Panggung Desainer Muda Indonesia: dari Warisan Budaya Menuju Kancah Global
Jum'at, 20 Februari 2026 - 17:51 WIB
loading...
Komitmen terhadap pengembangan arsitektur dan desain interior nasional kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan AYDA Awards. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Komitmen terhadap pengembangan arsitektur dan desain interior nasional kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan AYDA Awards (sebelumnya dikenal sebagai Asia Young Designer Awards). Ajang ini tidak sekadar kompetisi, melainkan ruang kolaboratif yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan praktisi industri untuk mendorong lahirnya gagasan ruang yang inovatif dan berdaya saing internasional.
Mengolah Budaya, Menjawab Tantangan Masa Kini
Mengusung tema “Converge: Crafting Cultural Legacies”, peserta didorong mengeksplorasi kekayaan budaya lokal dan menerjemahkannya ke dalam desain yang relevan, berkelanjutan, serta memiliki dampak sosial. Pendekatan ini menekankan pentingnya identitas dalam karya, tanpa mengabaikan standar global.
Tema tersebut sejalan dengan peluncuran Trend Beyond Colours (TBC) 2026/27 bertajuk RESONATE, yang mengajak desainer mengadaptasi tren dunia ke dalam praktik yang human-centered dan kontekstual terhadap kebutuhan masyarakat.
"AYDA adalah ruang belajar sekaligus pengembangan talenta. Kami ingin mendukung lahirnya generasi desainer yang tidak hanya mengedepankan solusi, tetapi juga memiliki kepekaan budaya dan sosial agar siap berkontribusi di tingkat global," ujar Linda Kam, Sr. Marketing Manager Nippon Paint Indonesia.
Grand Final dan Apresiasi Juri
Grand Final AYDA Indonesia 2025/26 digelar di The Westin Jakarta dengan menghadirkan 10 finalis terbaik dari berbagai perguruan tinggi. Dewan juri terdiri dari sejumlah arsitek dan desainer profesional yang menilai kualitas konsep, inovasi, serta relevansi sosial karya peserta.
Chrisye Octaviani turut memberikan apresiasi, "Kami melihat bagaimana desainer muda saat ini mampu menerjemahkan narasi ruang secara berani, otentik, dan sangat relevan dengan isu keberlanjutan masa kini."
Wakil Indonesia ke Tingkat Internasional
Dua mahasiswa terpilih sebagai Gold Winner AYDA Awards Indonesia 2025/26.
Kategori Arsitektur diraih Syaukat Firdausi dari Universitas Gadjah Mada dengan karya Hanging Garden of Malioboro. Kategori Desain Interior diraih Jessica Josephine Purwadi dari Binus University melalui karya Tree of Literacy.
Keduanya akan mewakili Indonesia pada AYDA International Awards 2026 di Bangkok bersama peserta dari 17 negara. Di tingkat internasional, para finalis akan bersaing memperebutkan gelar Asia Young Designer of the Year serta peluang beasiswa di Harvard Graduate School of Design.
Ruang bagi Profesional Kreatif
Selain mahasiswa, arsitek dan desainer profesional juga memiliki wadah apresiasi melalui Creative Colour Awards (CCA), yang pendaftarannya dibuka hingga 8 Maret 2026.
Melalui rangkaian inisiatif ini, ekosistem desain Indonesia terus diperkuat dengan mendorong lahirnya talenta yang mampu menghubungkan identitas budaya dengan kebutuhan ruang hidup masa depan.
Mengolah Budaya, Menjawab Tantangan Masa Kini
Mengusung tema “Converge: Crafting Cultural Legacies”, peserta didorong mengeksplorasi kekayaan budaya lokal dan menerjemahkannya ke dalam desain yang relevan, berkelanjutan, serta memiliki dampak sosial. Pendekatan ini menekankan pentingnya identitas dalam karya, tanpa mengabaikan standar global.
Tema tersebut sejalan dengan peluncuran Trend Beyond Colours (TBC) 2026/27 bertajuk RESONATE, yang mengajak desainer mengadaptasi tren dunia ke dalam praktik yang human-centered dan kontekstual terhadap kebutuhan masyarakat.
"AYDA adalah ruang belajar sekaligus pengembangan talenta. Kami ingin mendukung lahirnya generasi desainer yang tidak hanya mengedepankan solusi, tetapi juga memiliki kepekaan budaya dan sosial agar siap berkontribusi di tingkat global," ujar Linda Kam, Sr. Marketing Manager Nippon Paint Indonesia.
Grand Final dan Apresiasi Juri
Grand Final AYDA Indonesia 2025/26 digelar di The Westin Jakarta dengan menghadirkan 10 finalis terbaik dari berbagai perguruan tinggi. Dewan juri terdiri dari sejumlah arsitek dan desainer profesional yang menilai kualitas konsep, inovasi, serta relevansi sosial karya peserta.
Chrisye Octaviani turut memberikan apresiasi, "Kami melihat bagaimana desainer muda saat ini mampu menerjemahkan narasi ruang secara berani, otentik, dan sangat relevan dengan isu keberlanjutan masa kini."
Wakil Indonesia ke Tingkat Internasional
Dua mahasiswa terpilih sebagai Gold Winner AYDA Awards Indonesia 2025/26.
Kategori Arsitektur diraih Syaukat Firdausi dari Universitas Gadjah Mada dengan karya Hanging Garden of Malioboro. Kategori Desain Interior diraih Jessica Josephine Purwadi dari Binus University melalui karya Tree of Literacy.
Keduanya akan mewakili Indonesia pada AYDA International Awards 2026 di Bangkok bersama peserta dari 17 negara. Di tingkat internasional, para finalis akan bersaing memperebutkan gelar Asia Young Designer of the Year serta peluang beasiswa di Harvard Graduate School of Design.
Ruang bagi Profesional Kreatif
Selain mahasiswa, arsitek dan desainer profesional juga memiliki wadah apresiasi melalui Creative Colour Awards (CCA), yang pendaftarannya dibuka hingga 8 Maret 2026.
Melalui rangkaian inisiatif ini, ekosistem desain Indonesia terus diperkuat dengan mendorong lahirnya talenta yang mampu menghubungkan identitas budaya dengan kebutuhan ruang hidup masa depan.
(dra)
Lihat Juga :