Transplantasi Ginjal Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien, Tak Perlu Lagi Cuci Darah
Sabtu, 27 September 2025 - 14:39 WIB
loading...
Transplantasi ginjal bisa tingkatkan kualitas hidup pasien, tak perlu lagi cuci darah. (Foto/Annastasya Rizqi)
A
A
A
JAKARTA - Pasien gagal ginjal umumnya harus menjalani cuci darah atau hemodialisis untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Prosedur ini bertujuan menyaring darah dari sisa metabolisme, racun dan kelebihan cairan dengan bantuan mesin khusus.
Namun, kini ada harapan baru bagi pasien melalui transplantasi ginjal. Tindakan ini disarankan dokter karena mampu meningkatkan peluang kesembuhan, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas normal seperti sedia kala.
“Pasien cuci darah itu pada akhirnya kematiannya setelah lima tahun cukup tinggi. Jadi, ini tidak membuat pasien kembali seperti semula,” kata dr. Renan Sukmawan,SP.JP(K), PHD, Direktur Pelayanan Medis RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, dalam Seminar Nasional PERSI, BSD, Tangerang, Jumat (26/9/2025).
Baca Juga: Peningkatan Pasien Gagal Ginjal Dorong Urgensi Penanganan dan Pencegahan Dini
Dia menjelaskan prosedur transplantasi bisa meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal, sehingga tak perlu lagi melakukan cuci darah. Pasien bisa kembali sehat dengan metabolisme yang meningkat.
“Kalau transplantasi, nanti dia tidak perlu cuci darah lagi. Memang dia perlu obat untuk maintain, namun kesehariannya sama seperti dia saat sehat ketika habis transplantasi,” kata dr. Renan.
“Kualitas hidupnya bisa kembali seperti dulu. Metabolismenya lancar, tekanan darahnya juga terkontrol dan paling penting umurnya bisa panjang,” ucapnya.
Baca Juga: Waspada! 5 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Picu Gagal Ginjal Tanpa Disadari
Di tengah manfaat transplantasi untuk pasien gagal ginjal, dr. Renan mengatakan adanya tantangan bagi rumah sakit, salah satunya rendahnya angka pendonor. dr. Renan menjelaskan bahwa pemerintah berupaya melakukan edukasi publik berkelanjutan dan pelibatan tokoh agama atau masyarakat untuk peningkatan donor.
“Cuma di Indonesia soal donornya masih jadi masalah. Pemerintah akan menyedikan sarana-sarananya. Jadi, bagaimana kita meyakini masyarakat bahwa mendonorkan ginjal tidak berbahaya,” ucapnya.
Namun, kini ada harapan baru bagi pasien melalui transplantasi ginjal. Tindakan ini disarankan dokter karena mampu meningkatkan peluang kesembuhan, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas normal seperti sedia kala.
“Pasien cuci darah itu pada akhirnya kematiannya setelah lima tahun cukup tinggi. Jadi, ini tidak membuat pasien kembali seperti semula,” kata dr. Renan Sukmawan,SP.JP(K), PHD, Direktur Pelayanan Medis RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, dalam Seminar Nasional PERSI, BSD, Tangerang, Jumat (26/9/2025).
Baca Juga: Peningkatan Pasien Gagal Ginjal Dorong Urgensi Penanganan dan Pencegahan Dini
Dia menjelaskan prosedur transplantasi bisa meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal, sehingga tak perlu lagi melakukan cuci darah. Pasien bisa kembali sehat dengan metabolisme yang meningkat.
“Kalau transplantasi, nanti dia tidak perlu cuci darah lagi. Memang dia perlu obat untuk maintain, namun kesehariannya sama seperti dia saat sehat ketika habis transplantasi,” kata dr. Renan.
“Kualitas hidupnya bisa kembali seperti dulu. Metabolismenya lancar, tekanan darahnya juga terkontrol dan paling penting umurnya bisa panjang,” ucapnya.
Baca Juga: Waspada! 5 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Picu Gagal Ginjal Tanpa Disadari
Di tengah manfaat transplantasi untuk pasien gagal ginjal, dr. Renan mengatakan adanya tantangan bagi rumah sakit, salah satunya rendahnya angka pendonor. dr. Renan menjelaskan bahwa pemerintah berupaya melakukan edukasi publik berkelanjutan dan pelibatan tokoh agama atau masyarakat untuk peningkatan donor.
“Cuma di Indonesia soal donornya masih jadi masalah. Pemerintah akan menyedikan sarana-sarananya. Jadi, bagaimana kita meyakini masyarakat bahwa mendonorkan ginjal tidak berbahaya,” ucapnya.
(tty)
Lihat Juga :