Taylor Swift Nyaris Jadi Sasaran, Orang Suruhan Justin Baldoni Nekat Dobrak Rumah Travis Kelce
Rabu, 24 September 2025 - 14:00 WIB
loading...
Taylor Swift nyaris jadi sasaran orang suruhan Justin Baldoni yang ditangkap di rumah sang kekasih, Travis Kelce di Kansas. Insiden ini langsung mengejutkan. Foto/Page Six
A
A
A
JAKARTA - Penyanyi Taylor Swift nyaris jadi sasaran orang suruhan Justin Baldoni yang ditangkap di rumah sang kekasih, Travis Kelce di Kansas. Insiden ini langsung mengejutkan publik karena melibatkan mantan polisi, Justin Lee Fisher, yang kini berprofesi sebagai detektif swasta.
Pria tersebut ditangkap aparat setempat setelah dilaporkan memasuki rumah Travis Kelce tanpa izin dalam upaya menyampaikan surat deposisi untuk Taylor Swift . Kasus ini menambah sorotan pada konflik hukum antara Justin Baldoni dan Blake Lively yang belakangan semakin memanas.
Dilansir dari Page Six, Rabu (24/9/2025), upaya pengacara Baldoni untuk menghadirkan Swift sebagai saksi justru berujung pada peristiwa dramatis yang menyeret nama sang megabintang pop dan atlet NFL tersebut.
![Taylor Swift Nyaris Jadi Sasaran, Orang Suruhan Justin Baldoni Nekat Dobrak Rumah Travis Kelce]()
Foto/People
Baca Juga: Pernikahan Taylor Swift-Travis Kelce Dipastikan Tertutup, hanya untuk Keluarga dan Sahabat
Menurut laporan Star, Justin Lee Fisher didakwa setelah melompati pagar di lingkungan pribadi Travis Kelce demi menyerahkan dokumen hukum kepada Taylor Swift. Departemen Kepolisian Leawood membenarkan adanya seorang pria yang ditangkap karena masuk tanpa izin pada 15 September 2025 sekitar pukul 02.00.
Walau tidak menyebutkan identitasnya, media menegaskan bahwa pria tersebut adalah Fisher. "Didakwa melompati pagar ke rumah pribadi di lingkungan pribadi," tulis laporan Star.
Polisi menyebut pria itu dikenakan tuduhan pelanggaran ringan berupa masuk tanpa izin sebelum akhirnya dibebaskan setelah membayar jaminan. Kasus ini kemudian dijadwalkan masuk ke persidangan di Pengadilan Kota Leawood pada 15 Oktober mendatang.
Dalam komentarnya, Fisher menyatakan dirinya tidak mengalami luka serius, tetapi penangkapannya berisiko membuat lisensinya sebagai detektif swasta dicabut. Fisher berkata, dirinya hanya menjalankan tugas sesuai instruksi pengacara Baldoni.
Fisher, yang pernah bekerja sebagai polisi sebelum beralih profesi menjadi detektif swasta, menambahkan bahwa tindakannya hanyalah bentuk pekerjaan profesional. Namun, aksinya justru membuatnya berhadapan dengan hukum dan berpotensi kehilangan izin resmi.
Baca Juga: 5 Momen Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Pertunangan nan Romantis di Taman Bunga
Kasus hukum yang melibatkan Justin Baldoni dan Blake Lively menjadi latar belakang insiden ini. Dua hari sebelum penangkapan, hakim yang menangani perkara menolak permintaan tim hukum Baldoni untuk memperpanjang waktu deposisi Taylor Swift.
"Satu-satunya pembenaran yang mereka berikan untuk perpanjangan tersebut adalah pernyataan mereka bahwa kewajiban profesional Swift yang sudah ada sebelumnya kini mencegahnya untuk hadir dalam deposisi sebelum 20 Oktober 2025," tulis Hakim Lewis Liman dalam putusan.
Hakim menilai tidak ada bukti bahwa tim Baldoni telah mengajukan panggilan pengadilan baru kepada Swift. Penolakan itu membuat upaya hukum pihak Baldoni dianggap gagal menunjukkan ketekunan yang memadai.
Nama Taylor Swift kini terseret dalam kasus ini, meskipun ia tidak secara langsung menjadi pihak yang bersengketa. Dokumen pengadilan menyebut bahwa Swift sempat “setuju” untuk memberi kesaksian jika jadwalnya diperpanjang. Namun, kuasa hukum Swift membantah kabar tersebut.
