JK Rowling Kritik Transgender di Buku Barunya, #RIPJKRowling Jadi Trending
Selasa, 15 September 2020 - 09:07 WIB
loading...
J.K. Rowling menjadi viral di media sosial pada Senin (15/9/2020) setelah memperkenalkan buku yang mengulas komunitas transgender. Hal ini yang memunculkan tagar #RIPJKRowling. Foto/nbcnews..
A
A
A
JAKARTA - J.K. Rowling menjadi viral di media sosial pada Senin (15/9/2020) setelah memperkenalkan buku fiksi terbarunya tentang seorang pria pembunuh berantai yang menyamar sebagai seorang wanita. Dia memperbaharui kritik terhadap komentar sebelumnya dari penulis "Harry Potter" tentang komunitas transgender.
Premis "Troubled Blood" ditulis dengan nama samaran Robert Galbraith dan seri kelima dari seri detektif "Cormoran Strike" Rowling - memicu reaksi keras di media sosial, dengan tagar #RIPJKRowling menjadi trending di Twitter. (Baca juga: #FromFriendsJaeAndJed, Jae Day6 Begitu Mengesankan di Momen Ulang Tahun )
“Dalam istilah Harry Potter, JK Rowling telah menjadi Cornelius Fudge, tidak mau percaya dia telah salah selama ini dan melipatgandakan transphobia-nya,” tulis akun Twitter @davejorgenson seperti dilansir Thehill.
JK Rowling kemudian menjelaskan tentang buku yang ditulisnya itu di media sosial. "Jika Anda tidak percaya bahwa pria berpakaian seperti wanita untuk menyakiti mereka adalah masalah besar, Anda tidak memberi saya pilihan selain membuktikan teori saya dengan membuat keseluruhan buku tentang hal itu," bebernya.
Penulis "Harry Potter" itu menghadapi badai kritik awal tahun ini karena tweet yang dia posting mempertanyakan bahasa yang digunakan pada posting blog yang merujuk pada "orang yang menstruasi."
Premis "Troubled Blood" ditulis dengan nama samaran Robert Galbraith dan seri kelima dari seri detektif "Cormoran Strike" Rowling - memicu reaksi keras di media sosial, dengan tagar #RIPJKRowling menjadi trending di Twitter. (Baca juga: #FromFriendsJaeAndJed, Jae Day6 Begitu Mengesankan di Momen Ulang Tahun )
“Dalam istilah Harry Potter, JK Rowling telah menjadi Cornelius Fudge, tidak mau percaya dia telah salah selama ini dan melipatgandakan transphobia-nya,” tulis akun Twitter @davejorgenson seperti dilansir Thehill.
JK Rowling kemudian menjelaskan tentang buku yang ditulisnya itu di media sosial. "Jika Anda tidak percaya bahwa pria berpakaian seperti wanita untuk menyakiti mereka adalah masalah besar, Anda tidak memberi saya pilihan selain membuktikan teori saya dengan membuat keseluruhan buku tentang hal itu," bebernya.
Penulis "Harry Potter" itu menghadapi badai kritik awal tahun ini karena tweet yang dia posting mempertanyakan bahasa yang digunakan pada posting blog yang merujuk pada "orang yang menstruasi."
Lihat Juga :