Mitos Sakit Punggung karena Jarum Bius Operasi Caesar, Ini Tips untuk Mengatasinya
Minggu, 07 Desember 2025 - 08:01 WIB
loading...
Sakit punggung sesudah melahirkan bukan disebabkan jarum bius saat operasi caesar. Foto/Healthday
A
A
A
JAKARTA - Pascamelahirkan, banyak mitos yang sering dipercaya oleh ibu. Mulai soal asi, perubahan bentuk tubuh, hingga sakit punggung.
Dokter spesialis Obgyn, Leonita T A Sutrisna menjelaskan, ada mitos soal sakit punggung yang banyak dipercaya masyarakat. Mereka mengira sakit punggung pascamelahirkan disebabkan karena efek jarum suntik saat operasi caesar.
Namun faktanya, jarum bius caesar ukurannya sangat kecil sehingga tidak berpengaruh pada sakit punggung pascamelahirkan. Dokter Leonita menjelaskan, sakit punggung memang akan terjadi dalam waktu yang lama.
Bahkan sakit punggung ini sudah mulai terjadi sejak awal kehamilan. Mengingat postur tubuh ibu yang berubah, dan membawa beban di bagian depan sehingga membuat postur tubuh ibu menjadi hiperlordosis (tulang belakang melengkung ke dalam).
Baca Juga : 5 Makanan yang Bahaya Bagi Tubuh Jika Diminum Bareng Kopi, Jeruk hingga Gorengan!
"Jarum bius SC kecil banget ya, kayak jarum infus sih sebenernya. Jadi gak se wow itu sampai bisa bikin nyeri sampai mungkin satu tahun pascamelahirkan. Itu startnya adalah dari kehamilan," jelas dr. Leonita saat sesi edukasi postpartum Momcozy di Expo IMBEX 2025.
Untuk itu, Dokter Leonita menjelaskan pentingnya korset yang digunakan ibu setelah melahirkan. Karena beban yang ada di bagian depan memang sudah hilang, namun komposisi lemak masih tersisa sehingga cenderung membuat perut ibu terasa sakit jika tidak menggunakan korset.
Baca Juga : Ini 3 Tips Penting Sebelum Memasak Ikan Salmon Agar Kandungan Gizinya Terjaga
"ketika kita sudah lahiran, bebannya sih sudah hilang. Tapi kan komposisi lemaknya masih banyak tuh. Itu akan membuat sakit," tambahnya.
Untuk itu, menurut Dokter Leonita, ada tiga hal yang menjadi faktor penting untuk mendukung pemulihan ibu pasca melahirkan:
Nutrisi
Nutrisi sangat diperlukan ibu pasca melahirkan baik dari segi makanan maupun suplemen tambahan. Menurutnya, jangan percaya pada mitos pantangan makanan tertentu yang tidak jelas kebenarannya, seperti melarang memakan daging.
Padahal daging mengandung protein yang justru bagus untuk pemulihan jaringan luka ibu pasca melahirkan. "Kalau proteinnya gak cukup bagus ya gak akan pulih dengan cepat," jelasnya.
Mental
Dukungan psikologi dari orang-orang terdekat juga dapat membantu pemulihan ibu pasca melahirkan. Karena ibu biasanya belum beradaptasi dengan kondisi tubuhnya hingga hormon yang tidak menentu.
Peralatan pendukung
Alat untuk mendukung seperti korset, pompa asi, bra menyusui, dan lainnya juga penting untuk proses pemulihan. Karena jika ibu merasa nyaman dan terhindar dari keluhan fisik, maka akan membuatnya bahagia yang akan tersalurkan juga pada anak yang baru dilahirkan.
Dokter spesialis Obgyn, Leonita T A Sutrisna menjelaskan, ada mitos soal sakit punggung yang banyak dipercaya masyarakat. Mereka mengira sakit punggung pascamelahirkan disebabkan karena efek jarum suntik saat operasi caesar.
Namun faktanya, jarum bius caesar ukurannya sangat kecil sehingga tidak berpengaruh pada sakit punggung pascamelahirkan. Dokter Leonita menjelaskan, sakit punggung memang akan terjadi dalam waktu yang lama.
Bahkan sakit punggung ini sudah mulai terjadi sejak awal kehamilan. Mengingat postur tubuh ibu yang berubah, dan membawa beban di bagian depan sehingga membuat postur tubuh ibu menjadi hiperlordosis (tulang belakang melengkung ke dalam).
Baca Juga : 5 Makanan yang Bahaya Bagi Tubuh Jika Diminum Bareng Kopi, Jeruk hingga Gorengan!
"Jarum bius SC kecil banget ya, kayak jarum infus sih sebenernya. Jadi gak se wow itu sampai bisa bikin nyeri sampai mungkin satu tahun pascamelahirkan. Itu startnya adalah dari kehamilan," jelas dr. Leonita saat sesi edukasi postpartum Momcozy di Expo IMBEX 2025.
Untuk itu, Dokter Leonita menjelaskan pentingnya korset yang digunakan ibu setelah melahirkan. Karena beban yang ada di bagian depan memang sudah hilang, namun komposisi lemak masih tersisa sehingga cenderung membuat perut ibu terasa sakit jika tidak menggunakan korset.
Baca Juga : Ini 3 Tips Penting Sebelum Memasak Ikan Salmon Agar Kandungan Gizinya Terjaga
"ketika kita sudah lahiran, bebannya sih sudah hilang. Tapi kan komposisi lemaknya masih banyak tuh. Itu akan membuat sakit," tambahnya.
Untuk itu, menurut Dokter Leonita, ada tiga hal yang menjadi faktor penting untuk mendukung pemulihan ibu pasca melahirkan:
Nutrisi
Nutrisi sangat diperlukan ibu pasca melahirkan baik dari segi makanan maupun suplemen tambahan. Menurutnya, jangan percaya pada mitos pantangan makanan tertentu yang tidak jelas kebenarannya, seperti melarang memakan daging.
Padahal daging mengandung protein yang justru bagus untuk pemulihan jaringan luka ibu pasca melahirkan. "Kalau proteinnya gak cukup bagus ya gak akan pulih dengan cepat," jelasnya.
Mental
Dukungan psikologi dari orang-orang terdekat juga dapat membantu pemulihan ibu pasca melahirkan. Karena ibu biasanya belum beradaptasi dengan kondisi tubuhnya hingga hormon yang tidak menentu.
Peralatan pendukung
Alat untuk mendukung seperti korset, pompa asi, bra menyusui, dan lainnya juga penting untuk proses pemulihan. Karena jika ibu merasa nyaman dan terhindar dari keluhan fisik, maka akan membuatnya bahagia yang akan tersalurkan juga pada anak yang baru dilahirkan.
(wur)
Lihat Juga :