus dalam waktu yang tidak menentu.
"Kapan kami berlayar? Wallahualam Bissawab. Tapi kami berharap satu atau dua hari lagi. Lagi-lagi kesabaran kami di daratan diuji," ucapnya.
"Mudah-mudahan Insya Allah kalau Palestina, rakyat Palestina, rakyat Gaza bisa sabar dengan genosida yang terjadi pada hari ini, hari demi hari, kami juga akan istikamah untuk bersabar bersama rakyat Gaza dan Palestina. Kami akan menunggu sampai kapan pun kapal siap berlayar," tandasnya.
Wanda Hamidah diketahui menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam misi kemanusiaan International Global Sumud Flotilla menuju Gaza. Misi ini bertujuan membawa bantuan serta menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina yang selama bertahun-tahun hidup dalam blokade Israel.
Keberangkatan para aktivis ini diwarnai banyak rintangan. Namun, artis sekaligus mantan anggota DPR itu menegaskan bahwa dirinya bersama relawan lainnya akan tetap setia menunggu hingga misi kemanusiaan tersebut benar-benar dapat terlaksana.
Baca Juga: Wanda Hamidah Disebut Kesulitan Jawab Pertanyaan terkait Kasus Sengketa Rumah saat Mediasi
Hal ini membuat ratusan aktivis kemanusiaan dari berbagai negara, termasuk Wanda Hamidah harus menunda perjalanan mereka ke Gaza dan bertahan di pelabuhan Tunisia.
"Assalamualaikum. Saya Wanda Hamidah melaporkan dari port di Tunisia. Seperti teman-teman lihat, sejatinya kami berangkat atau berlayar pada sore hari ini," kata Wanda dikutip dari Instagram @wandahamidahbsa, Jumat (12/9/2025).
Rencana Keberangkatan ke Gaza Tertunda
Baca Juga: Sambut 2023, Wanda Hamidah Ingin Lebih Dekat dengan Allah
Dugaan Teror Drone Israel dan Amerika
Dalam keterangannya, Wanda menjelaskan bahwa selama dua hari berturut-turut kapal-kapal yang berada di pelabuhan Tunisia mendapat serangan drone. Insiden ini diyakini dilakukan oleh pihak Israel dengan dukungan Amerika, yang dianggap sebagai upaya untuk menghambat keberangkatan misi kemanusiaan menuju Gaza.
"Tapi karena satu dan lain hal, teman-teman tahu bahwa dua hari berturut-turut, kami, kapal-kapal di pelabuhan ini dijatuhi drone yang kami yakini dari Amerika dan zionis Israel," jelasnya.
"Ada beberapa kendala yang tidak bisa diperincikan, tapi kami memahami sekali perkembangan yang sedang terjadi. Pasti banyak tekanan dari Amerika dan juga dari zionis Israel yang berusaha menghambat keberangkatan kami," tambahnya.
Aktivis Kemanusiaan Bertahan di Pelabuhan
Meski keberangkatan tertunda hampir satu minggu, perempuan kelahiran 21 September 1977 ini mengungkapkan bahwa para aktivis kemanusiaan tetap menunjukkan kesabaran. Ratusan relawan dari berbagai negara memilih untuk bertahan di pelabuhan dengan kondisi seadanya.
Sebagian bahkan memutuskan tidur di sekitar area pelabuhan demi menjaga stamina dan kesiapan jika sewaktu-waktu kapal diizinkan berlayar.
"Walaupun keberangkatan ini sudah lewat lebih dari beberapa hari, hampir satu minggu, Alhamdulillah ratusan aktivis kemanusiaan dari seluruh dunia tetap sabar menanti dan kemungkinan malam ini akan banyak aktivis kemanusiaan yang memilih tidur di pelabuhan," ujarnya.
"Aktivis kemanusiaan dari Indonesia, International Global Sumud Flotilla, kami memilih untuk tidur di luar pelabuhan untuk menjaga tenaga dan energi kami supaya kami siap berlayar," sambungnya.

Foto/Instagram @wandahamidahbsa
Baca Juga: Tersandung Kasus Pencemaran Nama Baik, Wanda Hamidah: Kalau Salah Saya Minta Maaf
Harapan Bisa Segera Berlayar
Perempuan 47 tahun itu menambahkan bahwa hingga saat ini tidak ada kepastian kapan kapal mereka akan berangkat menuju Gaza. Namun, para relawan berkomitmen untuk tetap menunggu meskipun harus dalam waktu yang tidak menentu.
"Kapan kami berlayar? Wallahualam Bissawab. Tapi kami berharap satu atau dua hari lagi. Lagi-lagi kesabaran kami di daratan diuji," ucapnya.
"Mudah-mudahan Insya Allah kalau Palestina, rakyat Palestina, rakyat Gaza bisa sabar dengan genosida yang terjadi pada hari ini, hari demi hari, kami juga akan istikamah untuk bersabar bersama rakyat Gaza dan Palestina. Kami akan menunggu sampai kapan pun kapal siap berlayar," tandasnya.
Solidaritas untuk Palestina
Wanda Hamidah diketahui menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam misi kemanusiaan International Global Sumud Flotilla menuju Gaza. Misi ini bertujuan membawa bantuan serta menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina yang selama bertahun-tahun hidup dalam blokade Israel.
Keberangkatan para aktivis ini diwarnai banyak rintangan. Namun, artis sekaligus mantan anggota DPR itu menegaskan bahwa dirinya bersama relawan lainnya akan tetap setia menunggu hingga misi kemanusiaan tersebut benar-benar dapat terlaksana.
Baca Juga: Wanda Hamidah Disebut Kesulitan Jawab Pertanyaan terkait Kasus Sengketa Rumah saat Mediasi
(dra)
Lihat Juga :