Immunotherapy Bantu Tingkatkan Harapan Hidup Pasien Kanker Paru
Jum'at, 14 November 2025 - 06:47 WIB
loading...
Immunotherapy menjadi harapan baru bagi penyitas kanker paru. Foto/biotherapy international
A
A
A
Kanker paru masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Dikenal sebagai “silent killer”, penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak pasien baru menyadari kondisinya setelahmemasuki fase lanjut. Kanker paru dapat berkembang cepat dan menyerang bagian lain dari tubuh, menjadikannya salah satu jenis kanker paling mematikan di dunia.
Selama bertahun-tahun, kemoterapi menjadi pengobatan utama bagi pasien kanker paru. Namun efektivitasnya terbatas dan efek sampingnya sering kali berat. Kini pengobatan baru seperti targeted therapy dan immunotherapy bisa menjadi harapan baru bagi pasien kanker paru.
Dr. Lim Hong Liang, Senior Consultant in Medical Oncology di Parkway Cancer Centre (PCC), mengatakan terapi ini bekerja dengan mengaktifkan sistem imun tubuh agar dapat mengenali dan menghancurkan sel kanker secara alami.
Baca Juga : Wajib Tahu, Segini Batas Aman Konsumsi Kafein Harian Bagi Pecinta Kopi
“Efeknya bisa bertahan lama seperti vaksinasi terhadap kanker,” kata Dr. Lim dalam keterangan resminya.
Dalam beberapa kasus, immunotherapy dapat memberikan kontrol jangka panjang dan meningkatkan kelangsungan hidup hingga lima tahun bagi sebagian pasien.
“Studi menunjukkan bahwa pasien kanker paru stadium lanjut yang menjalani immunotherapy memiliki tingkat kelangsungan hidup lima tahun sebesar 23%, dibandingkan kurang dari 5% pada terapi konvensional,” jelas Dr. Lim.
Dr. Lim menjelaskan bahwa setiap pasien memilikikarakteristik unik baik secara biologis maupun emosionalsehingga terapi harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Baca Juga : Duduk Terlalu Lama Ternyata Bisa Picu Alzheimer, Ini 5 Cara untuk Mencegahnya
Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
Berdasarkan data Global Cancer Observatory (Globocan) 2022, dalam lima tahun terakhir (2018–2022), terdapat 2.48juta kasus kanker paru atau sekitar 12,5% dari total kasuskanker di dunia, menjadikannya jenis kanker dengan jumlahkasus tertinggi secara global.
Untuk itu, Dr. Lim menegaskan deteksi dini merupakan cara paling tepat dalam pencegahan kanker paru. Dia menekankan pentingnya deteksi dini melalui CT scan dosis rendah, yang terbukti mampu mendeteksi kanker paru sebelum muncul gejala klinis.
“Deteksi dini meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan. Semakin cepat kanker ditemukan, semakin besar kemungkinan untuk diobati dengan efektif,” tambahnya.
Selama bertahun-tahun, kemoterapi menjadi pengobatan utama bagi pasien kanker paru. Namun efektivitasnya terbatas dan efek sampingnya sering kali berat. Kini pengobatan baru seperti targeted therapy dan immunotherapy bisa menjadi harapan baru bagi pasien kanker paru.
Dr. Lim Hong Liang, Senior Consultant in Medical Oncology di Parkway Cancer Centre (PCC), mengatakan terapi ini bekerja dengan mengaktifkan sistem imun tubuh agar dapat mengenali dan menghancurkan sel kanker secara alami.
Baca Juga : Wajib Tahu, Segini Batas Aman Konsumsi Kafein Harian Bagi Pecinta Kopi
“Efeknya bisa bertahan lama seperti vaksinasi terhadap kanker,” kata Dr. Lim dalam keterangan resminya.
Dalam beberapa kasus, immunotherapy dapat memberikan kontrol jangka panjang dan meningkatkan kelangsungan hidup hingga lima tahun bagi sebagian pasien.
“Studi menunjukkan bahwa pasien kanker paru stadium lanjut yang menjalani immunotherapy memiliki tingkat kelangsungan hidup lima tahun sebesar 23%, dibandingkan kurang dari 5% pada terapi konvensional,” jelas Dr. Lim.
Dr. Lim menjelaskan bahwa setiap pasien memilikikarakteristik unik baik secara biologis maupun emosionalsehingga terapi harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Baca Juga : Duduk Terlalu Lama Ternyata Bisa Picu Alzheimer, Ini 5 Cara untuk Mencegahnya
Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
Berdasarkan data Global Cancer Observatory (Globocan) 2022, dalam lima tahun terakhir (2018–2022), terdapat 2.48juta kasus kanker paru atau sekitar 12,5% dari total kasuskanker di dunia, menjadikannya jenis kanker dengan jumlahkasus tertinggi secara global.
Untuk itu, Dr. Lim menegaskan deteksi dini merupakan cara paling tepat dalam pencegahan kanker paru. Dia menekankan pentingnya deteksi dini melalui CT scan dosis rendah, yang terbukti mampu mendeteksi kanker paru sebelum muncul gejala klinis.
“Deteksi dini meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan. Semakin cepat kanker ditemukan, semakin besar kemungkinan untuk diobati dengan efektif,” tambahnya.
(wur)
Lihat Juga :