Waspada! Kemenkes Temukan 62 Kasus Super Flu, Perempuan dan Anak-Anak Rentan Terserang
Kamis, 01 Januari 2026 - 18:32 WIB
loading...
Kasus Super Flu terus merebak di Indonesia. Foto/Medical News Today
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengumumkan adanya 62 kasus infeksi influenza A (H3N2) subclade K pada Desember 2025. Penyakit yang dikenal sebagai 'Super Flu' ini sudah terdeteksi di delapan provinsi di Indonesia. Tiga provinsi dengan jumlah kasus terbanyak adalah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Kementerian Kesehatan, varian influenza tersebut telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025.
Dalam siaran persnya pada Kamis (1 Januari 2025), Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan menuturkan bahwa sebagian besar kasus ditemukan pada perempuan dan kelompok usia anak. Dari 843 spesimen positif influenza , sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan WGS. Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang dikenal dan bersirkulasi secara global.
Baca Juga : Musim Pancaroba Influenza Tipe A Merebak, Ini Gejala yang Harus Diwaspadai
Kemenkes menekankan bahwa temuan ini menjadi sinyal penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran influenza, terutama varian baru yang memiliki tingkat penularan tinggi.Munculnya “Super Flu” Subclade K merupakan pengingat bahwa virus influenza tetap menjadi ancaman kesehatan yang dinamis.
Subclade K sebenarnya bukanlah virus yang sepenuhnya baru. Virus ini adalah mutasi terbaru dari virus Influenza A (H3N2). Virus H3N2 sendiri telah bersirkulasi selama puluhan tahun sebagai bagian dari flu musiman.
Subclade K harus diwaspadai karena lebih mudah menular dibandingkan varian sebelumnya.
Varian ini telah mendominasi kasus di Inggris dan Jepang. Di New York, Amerika Serikat, dilaporkan lebih dari 71.000 warga terinfeksi hanya dalam waktu satu pekan.
Baca Juga : Jaga Imunitas di Musim Hujan: Ini 3 Minuman Alami Penangkal Flu
Menurut pakar dari World Influenza Centre, menyatakan bahwa mutasi ini adalah bagian dari dinamika alami virus flu yang terus berevolusi setiap waktu. Gejala infeksi super flu biasanya muncul sekitar 3 hingga 4 hari setelah terpapar. Secara klinis gejalanya mirip dengan influenza pada umumnya, namun seringkali dirasakan dengan intensitas yang lebih berat oleh penderitanya.
Gejala umum meliputi:
- Demam tinggi atau menggigil.
- Batuk dan sakit tenggorokan.
- Pilek atau hidung tersumbat.
- Nyeri otot atau nyeri badan yang hebat.
-Sakit kepala dan kelelahan ekstrem (fatigue).
-Gejala tambahan pada anak: Muntah dan diare lebih sering ditemukan pada pasien anak-anak dibandingkan dewasa.
Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mewaspadai gejala infeksi saluran pernapasan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam, batuk, pilek, atau sesak napas, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Kementerian Kesehatan, varian influenza tersebut telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025.
Dalam siaran persnya pada Kamis (1 Januari 2025), Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan menuturkan bahwa sebagian besar kasus ditemukan pada perempuan dan kelompok usia anak. Dari 843 spesimen positif influenza , sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan WGS. Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang dikenal dan bersirkulasi secara global.
Baca Juga : Musim Pancaroba Influenza Tipe A Merebak, Ini Gejala yang Harus Diwaspadai
Kemenkes menekankan bahwa temuan ini menjadi sinyal penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran influenza, terutama varian baru yang memiliki tingkat penularan tinggi.Munculnya “Super Flu” Subclade K merupakan pengingat bahwa virus influenza tetap menjadi ancaman kesehatan yang dinamis.
Subclade K sebenarnya bukanlah virus yang sepenuhnya baru. Virus ini adalah mutasi terbaru dari virus Influenza A (H3N2). Virus H3N2 sendiri telah bersirkulasi selama puluhan tahun sebagai bagian dari flu musiman.
Subclade K harus diwaspadai karena lebih mudah menular dibandingkan varian sebelumnya.
Varian ini telah mendominasi kasus di Inggris dan Jepang. Di New York, Amerika Serikat, dilaporkan lebih dari 71.000 warga terinfeksi hanya dalam waktu satu pekan.
Baca Juga : Jaga Imunitas di Musim Hujan: Ini 3 Minuman Alami Penangkal Flu
Menurut pakar dari World Influenza Centre, menyatakan bahwa mutasi ini adalah bagian dari dinamika alami virus flu yang terus berevolusi setiap waktu. Gejala infeksi super flu biasanya muncul sekitar 3 hingga 4 hari setelah terpapar. Secara klinis gejalanya mirip dengan influenza pada umumnya, namun seringkali dirasakan dengan intensitas yang lebih berat oleh penderitanya.
Gejala umum meliputi:
- Demam tinggi atau menggigil.
- Batuk dan sakit tenggorokan.
- Pilek atau hidung tersumbat.
- Nyeri otot atau nyeri badan yang hebat.
-Sakit kepala dan kelelahan ekstrem (fatigue).
-Gejala tambahan pada anak: Muntah dan diare lebih sering ditemukan pada pasien anak-anak dibandingkan dewasa.
Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mewaspadai gejala infeksi saluran pernapasan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam, batuk, pilek, atau sesak napas, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
(wur)
Lihat Juga :