Eksplorasi Filosofi Jawa dalam Pameran Lukisan Smara Bhumi
Minggu, 01 Februari 2026 - 08:24 WIB
loading...
A
A
A
Pelukis lain yang berpartisipasi, yakni Dumasi Marisina Magdalena Samosir menuturkan topik Smara Bhumi lewat visualisasi semesta samudera luas yang menjadi semboyannya “saya memahami seni dengan topik yang semata seperti memanjatkan doa. Ungkapan rasa syukur; lautan adalah ruang menemukan damai batin’’ ujarnya.
Baca Juga : Pameran Seni Imlek Hadir di K Mall Jakarta
Pelukis ini membawa dan mengajak penikmat seni untuk berhenti sejenak, merasakan keheningan misteri dan keelokan dalam memaknai konsep tentang lautan dalam jiwa pelukis.
Dari tiga karyanya di pameran ini, Dumasi mempersemahkan karyanya yang apik di ‘Riding the Unseen Currents’, ukuran 56 x 142 cm, yang mana ia mendemonstrasikan kemampuan menyesuaikan judul dengan gambaran di lukisan saling menyapa dengan berbagai kemungkinan tafsir surreal dan indah.
Pelukis Erika Enda Ginting membuat lukisan unik berjuluk ‘Owlish Presence’, berukuran mungil 38 x56 cm, yang katanya ia mengaku’, “saya menekankan keseimbangan antara kendali dan ketidakterdugaan selain membiarkan medium berbicara melalui aliran, waktu, dan kebetulan-kebetulan dengan teknik cat air kering dan basah” katanya.
Partisipan seniman lain, kita berjumpa Syiska Diranti Ventia. Ia mengakui bahwa pengalaman melukisnya dengan cat air memberikan kesan mendalam dalam mengekspresikan diri dengan menciptakan momen. Sebagai apa yang ia yakini juga mengontrol karakter air dan mengamati indahnya pigmen warna yang bertaburan bercampur di atas kertas bersifat adiktif sekaligus menenangkan.
Karya Syiska itu, dalam ‘Whisper in Bloom’, 75x56cm, mengingat satu konsep fundamen yang ia pegang bahwa ia berbicara melalui warna dan bentuk disaat kata tidak bisa terucap. Sepertinya sesuai dengan hati perempuan yang berbicara layaknya bunga tatkala dua perempuan sejiwa saling menyapa.
Partisipan lain, Umi Haksami, pelukis senior sekaligus Ketua Indonesian Water Color Society (IWS) pada 2014 dengan lukisan ‘Light of The Day’, ukuran 110 x 80 cm adalah karya satu-satunya, yang memanjakan sensifitas skill, pengalaman-pengalaman inderawi menyoal cat air dan hidup, serta kompleksitas visualisasi sebab jam terbang yang tinggi sebagai seniman.
Baca Juga : Pameran Seni Imlek Hadir di K Mall Jakarta
Pelukis ini membawa dan mengajak penikmat seni untuk berhenti sejenak, merasakan keheningan misteri dan keelokan dalam memaknai konsep tentang lautan dalam jiwa pelukis.
Dari tiga karyanya di pameran ini, Dumasi mempersemahkan karyanya yang apik di ‘Riding the Unseen Currents’, ukuran 56 x 142 cm, yang mana ia mendemonstrasikan kemampuan menyesuaikan judul dengan gambaran di lukisan saling menyapa dengan berbagai kemungkinan tafsir surreal dan indah.
Pelukis Erika Enda Ginting membuat lukisan unik berjuluk ‘Owlish Presence’, berukuran mungil 38 x56 cm, yang katanya ia mengaku’, “saya menekankan keseimbangan antara kendali dan ketidakterdugaan selain membiarkan medium berbicara melalui aliran, waktu, dan kebetulan-kebetulan dengan teknik cat air kering dan basah” katanya.
Partisipan seniman lain, kita berjumpa Syiska Diranti Ventia. Ia mengakui bahwa pengalaman melukisnya dengan cat air memberikan kesan mendalam dalam mengekspresikan diri dengan menciptakan momen. Sebagai apa yang ia yakini juga mengontrol karakter air dan mengamati indahnya pigmen warna yang bertaburan bercampur di atas kertas bersifat adiktif sekaligus menenangkan.
Karya Syiska itu, dalam ‘Whisper in Bloom’, 75x56cm, mengingat satu konsep fundamen yang ia pegang bahwa ia berbicara melalui warna dan bentuk disaat kata tidak bisa terucap. Sepertinya sesuai dengan hati perempuan yang berbicara layaknya bunga tatkala dua perempuan sejiwa saling menyapa.
Partisipan lain, Umi Haksami, pelukis senior sekaligus Ketua Indonesian Water Color Society (IWS) pada 2014 dengan lukisan ‘Light of The Day’, ukuran 110 x 80 cm adalah karya satu-satunya, yang memanjakan sensifitas skill, pengalaman-pengalaman inderawi menyoal cat air dan hidup, serta kompleksitas visualisasi sebab jam terbang yang tinggi sebagai seniman.
Lihat Juga :