Penelitian: Ubah Pola Makan ke Diet Mediterania Bisa Tambah Umur Bertahun-Tahun
Jum'at, 21 November 2025 - 06:30 WIB
loading...
Diet Mediterania berasal dari negara-negara di sekitar Laut Mediterania, seperti Italia, Yunani, dan Spanyol. Foto/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - Banyak orang ingin hidup lebih lama dan lebih sehat, tapi sulit mengubah kebiasaan hidup menjadi lebih sehat. Padahal, menurut sejumlah penelitian baru, tidak perlu melakukan perubahan besar untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang signifikan.
Cukup dengan mengubah beberapa kebiasaan makan saja, Anda bisa menambah usia Anda bertahun-tahun. Dilansir dari Eatingwell, penelitian menunjukkan bahwa beralih dari pola makan ala Barat yang banyak mengandung makanan olahan, gula tambahan, dan daging merah ke pola makan yang lebih alami dan seimbang dapat memberikan dampak besar.
Baca juga: 5 Artis Hollywood yang Pernah Jalani Diet Mediterania, dari Selena Gomez hingga Cameron Diaz
Pola makan yang dimaksud adalah pola makan yang kaya buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, hingga yogurt. Menariknya, semua makanan sehat ini adalah bagian dari diet Mediterania , salah satu pola makan tradisional yang paling terkenal di dunia.
Diet Mediterania berasal dari negara-negara di sekitar Laut Mediterania, seperti Italia, Yunani, dan Spanyol. Orang-orang di wilayah ini terkenal memiliki angka harapan hidup yang tinggi dan risiko penyakit kronis yang lebih rendah.
Baca juga: Ayo Coba, Diet Medeterania untuk Perbaiki Kesehatan Pencernaan
Para ahli percaya bahwa salah satu “rahasia” mereka adalah cara mereka makan. Di mana pola makan Diet Mediterania ini menekankan pada: banyak sayuran dan buah segar protein sehat dari ikan lemak baik dari minyak zaitun kacang-kacangan dan biji-bijian yogurt dan keju dalam jumlah sedang, jarang mengonsumsi daging merah.
Yang menarik, diet ini tidak mengharuskan menghitung kalori atau menghindari makanan tertentu secara ketat. Hanya perlu lebih sering memilih makanan alami daripada makanan olahan. Para ahli menemukan bahwa beberapa makanan punya manfaat yang lebih besar dibanding yang lain.
Brokoli kaya akan antioksidan dan senyawa khusus yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Makanan ini juga baik untuk pencernaan dan kesehatan jantung.
Yogurt mengandung banyak protein dan probiotik. Selain baik untuk kesehatan usus, penelitian juga menemukan bahwa konsumsi yogurt bisa membantu menurunkan risiko diabetes.
Bayam, kale, dan sayuran hijau lainnya mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang membantu menjaga kesehatan otak dan jantung.
Almond, walnut, dan kacang lainnya mengandung lemak sehat yang baik untuk jantung. Konsumsi kacang setiap hari juga diketahui dapat menurunkan risiko penyakit kronis.
Ikan salmon penuh dengan omega-3 yang baik untuk otak dan jantung. Studi menunjukkan bahwa makanan kaya omega-3 membantu memperlambat proses penuaan biologis.
Makanan-makanan di dalam diet Mediterania bekerja bersama untuk mengurangi peradangan dalam tubuh, memperbaiki kesehatan jantung, menjaga gula darah tetap stabil, dan melindungi tubuh dari stres oksidatif.
Kombinasi semua manfaat ini membuat tubuh lebih kuat, sehat, dan terlindungi dari penyakit yang biasanya muncul seiring bertambahnya usia. Bahkan, beberapa penelitian besar menemukan bahwa orang yang rutin mengikuti diet ini memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung, stroke, kanker, hingga Alzheimer.
Cukup dengan mengubah beberapa kebiasaan makan saja, Anda bisa menambah usia Anda bertahun-tahun. Dilansir dari Eatingwell, penelitian menunjukkan bahwa beralih dari pola makan ala Barat yang banyak mengandung makanan olahan, gula tambahan, dan daging merah ke pola makan yang lebih alami dan seimbang dapat memberikan dampak besar.
Baca juga: 5 Artis Hollywood yang Pernah Jalani Diet Mediterania, dari Selena Gomez hingga Cameron Diaz
Pola makan yang dimaksud adalah pola makan yang kaya buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, hingga yogurt. Menariknya, semua makanan sehat ini adalah bagian dari diet Mediterania , salah satu pola makan tradisional yang paling terkenal di dunia.
Diet Mediterania berasal dari negara-negara di sekitar Laut Mediterania, seperti Italia, Yunani, dan Spanyol. Orang-orang di wilayah ini terkenal memiliki angka harapan hidup yang tinggi dan risiko penyakit kronis yang lebih rendah.
Baca juga: Ayo Coba, Diet Medeterania untuk Perbaiki Kesehatan Pencernaan
Para ahli percaya bahwa salah satu “rahasia” mereka adalah cara mereka makan. Di mana pola makan Diet Mediterania ini menekankan pada: banyak sayuran dan buah segar protein sehat dari ikan lemak baik dari minyak zaitun kacang-kacangan dan biji-bijian yogurt dan keju dalam jumlah sedang, jarang mengonsumsi daging merah.
Yang menarik, diet ini tidak mengharuskan menghitung kalori atau menghindari makanan tertentu secara ketat. Hanya perlu lebih sering memilih makanan alami daripada makanan olahan. Para ahli menemukan bahwa beberapa makanan punya manfaat yang lebih besar dibanding yang lain.
Berikut beberapa makanan yang disebut bisa membantu Anda hidup lebih lama:
1. Brokoli
Brokoli kaya akan antioksidan dan senyawa khusus yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Makanan ini juga baik untuk pencernaan dan kesehatan jantung.
2. Yogurt
Yogurt mengandung banyak protein dan probiotik. Selain baik untuk kesehatan usus, penelitian juga menemukan bahwa konsumsi yogurt bisa membantu menurunkan risiko diabetes.
3. Sayuran Hijau Gelap
Bayam, kale, dan sayuran hijau lainnya mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang membantu menjaga kesehatan otak dan jantung.
4. Kacang-kacangan
Almond, walnut, dan kacang lainnya mengandung lemak sehat yang baik untuk jantung. Konsumsi kacang setiap hari juga diketahui dapat menurunkan risiko penyakit kronis.
5. Salmon
Ikan salmon penuh dengan omega-3 yang baik untuk otak dan jantung. Studi menunjukkan bahwa makanan kaya omega-3 membantu memperlambat proses penuaan biologis.
Makanan-makanan di dalam diet Mediterania bekerja bersama untuk mengurangi peradangan dalam tubuh, memperbaiki kesehatan jantung, menjaga gula darah tetap stabil, dan melindungi tubuh dari stres oksidatif.
Kombinasi semua manfaat ini membuat tubuh lebih kuat, sehat, dan terlindungi dari penyakit yang biasanya muncul seiring bertambahnya usia. Bahkan, beberapa penelitian besar menemukan bahwa orang yang rutin mengikuti diet ini memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung, stroke, kanker, hingga Alzheimer.
(nnz)
Lihat Juga :