Keluarga Mapan Tak Selalu Aman: Mengungkap Vulnerability Gap
Jum'at, 19 Desember 2025 - 21:21 WIB
loading...
A
A
A
3. Aset banyak, namun tidak likuid
Kemapanan biasanya tercermin dari aset: properti, bisnis keluarga, investasi jangka panjang. Namun sebagian besar aset tersebut bersifat tidak likuid—tidak bisa langsung dicairkan ketika ada kebutuhan mendesak. Proses balik nama properti, likuidasi bisnis, atau penjualan aset membutuhkan waktu panjang dan biaya administrasi yang tidak sedikit.
Inilah salah satu penyebab mengapa keluarga mapan tetap rentan saat menghadapi risiko tidak terduga, karena kekayaan tidak selalu berarti ketersediaan dana siap pakai.
4. Tanggung jawab lintas generasi yang besar
Semakin mapan sebuah keluarga, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul, tidak hanya untuk generasi berikutnya tetapi juga untuk generasi sebelumnya. Bagi keluarga yang berada di fase sandwich generation, tanggung jawab ini mencakup mendukung pendidikan dan masa depan anak-anak sekaligus merawat orang tua yang sudah lanjut usia.
Tanpa perencanaan yang komprehensif, beban ini dapat menimbulkan tekanan finansial dan konflik antar anggota keluarga.
Menutup Celah Kerentanan dengan Perlindungan yang Tepat
Berdasarkan data Financial Resilience Index Sun Life Indonesia 2025, 71% keluarga Indonesia memiliki aspirasi untuk membangun kekayaan keluarga. Karena itu, untuk membantu keluarga Indonesia mewujudkan aspirasinya sekaligus mengelola risiko yang semakin kompleks, Sun Life Indonesia menyediakan rangkaian solusi perlindungan yang dapat diandalkan untuk memastikan keberlanjutan finansial keluarga, bahkan ketika kondisi tidak terduga terjadi. Beberapa solusi itu meliputi:
Kemapanan biasanya tercermin dari aset: properti, bisnis keluarga, investasi jangka panjang. Namun sebagian besar aset tersebut bersifat tidak likuid—tidak bisa langsung dicairkan ketika ada kebutuhan mendesak. Proses balik nama properti, likuidasi bisnis, atau penjualan aset membutuhkan waktu panjang dan biaya administrasi yang tidak sedikit.
Inilah salah satu penyebab mengapa keluarga mapan tetap rentan saat menghadapi risiko tidak terduga, karena kekayaan tidak selalu berarti ketersediaan dana siap pakai.
4. Tanggung jawab lintas generasi yang besar
Semakin mapan sebuah keluarga, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul, tidak hanya untuk generasi berikutnya tetapi juga untuk generasi sebelumnya. Bagi keluarga yang berada di fase sandwich generation, tanggung jawab ini mencakup mendukung pendidikan dan masa depan anak-anak sekaligus merawat orang tua yang sudah lanjut usia.
Tanpa perencanaan yang komprehensif, beban ini dapat menimbulkan tekanan finansial dan konflik antar anggota keluarga.
Menutup Celah Kerentanan dengan Perlindungan yang Tepat
Berdasarkan data Financial Resilience Index Sun Life Indonesia 2025, 71% keluarga Indonesia memiliki aspirasi untuk membangun kekayaan keluarga. Karena itu, untuk membantu keluarga Indonesia mewujudkan aspirasinya sekaligus mengelola risiko yang semakin kompleks, Sun Life Indonesia menyediakan rangkaian solusi perlindungan yang dapat diandalkan untuk memastikan keberlanjutan finansial keluarga, bahkan ketika kondisi tidak terduga terjadi. Beberapa solusi itu meliputi:
Lihat Juga :