Waspadai Happy Hipoxia saat Covid-19 Menyerang
Kamis, 17 September 2020 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Happy hypoxia yang tidak segera ditangani akan mengancam nyawa pasien Covid-19. Penyumbatan tersebut tidak hanya akan terjadi di paru-paru, tetapi bisa ke organ-organ lain seperti ginjal dan otak yang bisa berujung kematian. Pasien Covid-19 yang menderita happy hypoxia dan dirawat di rumah sakit dapat menjalani pemantauan kadar oksigen dalam darah dengan menggunakan alat pulse oximeter.
Alat ini berguna untuk mendeteksi kadar oksigen dalam darah bagi pasien Covid-19, termasuk pada kondisi pneumonia. Saat terjadi penurunan tingkat saturasi oksigen dibarengi dengan peningkatan cairan dan tingkat karbondioksida di paru. Kondisi ini membuat penderita sulit bernapas normal. (Lihat videonya: Marion Jola Bikin Heboh karena Bra, Gisella Menyesal Bercerai)
Sebaliknya, bagi pasien Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala dan melakukan isolasi mandiri di rumah, dianjurkan untuk selalu memonitor kondisi tubuh. Pasien diminta waspada apabila muncul gejala tubuh tiba-tiba lemas, padahal tidak melakukan aktivitas yang mengakibatkan pengurangan energi maupun berolahraga.
“Kalau tiba-tiba merasakan lemas, tetapi makan dan minum masih biasa harus segera lapor ke rumah sakit. Lemas ini karena oksigen di organ berkurang jadi harus cepat ke rumah sakit agar bisa segera mendapatkan penanganan,” ucap Sumardi. (Sri Noviarni)
Alat ini berguna untuk mendeteksi kadar oksigen dalam darah bagi pasien Covid-19, termasuk pada kondisi pneumonia. Saat terjadi penurunan tingkat saturasi oksigen dibarengi dengan peningkatan cairan dan tingkat karbondioksida di paru. Kondisi ini membuat penderita sulit bernapas normal. (Lihat videonya: Marion Jola Bikin Heboh karena Bra, Gisella Menyesal Bercerai)
Sebaliknya, bagi pasien Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala dan melakukan isolasi mandiri di rumah, dianjurkan untuk selalu memonitor kondisi tubuh. Pasien diminta waspada apabila muncul gejala tubuh tiba-tiba lemas, padahal tidak melakukan aktivitas yang mengakibatkan pengurangan energi maupun berolahraga.
“Kalau tiba-tiba merasakan lemas, tetapi makan dan minum masih biasa harus segera lapor ke rumah sakit. Lemas ini karena oksigen di organ berkurang jadi harus cepat ke rumah sakit agar bisa segera mendapatkan penanganan,” ucap Sumardi. (Sri Noviarni)
(ysw)
Lihat Juga :