WHO Bantah Rumor soal Vaksin Akibatkan Autisme
Sabtu, 13 Desember 2025 - 13:40 WIB
loading...
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini kembali menegaskan vaksinasi tidak menyebabkan autisme. Foto/Getty Images.
A
A
A
JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) baru-baru ini kembali menegaskan satu hal penting untuk kesehatan anak dan keluarga. WHO menegaskan bahwa vaksinasi tidak menyebabkan autisme.
Pernyataan ini adalah hasil tinjauan ilmiah komprehensif terhadap penelitian selama lebih dari dua dekade. Hal itu disampaikan oleh WHO melalui Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) setelah menelaah puluhan studi ilmiah terbaru dari berbagai negara.
Baca juga: Menkes Tegaskan Indonesia Bukan Kelinci Percobaan Vaksin TBC
Dari penelitian yang dilakukan hasilnya tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hubungan sebab akibat antara vaksin dan autisme. Ini bukan kali pertama WHO membuat kesimpulan tersebut.
Dikutip dari Health Policy Watch, Sabtu (13/12/2025), hasil tinjauan terbaru menegaskan kembali kesimpulan dari tinjauan ilmiah serupa pada 2002, 2004, dan 2012, yang semuanya sampai pada kesimpulan yang sama, yaitu vaksin tidak menyebabkan autism spectrum disorder (ASD).
Baca juga: Klinik di Taiwan Kebanjiran Permintaan Vaksinasi Flu usai Barbie Hsu Meninggal
Sebagai informasi, autisme adalah kondisi perkembangan otak yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Namun penyebab pastinya belum diketahui pasti.
Oleh karena itu, ketika klaim soal vaksin dan autisme kembali beredar terutama di media sosial dan diskusi publik, WHO menganggap penting agar masyarakat mengetahui fakta sebenarnya berdasarkan sains. Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa vaksin adalah salah satu penemuan paling transformatif dalam sejarah kesehatan manusia.
Di mana vaksin membantu menyelamatkan jutaan nyawa dari penyakit seperti campak, polio, malaria, dan kanker serviks. Ia juga menekankan bahwa autisme bukan efek samping dari vaksin.
Peninjauan WHO juga menegaskan bahwa jumlah kecil bahan seperti aluminium yang dipakai dalam beberapa vaksin tidak meningkatkan risiko autisme. WHO dan para ahli kesehatan dunia mengajak masyarakat untuk tetap mengandalkan bukti ilmiah yang kuat agar keputusan kesehatan dibuat berdasarkan fakta, bukan berdasar rumor atau misinformasi.
Perlu diingat bahwa vaksin tetap menjadi alat penting untuk melindungi anak dari penyakit serius dan menjaga kesehatan komunitas secara luas
Pernyataan ini adalah hasil tinjauan ilmiah komprehensif terhadap penelitian selama lebih dari dua dekade. Hal itu disampaikan oleh WHO melalui Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) setelah menelaah puluhan studi ilmiah terbaru dari berbagai negara.
Baca juga: Menkes Tegaskan Indonesia Bukan Kelinci Percobaan Vaksin TBC
Dari penelitian yang dilakukan hasilnya tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hubungan sebab akibat antara vaksin dan autisme. Ini bukan kali pertama WHO membuat kesimpulan tersebut.
Dikutip dari Health Policy Watch, Sabtu (13/12/2025), hasil tinjauan terbaru menegaskan kembali kesimpulan dari tinjauan ilmiah serupa pada 2002, 2004, dan 2012, yang semuanya sampai pada kesimpulan yang sama, yaitu vaksin tidak menyebabkan autism spectrum disorder (ASD).
Baca juga: Klinik di Taiwan Kebanjiran Permintaan Vaksinasi Flu usai Barbie Hsu Meninggal
Sebagai informasi, autisme adalah kondisi perkembangan otak yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Namun penyebab pastinya belum diketahui pasti.
Oleh karena itu, ketika klaim soal vaksin dan autisme kembali beredar terutama di media sosial dan diskusi publik, WHO menganggap penting agar masyarakat mengetahui fakta sebenarnya berdasarkan sains. Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa vaksin adalah salah satu penemuan paling transformatif dalam sejarah kesehatan manusia.
Di mana vaksin membantu menyelamatkan jutaan nyawa dari penyakit seperti campak, polio, malaria, dan kanker serviks. Ia juga menekankan bahwa autisme bukan efek samping dari vaksin.
Peninjauan WHO juga menegaskan bahwa jumlah kecil bahan seperti aluminium yang dipakai dalam beberapa vaksin tidak meningkatkan risiko autisme. WHO dan para ahli kesehatan dunia mengajak masyarakat untuk tetap mengandalkan bukti ilmiah yang kuat agar keputusan kesehatan dibuat berdasarkan fakta, bukan berdasar rumor atau misinformasi.
Perlu diingat bahwa vaksin tetap menjadi alat penting untuk melindungi anak dari penyakit serius dan menjaga kesehatan komunitas secara luas
(nnz)
Lihat Juga :