Ajinomoto Dukung Kesehatan Kerja Lewat Simposium IDKI 2025

Senin, 29 September 2025 - 11:00 WIB
loading...
Ajinomoto Dukung Kesehatan...
PT Ajinomoto Indonesia memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - PT Ajinomoto Indonesia memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman dengan berpartisipasi dalam Simposium dan Workshop Kesehatan Kerja yang digelar oleh Perhimpunan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI) di Manhattan Hotel, Kuningan, Jakarta.

Acara ini menghadirkan para pakar dan praktisi kesehatan kerja, termasuk dokter perusahaan, HRD, dan profesional HSE dari berbagai sektor industri, dengan fokus pada peningkatan kapasitas dokter perusahaan dalam menghadapi tantangan kesehatan kerja modern. Sebagai organisasi profesi di bawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI), IDKI berperan memperkuat kontribusi dokter perusahaan melalui layanan preventif, kuratif, dan rehabilitatif, sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor agar dunia usaha mampu beradaptasi dengan kompleksitas isu kesehatan kerja di era modern.

Partisipasi Ajinomoto dalam kegiatan ini sejalan dengan tujuan perusahaan dalam mendukung kesejahteraan berkelanjutan bagi manusia, masyarakat, dan bumi melalui pendekatan AminoScience. Tidak hanya berkontribusi secara eksternal, Ajinomoto juga aktif membangun budaya hidup sehat di lingkungan internal perusahaan melalui berbagai inisiatif Ajinomoto Health Provider.

Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah Health Provider Badges Program, sebuah inisiatif edukatif perusahaan yang bertujuan meningkatkan literasi gizi dan kesehatan di kalangan karyawan.

Menurut Indra Nurcahyo, Head of Human Resources Department – PT Ajinomoto Indonesia, “Perusahaan juga perlu menciptakan ‘attractive programs which can change our employee healthy behaviour’ untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan di kalangan karyawan. Program ini terbukti efektif, ditandai dengan peningkatan signifikan pada health age yang tercermin dari hasil Medical Check Up (MCU) karyawan setiap tahunnya. Selain itu juga dapat dilihat perubahan pola makan gizi seimbang, yang tumbuh melalui partisipasi aktif dalam program edukatif tersebut. Selain itu terdapat kegiatan pendukung berupa Fun & Health Activities, yang mencakup kegiatan ‘exercise’ dan lose weight challenge’. Sinergi antara edukasi dan aktivitas fisik ini mendorong karyawan untuk lebih peduli terhadap gaya hidup sehat, sehingga berdampak positif terhadap kondisi kesehatan karyawan serta peningkatan produktifitas kerja secara menyeluruh,” ujarnya.

Keberhasilan program ini disampaikan langsung oleh dr. Rafael Nanda R, MKK, Wakil Sekertaris Pengurus Pusat IDKI dalam sesi bertajuk “Nutrition Related Diseases Program at Work”. Ia menyampaikan bahwa implementasi program tersebut di Ajinomoto telah memberikan dampak positif yang signifikan. “Kami melihat adanya peningkatan hasil Medical Check-Up (MCU) karyawan setelah mengikuti program ini. Ini menunjukkan bahwa edukasi yang konsisten dan pendekatan yang terstruktur mampu mendorong perubahan perilaku sehat di tempat kerja,” ujar dr. Rafael.

Dalam upaya untuk terus meningkatkan kesehatan tubuh saat bekerja, penting juga bagi setiap pekerja untuk menjaga asupan konsumsi makanan harian yang lebih seimbang, tidak kurang, dan tidak berlebihan. Supaya, para karyawan dapat terhindar dari penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes yang sering kali tidak menunjukkan gejala yang spesifik.

Lebih lanjut terkait penyakit degeneratif dan rekomendasi pencegahannya, dr. Yohan Samudra, SpGK, AIFO-K, spesialis gizi klinik RS Premier Bintaro, menjelaskan lebih lanjut dalam sesi bertajuk “Be Wise in Using Salt”. Ia menjelaskan bahwa penyakit degeneratif merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan kerusakan dan penurunan fungsi sel, jaringan, atau organ tubuh seiring waktu, yang umumnya dipicu oleh penuaan dan gaya hidup tidak sehat. Salah satu contohnya adalah penyakit jantung dan pembuluh darah yang sering kali berawal dari hipertensi, yakni kondisi tekanan darah yang terus-menerus melebihi batas normal. Salah satu faktor pemicunya adalah konsumsi garam berlebih.

Rata-rata orang Indonesia mengonsumsi garam dua kali lipat dari batas yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia, yaitu 5 gram atau sekitar satu sendok teh per hari. Bahkan, 5 dari 10 orang Indonesia melebihi angka tersebut. Mengatasi hal ini, caranya bisa dengan Bijak Garam yang menawarkan solusi cermat dengan mengurangi penggunaan garam pada saat memasak makanan, dan menambahkan sedikit monosudium glutamate (MSG).

Dengan cara ini, asupan natrium kita berkurang, dan cita rasa makanan yang kita konsumsi tetap lezat. Mengapa bisa demikian? Karena faktanya, jika dibandingkan dengan garam dapur biasa, kandungan natrium dalam MSG itu hanya 1/3 nya saja, lebih sedikit.

Kampanye Bijak Garam bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengurangi konsumsi garam guna menurunkan risiko hipertensi, tanpa mengorbankan cita rasa. Ajinomoto menawarkan solusi praktis melalui penerapan sederhana yang tetap menjaga kelezatan masakan. Cukup gunakan 1 sendok teh garam dan ½ sendok teh MSG AJI-NOMOTO untuk 1 liter air atau kuah masakan.

Melalui partisipasi aktif dalam simposium ini, Ajinomoto Indonesia berharap dapat terus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di bidang kesehatan kerja. Dengan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan, perusahaan percaya bahwa produktivitas dan kesejahteraan karyawan dapat berjalan beriringan, memberikan kontribusi positif bagi pembangunan nasional.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Jangan Tunggu Keluhan,...
Jangan Tunggu Keluhan, Pemeriksaan Mata Anak Perlu Dilakukan Sejak Dini
5 Manfaat Kopi yang...
5 Manfaat Kopi yang Jarang Diketahui, Bikin Panjang Umur hingga Cegah Penyakit Kronis
Nunung Tekankan Pentingnya...
Nunung Tekankan Pentingnya Perawatan Alami untuk Kesehatan Tubuh dan Benjolan
Gaya Hidup Sehat Perempuan...
Gaya Hidup Sehat Perempuan Dimulai dari Deteksi Dini
Imunodefisiensi Primer...
Imunodefisiensi Primer Masih Sulit Terdeteksi, IPIPS Ungkap Fakta dan Tantangan di Indonesia
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
Rekomendasi
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Krakatau Posco Tanamkan...
Krakatau Posco Tanamkan Budaya Keselamatan kepada Generasi Muda
Berita Terkini
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
Samuel Cipta Hadirkan...
Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Program Loyalitas Jadi...
Program Loyalitas Jadi Strategi Pusat Belanja Menjaga Kedekatan dengan Pengunjung
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved