Taiwan Temukan Pestisida di Indomie Soto Banjar Limau Kuit
Jum'at, 12 September 2025 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
"Menurut standar jumlah yang dapat ditoleransi untuk residu pestisida, etilen oksida tidak boleh terdeteksi dan harus berada di bawah batas kuantitatif 0,1 mg/kg yang ditentukan dalam metode deteksi. Hal ini tidak sesuai dengan Pasal 15 Undang-Undang Keamanan Pangan dan Sanitasi," jelasnya.
Berdasarkan regulasi yang berlaku, temuan EtO pada produk Indomie varian tersebut membuat TFDA segera mengeluarkan peringatan publik. Pihak berwenang memerintahkan agar seluruh batch produk yang terkontaminasi ditarik dari pasaran dan dimusnahkan sesuai aturan.
Konsumen juga diminta untuk membuang produk tersebut, baik yang dibeli di pasar lokal, e-commerce, maupun yang dibawa langsung dari luar negeri. Langkah cepat ini dilakukan untuk mencegah adanya akumulasi paparan zat berbahaya pada masyarakat.
Regulasi Taiwan terkait keamanan pangan memang sangat ketat, terutama untuk bahan kimia yang dikategorikan sebagai karsinogen. Hal ini berbeda dengan standar di beberapa negara lain, termasuk Indonesia, yang memiliki batas toleransi berbeda.
"Produk yang tidak sesuai dengan yang tercantum dalam dokumen akan dikembalikan atau dimusnahkan sesuai dengan peraturan," ujar TFDA.
"Pembelian produk melalui pembelian daring atau perjalanan internasional tidak dapat dikesampingkan. Konsumen harus membuang produk dan tidak mengonsumsinya," tambah Centre for Food Safety (CFS).
Baca Juga: Rasa Indomie Indonesia dan Eropa Berbeda, Mana yang Lebih Enak?
Alasan Penarikan Produk di Taiwan
Berdasarkan regulasi yang berlaku, temuan EtO pada produk Indomie varian tersebut membuat TFDA segera mengeluarkan peringatan publik. Pihak berwenang memerintahkan agar seluruh batch produk yang terkontaminasi ditarik dari pasaran dan dimusnahkan sesuai aturan.
Konsumen juga diminta untuk membuang produk tersebut, baik yang dibeli di pasar lokal, e-commerce, maupun yang dibawa langsung dari luar negeri. Langkah cepat ini dilakukan untuk mencegah adanya akumulasi paparan zat berbahaya pada masyarakat.
Regulasi Taiwan terkait keamanan pangan memang sangat ketat, terutama untuk bahan kimia yang dikategorikan sebagai karsinogen. Hal ini berbeda dengan standar di beberapa negara lain, termasuk Indonesia, yang memiliki batas toleransi berbeda.
"Produk yang tidak sesuai dengan yang tercantum dalam dokumen akan dikembalikan atau dimusnahkan sesuai dengan peraturan," ujar TFDA.
"Pembelian produk melalui pembelian daring atau perjalanan internasional tidak dapat dikesampingkan. Konsumen harus membuang produk dan tidak mengonsumsinya," tambah Centre for Food Safety (CFS).
Baca Juga: Rasa Indomie Indonesia dan Eropa Berbeda, Mana yang Lebih Enak?
Lihat Juga :