Studi: Pneumotoraks Muncul sebagai Komplikasi Baru COVID-19
Senin, 14 September 2020 - 19:31 WIB
loading...
Berdasarkan sebuah studi terbaru, sebanyak 1 dari 100 pasien yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 mengalami pneumotoraks, atau paru-paru tertusuk. Foto/istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Berdasarkan sebuah studi terbaru, sebanyak 1 dari 100 pasien yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 mengalami pneumotoraks, atau paru-paru tertusuk. Penemuan ini disarankan oleh serangkaian kasus observasi multisenter yang diterbitkan dalam jurnal European Respiratory.
Pneumotoraks , menurut MayoClinic merupakan paru-paru yang kolaps. Pneumotoraks terjadi ketika udara bocor ke ruang antara paru-paru dan dinding dada. Udara ini mendorong bagian luar paru-paru Anda dan membuatnya kolaps. Pneumotoraks dapat berupa kolaps paru-paru total atau kolaps hanya sebagian dari paru-paru.
Dilansir Times Now News, kondisi ini biasanya terjadi pada pria sangat tinggi, muda, atau lebih tua yang memiliki penyakit paru-paru. (Baca juga: Pelanggar Protokol Kesehatan di Jakarta Bisa Dikenai Sanksi Kurungan )
Menurut peneliti dari University of Cambridge, para peneliti mengidentifikasi pasien COVID-19 yang tidak memiliki ciri-ciri di atas tetapi memiliki tusukan paru-paru, dari Maret hingga Juni, di 16 rumah sakit di Inggris.
"Kami mulai melihat pasien (COVID-19) terkena paru-paru yang tertusuk, bahkan di antara mereka yang tidak menggunakan ventilator," kata Stefan Marciniak, MB BChir, PhD, dari University of Cambridge.
Pneumotoraks , menurut MayoClinic merupakan paru-paru yang kolaps. Pneumotoraks terjadi ketika udara bocor ke ruang antara paru-paru dan dinding dada. Udara ini mendorong bagian luar paru-paru Anda dan membuatnya kolaps. Pneumotoraks dapat berupa kolaps paru-paru total atau kolaps hanya sebagian dari paru-paru.
Dilansir Times Now News, kondisi ini biasanya terjadi pada pria sangat tinggi, muda, atau lebih tua yang memiliki penyakit paru-paru. (Baca juga: Pelanggar Protokol Kesehatan di Jakarta Bisa Dikenai Sanksi Kurungan )
Menurut peneliti dari University of Cambridge, para peneliti mengidentifikasi pasien COVID-19 yang tidak memiliki ciri-ciri di atas tetapi memiliki tusukan paru-paru, dari Maret hingga Juni, di 16 rumah sakit di Inggris.
"Kami mulai melihat pasien (COVID-19) terkena paru-paru yang tertusuk, bahkan di antara mereka yang tidak menggunakan ventilator," kata Stefan Marciniak, MB BChir, PhD, dari University of Cambridge.
Lihat Juga :