King Salman Humanitarian Gelar Program Bedah Jantung Gratis
Jum'at, 06 Februari 2026 - 22:36 WIB
loading...
A
A
A
Terlebih, biaya operasi jantung anak-anak sangatlah mahal dan biayanya hanya bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan sebesar 30 persen. Dante juga mengapresiasi aksi kemanusiaan yang dilaksanakan oleh KS Relief di RSJPD Harapan Kita.
“Biaya operasi jantung anak rata-rata Rp100 juta, sementara BPJS mungkin hanya mengcover 30 persen. Begitu juga katup aorta yang harganya Rp500 juta dan tidak ter-cover BPJS. Bantuan King Salman senilai 62 miliar rupiah ini sangat berarti bagi masyarakat Indonesia,” tutur dia.
Di sisi lain, Direktur Medik dan Keperawatan RSJPD Harapan Kita, dr. Muhadi, melaporkan bahwa kunjungan keempat KSR ini sangat spesifik karena menyasar kasus-kasus yang cukup kompleks. Hingga saat ini, sebanyak 31 kasus bedah jantung anak dan 4 kasus penggantian katup aorta tanpa operasi (TAVI) telah berhasil dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan.
Ia menerangkan bahwa selain memberikan alat medis mahal secara gratis, misi ini menjadi ruang belajar bagi tenaga medis lokal untuk mendalami teknik intervensi jantung terbaru yang dibawa oleh tim ahli dari Arab Saudi.
"Ini kunjungan keempat KSR ke Harapan Kita. Untuk kali ini sangat spesifik; ada 31 kasus bedah jantung pediatrik kompleks yang dikerjakan. Kami juga melakukan penggantian katup aorta tanpa operasi (TAVI) pada 4 pasien lansia yang tidak bisa dioperasi biasa. Alatnya sangat mahal, hampir Rp500 juta, dan belum di-cover BPJS sehingga ini disubsidi melalui misi ini,” terang Muhadi.
Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk melakukan evaluasi pola pembiayaan bersama BPJS Kesehatan agar prosedur teknologi tinggi seperti TAVI dapat lebih terjangkau oleh masyarakat luas di masa depan. Kerjasama KS Relief dengan RSJPD Harapan Kita ini diharapkan menjadi jembatan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan nasional secara berkelanjutan.
“Biaya operasi jantung anak rata-rata Rp100 juta, sementara BPJS mungkin hanya mengcover 30 persen. Begitu juga katup aorta yang harganya Rp500 juta dan tidak ter-cover BPJS. Bantuan King Salman senilai 62 miliar rupiah ini sangat berarti bagi masyarakat Indonesia,” tutur dia.
Di sisi lain, Direktur Medik dan Keperawatan RSJPD Harapan Kita, dr. Muhadi, melaporkan bahwa kunjungan keempat KSR ini sangat spesifik karena menyasar kasus-kasus yang cukup kompleks. Hingga saat ini, sebanyak 31 kasus bedah jantung anak dan 4 kasus penggantian katup aorta tanpa operasi (TAVI) telah berhasil dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan.
Ia menerangkan bahwa selain memberikan alat medis mahal secara gratis, misi ini menjadi ruang belajar bagi tenaga medis lokal untuk mendalami teknik intervensi jantung terbaru yang dibawa oleh tim ahli dari Arab Saudi.
"Ini kunjungan keempat KSR ke Harapan Kita. Untuk kali ini sangat spesifik; ada 31 kasus bedah jantung pediatrik kompleks yang dikerjakan. Kami juga melakukan penggantian katup aorta tanpa operasi (TAVI) pada 4 pasien lansia yang tidak bisa dioperasi biasa. Alatnya sangat mahal, hampir Rp500 juta, dan belum di-cover BPJS sehingga ini disubsidi melalui misi ini,” terang Muhadi.
Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk melakukan evaluasi pola pembiayaan bersama BPJS Kesehatan agar prosedur teknologi tinggi seperti TAVI dapat lebih terjangkau oleh masyarakat luas di masa depan. Kerjasama KS Relief dengan RSJPD Harapan Kita ini diharapkan menjadi jembatan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan nasional secara berkelanjutan.
(wur)
Lihat Juga :