Stres Bisa Bikin Kulit Kusam dan Cepat Menua, Dosen IPB University Jelaskan Penyebabnya
Rabu, 24 September 2025 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
“Dampaknya, kulit terlihat kusam, mudah berjerawat, dan terasa kering. Kortisol juga mempercepat kerusakan kolagen yang berfungsi menjaga elastisitas kulit. Jika kolagen berkurang, kulit akan lebih cepat kendur, keriput, dan menua,” jelas dr. Widya.
Baca juga: Jangan Risaukan Flek Hitam saat Bersepeda hingga Siang Hari
Tak hanya itu, hormon kortisol juga berperan dalam memicu terbentuknya radikal bebas serta kerusakan DNA sel kulit. Situasi ini dapat memperburuk tampilan kulit dan mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan. Dengan kata lain, stres tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan kulit seseorang.
Lebih lanjut, dr. Widya menambahkan bahwa kesehatan kulit merupakan hasil interaksi dari berbagai faktor, baik dari dalam tubuh maupun dari luar. Sinar ultraviolet (UV) misalnya, menjadi salah satu penyebab utama penuaan dini yang ditandai dengan flek hitam, keriput, dan kulit kendur. Polusi udara serta asap rokok juga tidak kalah berbahaya, karena keduanya mampu meningkatkan produksi radikal bebas dalam tubuh. Bila kondisi eksternal ini bertemu dengan stres batin, maka efeknya bisa saling memperburuk sehingga kulit tampak jauh lebih kusam dan tanda-tanda penuaan muncul lebih cepat.
Ia juga mengingatkan bahwa stres jangka panjang atau kronis merupakan kondisi yang patut diwaspadai. Kortisol yang terus berada pada level tinggi akan mempercepat kerusakan kolagen, meningkatkan pigmentasi, dan membuat kulit semakin sensitif. “Itulah mengapa orang dengan stres kronis sering terlihat lebih cepat menua dibandingkan mereka yang mampu mengelola stres dengan baik,” tegasnya.
Baca juga: Jangan Risaukan Flek Hitam saat Bersepeda hingga Siang Hari
Tak hanya itu, hormon kortisol juga berperan dalam memicu terbentuknya radikal bebas serta kerusakan DNA sel kulit. Situasi ini dapat memperburuk tampilan kulit dan mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan. Dengan kata lain, stres tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan kulit seseorang.
Lebih lanjut, dr. Widya menambahkan bahwa kesehatan kulit merupakan hasil interaksi dari berbagai faktor, baik dari dalam tubuh maupun dari luar. Sinar ultraviolet (UV) misalnya, menjadi salah satu penyebab utama penuaan dini yang ditandai dengan flek hitam, keriput, dan kulit kendur. Polusi udara serta asap rokok juga tidak kalah berbahaya, karena keduanya mampu meningkatkan produksi radikal bebas dalam tubuh. Bila kondisi eksternal ini bertemu dengan stres batin, maka efeknya bisa saling memperburuk sehingga kulit tampak jauh lebih kusam dan tanda-tanda penuaan muncul lebih cepat.
Ia juga mengingatkan bahwa stres jangka panjang atau kronis merupakan kondisi yang patut diwaspadai. Kortisol yang terus berada pada level tinggi akan mempercepat kerusakan kolagen, meningkatkan pigmentasi, dan membuat kulit semakin sensitif. “Itulah mengapa orang dengan stres kronis sering terlihat lebih cepat menua dibandingkan mereka yang mampu mengelola stres dengan baik,” tegasnya.
Lihat Juga :