Tak Perlu Panik, Ini Efek Samping Vaksin Flu yang Perlu Diketahui
Kamis, 08 Januari 2026 - 06:30 WIB
loading...
Vaksin influenza terkadang menimbulkan efek samping bagi tubuh. Foto: News Medical
A
A
A
JAKARTA - Influenza seringkali dianggap sebagai penyakit musiman yang mudah diobati dengan sekedar menjaga asupan nutrisi dan obat yang beredar di pasaran. Namun tak jarang juga, sebagian orang yang memilih vaksin influenza untuk melindungi diri.
Meski vaksin influenza secara umum aman dan efektif, tubuh biasanya menunjukkan beberapa reaksi ringan setelah suntikan. Ini adalah reaksi yang menjadi tanda bahwa sistem imun benar-benar bekerja.
Nyeri atau Bengkak di Titik Suntikan
Salah satu reaksi yang paling sering terjadi setelah vaksin flu adalah nyeri di area tempat jarum disuntikkan, biasanya di bagian atas lengan. Beberapa orang juga bisa mengalami keringat kemerahan atau sedikit bengkak di kulit sekitar titik suntikan.
Baca Juga : 4 Manfaat Vaksin Influenza untuk Penderita Diabetes
Hal ini terjadi karena tubuh tengah merespons antigen vaksin dan memanggil sel-sel imun ke area tersebut. Reaksi ini termasuk ringan dan sementara dan dapat mereda dalam beberapa hari setelah vaksinasi.
Rasa Lelah atau Lesu
Biasanya efek samping setelah vaksin juga bisa berupa lelah atau kurang berenergi. Ini bisa berlangsung dari beberapa jam hingga satu hari setelah suntikan.
Rasa lelah ini adalah respons sistem imun yang bekerja membangun perlindungan terhadap virus influenza dan biasanya tidak berbahaya.
Demam Ringan
Demam ringan dapat terjadi setelah vaksinasi flu, biasanya tidak terlalu tinggi dan hanya berlangsung sejam hingga satu hari. Reaksi ini juga merupakan bagian dari respons tubuh membentuk kekebalan terhadap virus.
Baca Juga : Pentingnya Vaksinasi Influenza untuk Cegah Komplikasi Flu
Sakit Kepala atau Nyeri Otot
Selain nyeri di lengan, beberapa orang juga bisa mengalami sakit kepala ringan atau nyeri otot setelah vaksin flu. Rasa ini biasanya hilang dengan sendirinya dalam waktu singkat.
Minum air yang cukup, istirahat yang baik, dan pereda nyeri ringan bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan ini.
Meski sebagian besar reaksi ringan dan sementara, ada beberapa tanda yang jarang terjadi tetapi harus diperhatikan setelah vaksinasi flu. Jika mengalami salah satu dari berikut ini, sebaiknya hubungi tenaga kesehatan:
Demam tinggi (lebih dari 39°C) yang tidak turun
Kesulitan bernapas atau sesak napas
Pembengkakan parah di wajah atau tenggorokan
Denyut jantung cepat atau pusing hebat
Nyeri yang tidak normal di lokasi suntikan
Reaksi ini jarang terjadi, namun mengetahui gejala yang perlu diwaspadai bisa membantu cepat bertindak jika tubuh menunjukkan tanda-tanda yang tidak biasa. Ketika vaksin flu disuntikkan, tubuh mengenali bagian dari virus yang dilemahkan atau tidak aktif di dalamnya dan kemudian memicu respons imun.
Reaksi-reaksi ringan yang muncul seperti nyeri di lengan atau demam ringan adalah bagian dari proses tubuh belajar membentuk kekebalan. Ini berarti tubuh sedang “berlatih” menghadapi virus tanpa mengalami infeksi penuh.
Meski vaksin influenza secara umum aman dan efektif, tubuh biasanya menunjukkan beberapa reaksi ringan setelah suntikan. Ini adalah reaksi yang menjadi tanda bahwa sistem imun benar-benar bekerja.
Berikut ini adalah beberapa reaksi yang umum terjadi hingga yang jarang terjadi ketika tubuh bereaksi akibat suntikan vaksin:
Nyeri atau Bengkak di Titik Suntikan
Salah satu reaksi yang paling sering terjadi setelah vaksin flu adalah nyeri di area tempat jarum disuntikkan, biasanya di bagian atas lengan. Beberapa orang juga bisa mengalami keringat kemerahan atau sedikit bengkak di kulit sekitar titik suntikan.
Baca Juga : 4 Manfaat Vaksin Influenza untuk Penderita Diabetes
Hal ini terjadi karena tubuh tengah merespons antigen vaksin dan memanggil sel-sel imun ke area tersebut. Reaksi ini termasuk ringan dan sementara dan dapat mereda dalam beberapa hari setelah vaksinasi.
Rasa Lelah atau Lesu
Biasanya efek samping setelah vaksin juga bisa berupa lelah atau kurang berenergi. Ini bisa berlangsung dari beberapa jam hingga satu hari setelah suntikan.
Rasa lelah ini adalah respons sistem imun yang bekerja membangun perlindungan terhadap virus influenza dan biasanya tidak berbahaya.
Demam Ringan
Demam ringan dapat terjadi setelah vaksinasi flu, biasanya tidak terlalu tinggi dan hanya berlangsung sejam hingga satu hari. Reaksi ini juga merupakan bagian dari respons tubuh membentuk kekebalan terhadap virus.
Baca Juga : Pentingnya Vaksinasi Influenza untuk Cegah Komplikasi Flu
Sakit Kepala atau Nyeri Otot
Selain nyeri di lengan, beberapa orang juga bisa mengalami sakit kepala ringan atau nyeri otot setelah vaksin flu. Rasa ini biasanya hilang dengan sendirinya dalam waktu singkat.
Minum air yang cukup, istirahat yang baik, dan pereda nyeri ringan bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan ini.
Meski sebagian besar reaksi ringan dan sementara, ada beberapa tanda yang jarang terjadi tetapi harus diperhatikan setelah vaksinasi flu. Jika mengalami salah satu dari berikut ini, sebaiknya hubungi tenaga kesehatan:
Demam tinggi (lebih dari 39°C) yang tidak turun
Kesulitan bernapas atau sesak napas
Pembengkakan parah di wajah atau tenggorokan
Denyut jantung cepat atau pusing hebat
Nyeri yang tidak normal di lokasi suntikan
Reaksi ini jarang terjadi, namun mengetahui gejala yang perlu diwaspadai bisa membantu cepat bertindak jika tubuh menunjukkan tanda-tanda yang tidak biasa. Ketika vaksin flu disuntikkan, tubuh mengenali bagian dari virus yang dilemahkan atau tidak aktif di dalamnya dan kemudian memicu respons imun.
Reaksi-reaksi ringan yang muncul seperti nyeri di lengan atau demam ringan adalah bagian dari proses tubuh belajar membentuk kekebalan. Ini berarti tubuh sedang “berlatih” menghadapi virus tanpa mengalami infeksi penuh.
(wur)
Lihat Juga :