Studi: Pneumotoraks Muncul sebagai Komplikasi Baru COVID-19

loading...
Studi: Pneumotoraks Muncul sebagai Komplikasi Baru COVID-19
Berdasarkan sebuah studi terbaru, sebanyak 1 dari 100 pasien yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 mengalami pneumotoraks, atau paru-paru tertusuk. Foto/istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Berdasarkan sebuah studi terbaru, sebanyak 1 dari 100 pasien yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 mengalami pneumotoraks, atau paru-paru tertusuk. Penemuan ini disarankan oleh serangkaian kasus observasi multisenter yang diterbitkan dalam jurnal European Respiratory.

Pneumotoraks, menurut MayoClinic merupakan paru-paru yang kolaps. Pneumotoraks terjadi ketika udara bocor ke ruang antara paru-paru dan dinding dada. Udara ini mendorong bagian luar paru-paru Anda dan membuatnya kolaps. Pneumotoraks dapat berupa kolaps paru-paru total atau kolaps hanya sebagian dari paru-paru.

Dilansir Times Now News, kondisi ini biasanya terjadi pada pria sangat tinggi, muda, atau lebih tua yang memiliki penyakit paru-paru. (Baca juga: Pelanggar Protokol Kesehatan di Jakarta Bisa Dikenai Sanksi Kurungan)

Menurut peneliti dari University of Cambridge, para peneliti mengidentifikasi pasien COVID-19 yang tidak memiliki ciri-ciri di atas tetapi memiliki tusukan paru-paru, dari Maret hingga Juni, di 16 rumah sakit di Inggris.

"Kami mulai melihat pasien (COVID-19) terkena paru-paru yang tertusuk, bahkan di antara mereka yang tidak menggunakan ventilator," kata Stefan Marciniak, MB BChir, PhD, dari University of Cambridge.



"Untuk melihat apakah ini adalah hubungan nyata, saya menghubungi rekan-rekan pernapasan di seluruh Inggris melalui Twitter. Responnya dramatis, ini jelas sesuatu yang orang lain di bidang yang kami lihat," lanjutnya seperti dikutip di sebuah laporan oleh Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular.

Dari 71, 60 pasien COVID-19 yang termasuk dalam penelitian ini memiliki paru-paru yang tertusuk, termasuk dua pasien yang mengalami episode pneumotoraks yang berbeda, sehingga totalnya terdapat 62 tusukan paru-paru. (Baca juga: Cara Sederhana untuk Cegah Kanker Payudara)

Menurut para ahli, risiko kematian atau komplikasi lebih lanjut akibat kondisi tersebut bergantung pada tingkat keparahan pneumotoraks. Jika sedikit udara yang terperangkap di antara paru-paru, ia dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi jika paru-paru runtuh dan tidak ditangani, kondisinya juga bisa berakibat fatal.

Sebagai pencegahan, disarankan agar masyarakat tetap di rumah, memakai masker saat berada di luar ruangan, dan mempraktikkan kebersihan tangan dan pernafasan yang benar untuk menghindari tertular COVID-19. Orang yang termasuk dalam kategori risiko tinggi, seperti perokok, orang yang berusia di atas 60 tahun, atau mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu terutama paru-paru, sebaiknya tetap di rumah.
(tdy)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top