Eksplorasi Filosofi Jawa dalam Pameran Lukisan Smara Bhumi
Minggu, 01 Februari 2026 - 08:24 WIB
loading...
A
A
A
Umi mendemostrasikan, tak banyak cakap, secara visual ia berceloteh, seakan bercengkerama bagaimana sebuah hari memendarkan cahaya warna, bidang-bidang yang bertemu, sebuah hari yang penuh semangat seolah menyongsong Tahun Baru 2026.
Pelukis Yulian Sodri, karyanya menyerupai pilihan seorang fotografer, yang merekam peristiwa, dan ini bisa kita rasakan pun saksikan secara langsung pada karya Yulian Sodri.
Dalam pameran ini, Yulian mempersentasikan satu-satunya karyanya yakni ‘Never Look Away’ dengan ukuran 76 x 56 cm yang baginya membuat lansekap alam, seperti diyakini bahwa tiap ia menuntaskan sebuah karya lukis terutama untuk objek alam, ia sedang berada dalam lukisan tersebut, yang membuat kedamaian merebak di hatinya.
Pameran kali ini juga memunculkan kehadiran bankir yang melukis, dan dalam beberapa tahun ini bertransformasi menjadi pelukis yang cukup handal, yakni Vera Eve Lim, yang dalam karya sesuai dengan yang dilakoni yakni ‘Unstoppable’, ukuran 112 x 76 cm ia memilih menyesuaikan dengan karakter mentornya, Agus Budiyanto di ABAS.
Vera memilih sentuhan dua karya yang cukup peka dan elok di pameran dengan mengaku, ”saya melakoni ‘menyelam dalam-dalam, meraup cukup feeling menuaikan apa dan bagaimana karakter cat’ serta tak lupa: mengaduk emosi tentang jedah ruang, minimalisir sabetan, ritme goresan tertentu pada kertas yang membentuk apa yang dsebut harmoni” ujarnya.
Selengkapnya partisipan pameran adalah Agus Budiyanto, Chesna Anwar, Dumasi Marisina Magdalena Samosir, Niken Vijayanti, Diit Maya Paksi, Dyah Prasetyorini, Ernani Hastuti, Baskoro Sardadi, Syiska Diranti Ventia, Tianty Trisna Dewi, Umi Haksami, Ratu Iqlima, Erika Enda Ginting, Dian Fitrasari, Susy Liestiowaty, Hedy Lapian, Yulian Sodri, Aviliani, Michelina Tri Wardhany, Venny Jokowidjaja, Devayanti A Wulaningtyas, Basrie Kamba, Regina Busono, Helena Virginia gunario, Sri Wahyuni, Vasundara Sur, Vera Eve Liem, Cindy A Budiono, Indrawati Halim, Shanti Surya dan Lita Husain.
Sebuah pameran bersama dengan partisipan yang banyak, memang sejatinya memberi pesan tentang keberbedaan karakter dalam tiap diri pelukis yang berpartisipasi, saat sama membangun pesona saling dukung dalam kebersamaan.
Topik pameran bersama berjuluk Smara-Bhumi yang dijumput dari filosofis Jawa kuno itu semoga membuka gerbang keelokan tahun 2026. Tahun anyar saling berbagi semangat untuk para perupa di komunitas seni Agus Budiyanto Aquarelle Studio (ABAS) dan seluruh warga seni di Tanah Air, bahwa keindahan mengusung kebhinekaan adalah keniscayaan yang menyatu dalam merayakan seni membumi.
Pelukis Yulian Sodri, karyanya menyerupai pilihan seorang fotografer, yang merekam peristiwa, dan ini bisa kita rasakan pun saksikan secara langsung pada karya Yulian Sodri.
Dalam pameran ini, Yulian mempersentasikan satu-satunya karyanya yakni ‘Never Look Away’ dengan ukuran 76 x 56 cm yang baginya membuat lansekap alam, seperti diyakini bahwa tiap ia menuntaskan sebuah karya lukis terutama untuk objek alam, ia sedang berada dalam lukisan tersebut, yang membuat kedamaian merebak di hatinya.
Pameran kali ini juga memunculkan kehadiran bankir yang melukis, dan dalam beberapa tahun ini bertransformasi menjadi pelukis yang cukup handal, yakni Vera Eve Lim, yang dalam karya sesuai dengan yang dilakoni yakni ‘Unstoppable’, ukuran 112 x 76 cm ia memilih menyesuaikan dengan karakter mentornya, Agus Budiyanto di ABAS.
Vera memilih sentuhan dua karya yang cukup peka dan elok di pameran dengan mengaku, ”saya melakoni ‘menyelam dalam-dalam, meraup cukup feeling menuaikan apa dan bagaimana karakter cat’ serta tak lupa: mengaduk emosi tentang jedah ruang, minimalisir sabetan, ritme goresan tertentu pada kertas yang membentuk apa yang dsebut harmoni” ujarnya.
Selengkapnya partisipan pameran adalah Agus Budiyanto, Chesna Anwar, Dumasi Marisina Magdalena Samosir, Niken Vijayanti, Diit Maya Paksi, Dyah Prasetyorini, Ernani Hastuti, Baskoro Sardadi, Syiska Diranti Ventia, Tianty Trisna Dewi, Umi Haksami, Ratu Iqlima, Erika Enda Ginting, Dian Fitrasari, Susy Liestiowaty, Hedy Lapian, Yulian Sodri, Aviliani, Michelina Tri Wardhany, Venny Jokowidjaja, Devayanti A Wulaningtyas, Basrie Kamba, Regina Busono, Helena Virginia gunario, Sri Wahyuni, Vasundara Sur, Vera Eve Liem, Cindy A Budiono, Indrawati Halim, Shanti Surya dan Lita Husain.
Sebuah pameran bersama dengan partisipan yang banyak, memang sejatinya memberi pesan tentang keberbedaan karakter dalam tiap diri pelukis yang berpartisipasi, saat sama membangun pesona saling dukung dalam kebersamaan.
Topik pameran bersama berjuluk Smara-Bhumi yang dijumput dari filosofis Jawa kuno itu semoga membuka gerbang keelokan tahun 2026. Tahun anyar saling berbagi semangat untuk para perupa di komunitas seni Agus Budiyanto Aquarelle Studio (ABAS) dan seluruh warga seni di Tanah Air, bahwa keindahan mengusung kebhinekaan adalah keniscayaan yang menyatu dalam merayakan seni membumi.
(wur)
Lihat Juga :