"Klien saya tidak setuju untuk memberikan deposisi. Namun, jika ia terpaksa memberikan deposisi, kami telah memberi tahu (setelah pertama kali mendengar tentang deposisi tersebut tiga hari yang lalu) bahwa jadwalnya akan mengakomodasi waktu yang dibutuhkan selama minggu tanggal 20 Oktober," jelasnya.
Baca Juga: Taylor Swift Tanggapi Permintaan Maaf Blake Lively yang Peralatnya untuk Menekan Justin Baldoni
Pria tersebut ditangkap aparat setempat setelah dilaporkan memasuki rumah Travis Kelce tanpa izin dalam upaya menyampaikan surat deposisi untuk Taylor Swift . Kasus ini menambah sorotan pada konflik hukum antara Justin Baldoni dan Blake Lively yang belakangan semakin memanas.
Dilansir dari Page Six, Rabu (24/9/2025), upaya pengacara Baldoni untuk menghadirkan Swift sebagai saksi justru berujung pada peristiwa dramatis yang menyeret nama sang megabintang pop dan atlet NFL tersebut.

Foto/People
Baca Juga: Pernikahan Taylor Swift-Travis Kelce Dipastikan Tertutup, hanya untuk Keluarga dan Sahabat
Kronologi Penangkapan Detektif di Rumah Travis Kelce
Menurut laporan Star, Justin Lee Fisher didakwa setelah melompati pagar di lingkungan pribadi Travis Kelce demi menyerahkan dokumen hukum kepada Taylor Swift. Departemen Kepolisian Leawood membenarkan adanya seorang pria yang ditangkap karena masuk tanpa izin pada 15 September 2025 sekitar pukul 02.00.
Walau tidak menyebutkan identitasnya, media menegaskan bahwa pria tersebut adalah Fisher. "Didakwa melompati pagar ke rumah pribadi di lingkungan pribadi," tulis laporan Star.
Polisi menyebut pria itu dikenakan tuduhan pelanggaran ringan berupa masuk tanpa izin sebelum akhirnya dibebaskan setelah membayar jaminan. Kasus ini kemudian dijadwalkan masuk ke persidangan di Pengadilan Kota Leawood pada 15 Oktober mendatang.
Alasan Justin Lee Fisher
Dalam komentarnya, Fisher menyatakan dirinya tidak mengalami luka serius, tetapi penangkapannya berisiko membuat lisensinya sebagai detektif swasta dicabut. Fisher berkata, dirinya hanya menjalankan tugas sesuai instruksi pengacara Baldoni.
Fisher, yang pernah bekerja sebagai polisi sebelum beralih profesi menjadi detektif swasta, menambahkan bahwa tindakannya hanyalah bentuk pekerjaan profesional. Namun, aksinya justru membuatnya berhadapan dengan hukum dan berpotensi kehilangan izin resmi.
Baca Juga: 5 Momen Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Pertunangan nan Romantis di Taman Bunga
Polemik Hukum Justin Baldoni vs Blake Lively
Kasus hukum yang melibatkan Justin Baldoni dan Blake Lively menjadi latar belakang insiden ini. Dua hari sebelum penangkapan, hakim yang menangani perkara menolak permintaan tim hukum Baldoni untuk memperpanjang waktu deposisi Taylor Swift.
"Satu-satunya pembenaran yang mereka berikan untuk perpanjangan tersebut adalah pernyataan mereka bahwa kewajiban profesional Swift yang sudah ada sebelumnya kini mencegahnya untuk hadir dalam deposisi sebelum 20 Oktober 2025," tulis Hakim Lewis Liman dalam putusan.
Hakim menilai tidak ada bukti bahwa tim Baldoni telah mengajukan panggilan pengadilan baru kepada Swift. Penolakan itu membuat upaya hukum pihak Baldoni dianggap gagal menunjukkan ketekunan yang memadai.
Taylor Swift Jadi Sasaran, Kuasa Hukum Angkat Bicara
Nama Taylor Swift kini terseret dalam kasus ini, meskipun ia tidak secara langsung menjadi pihak yang bersengketa. Dokumen pengadilan menyebut bahwa Swift sempat “setuju” untuk memberi kesaksian jika jadwalnya diperpanjang. Namun, kuasa hukum Swift membantah kabar tersebut.
"Klien saya tidak setuju untuk memberikan deposisi. Namun, jika ia terpaksa memberikan deposisi, kami telah memberi tahu (setelah pertama kali mendengar tentang deposisi tersebut tiga hari yang lalu) bahwa jadwalnya akan mengakomodasi waktu yang dibutuhkan selama minggu tanggal 20 Oktober," jelasnya.
Baca Juga: Taylor Swift Tanggapi Permintaan Maaf Blake Lively yang Peralatnya untuk Menekan Justin Baldoni
(dra)
Lihat Juga :