Tren Baru Pelukan Pelepas Stres Diburu Para Perempuan Muda di China
Senin, 06 Oktober 2025 - 10:01 WIB
loading...
Pelukan pelepas stres diburu para wanita muda di China. Foto/Sinar Daily
A
A
A
JAKARTA - Semakin banyak perempuan muda di China yang membutuhkan pelukan pelepas stress dari seorang pria. Mereka rela merogoh kocek sebesar yang merogoh kocek 50 yuan atau setara Rp112 ribu untuk mendapatkan pelukan pelepas stres selama lima menit dari "man mums".
Istilah "man mums" sedang menjamur di media sosial China. Istilah ini awalnya menggambarkan para pengunjung pusat kebugaran yang berotot, tetapi sekarang merujuk pada pria yang menggabungkan kekuatan fisik dengan sifat-sifat feminin seperti kelembutan dan kesabaran.
Salah seorang mahasiswi China yang stres baru-baru ini mengunggah postingan di media sosial bahwa ia ingin membayar untuk pelukan dari seorang "man mum" yang baik hati dan bugar untuk mengatasi tekanan skripsi.
Baca Juga : Aneh! Remaja China Gunakan Empeng untuk Redakan Stres
"Saya pernah dipeluk saat SMA dan merasa aman. Kita bisa berpelukan selama lima menit di stasiun kereta bawah tanah," tulisnya.
Unggahan tersebut menjadi viral, dan dikomntari lebih dari 100.000 netizen.
Pencarian "man mum" di media sosial banyak diisi unggahan dari perempuan di kota-kota besar yang ingin membayar untuk sebuah pelukan.
Mereka memilih pria-pria yang sopan santun, sabar, memiliki bentuk tubuh ideal, dan penampilan menarik. Sesekali mereka mengobrol secara pribadi sebelum bertemu. Kebanyakan pelukan terjadi di tempat umum seperti stasiun kereta bawah tanah atau pusat perbelanjaan.
Baca Juga : 5 Makanan yang Bisa Atasi Stres Akibat Kesepian, Comfort Food untuk Tingkatkan Mood
Seorang perempuan mengatakan bahwa setelah tiga jam lembur, ia bagai bertemu seorang ibu yang memeluknya selama tiga menit, menepuk bahunya dengan lembut sambil menceritakan keluh kesahnya tentang bosnya.
Seorang perempuan lain, bermarga Chen, mengatakan ia merasa sedih setelah diet yang gagal dan akhirnya memeluk seorang mahasiswa pascasarjana dari universitas terdekat.
Seorang pria yang telah menawarkan pelukan sebanyak tiga kali mengatakan bahwa pekerjaan memberinya “rasa harga diri”.
Pria lain, Zhou, yang juga menyediakan pelukan, percaya bahwa pekerjaannya membantu orang lain. Ia merasa sangat empati bahwa banyak klien berjuang dengan kecemasan penampilan atau stres kerja. Hingga April, ia telah memberikan 34 pelukan, menghasilkan 1.758 yuan (US$240).
Zhou selalu memastikan untuk berdandan, memakai parfum, dan menata rambutnya untuk memberikan kesan yang baik.
Ia mengatakan ia tidak ingin mencari nafkah dari berpelukan, dengan alasan bahwa tarif justru justru akan membuat jarak emosional.
Tren ini telah memicu beragam respon. Su Dan, seorang pengacara dari Firma Hukum Hunan Gangwei di Tiongkok Tengah, memperingatkan bahwa beberapa orang mungkin menggunakan pelukan berbayar sebagai kedok pelecehan seksual.
Istilah "man mums" sedang menjamur di media sosial China. Istilah ini awalnya menggambarkan para pengunjung pusat kebugaran yang berotot, tetapi sekarang merujuk pada pria yang menggabungkan kekuatan fisik dengan sifat-sifat feminin seperti kelembutan dan kesabaran.
Salah seorang mahasiswi China yang stres baru-baru ini mengunggah postingan di media sosial bahwa ia ingin membayar untuk pelukan dari seorang "man mum" yang baik hati dan bugar untuk mengatasi tekanan skripsi.
Baca Juga : Aneh! Remaja China Gunakan Empeng untuk Redakan Stres
"Saya pernah dipeluk saat SMA dan merasa aman. Kita bisa berpelukan selama lima menit di stasiun kereta bawah tanah," tulisnya.
Unggahan tersebut menjadi viral, dan dikomntari lebih dari 100.000 netizen.
Pencarian "man mum" di media sosial banyak diisi unggahan dari perempuan di kota-kota besar yang ingin membayar untuk sebuah pelukan.
Mereka memilih pria-pria yang sopan santun, sabar, memiliki bentuk tubuh ideal, dan penampilan menarik. Sesekali mereka mengobrol secara pribadi sebelum bertemu. Kebanyakan pelukan terjadi di tempat umum seperti stasiun kereta bawah tanah atau pusat perbelanjaan.
Baca Juga : 5 Makanan yang Bisa Atasi Stres Akibat Kesepian, Comfort Food untuk Tingkatkan Mood
Seorang perempuan mengatakan bahwa setelah tiga jam lembur, ia bagai bertemu seorang ibu yang memeluknya selama tiga menit, menepuk bahunya dengan lembut sambil menceritakan keluh kesahnya tentang bosnya.
Seorang perempuan lain, bermarga Chen, mengatakan ia merasa sedih setelah diet yang gagal dan akhirnya memeluk seorang mahasiswa pascasarjana dari universitas terdekat.
Seorang pria yang telah menawarkan pelukan sebanyak tiga kali mengatakan bahwa pekerjaan memberinya “rasa harga diri”.
Pria lain, Zhou, yang juga menyediakan pelukan, percaya bahwa pekerjaannya membantu orang lain. Ia merasa sangat empati bahwa banyak klien berjuang dengan kecemasan penampilan atau stres kerja. Hingga April, ia telah memberikan 34 pelukan, menghasilkan 1.758 yuan (US$240).
Zhou selalu memastikan untuk berdandan, memakai parfum, dan menata rambutnya untuk memberikan kesan yang baik.
Ia mengatakan ia tidak ingin mencari nafkah dari berpelukan, dengan alasan bahwa tarif justru justru akan membuat jarak emosional.
Tren ini telah memicu beragam respon. Su Dan, seorang pengacara dari Firma Hukum Hunan Gangwei di Tiongkok Tengah, memperingatkan bahwa beberapa orang mungkin menggunakan pelukan berbayar sebagai kedok pelecehan seksual.
(wur)
Lihat Juga :