Sering Sembelit Saat Puasa? Ini 5 Tips Agar Pencernaan Tetap Lancar
Rabu, 04 Maret 2026 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
2. Cukupi Kebutuhan Cairan
Kurang minum adalah penyebab utama sembelit saat puasa. Meski tidak bisa minum sepanjang hari, Anda tetap bisa memenuhi kebutuhan cairan dengan pola 2-4-2 yakni 2 gelas saat berbuka, 4 gelas antara berbuka dan sahur, 2 gelas saat sahur. Health Reporter menjelaskan bahwa asupan cairan yang cukup membantu mencegah tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
3. Jangan Lewatkan Sahur
Melewatkan sahur bisa membuat tubuh kekurangan asupan serat dan cairan dalam waktu yang lebih panjang. Selain itu, makan sahur membantu merangsang sistem pencernaan tetap aktif.Pilih menu sahur yang seimbang seperti karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta serat agar sistem pencernaan bekerja optimal sepanjang hari.
Baca Juga : 7 Buah Terbaik untuk Melancarkan Pencernaan, Bisa Jadi Camilan usai Salat Tarawih
4. Tetap Aktif Bergerak
Kurang aktivitas fisik dapat memperlambat kerja usus. Meski sedang berpuasa, kamu tetap bisa melakukan aktivitas ringan seperti jalan santai setelah berbuka, peregangan ringan, olahraga ringan 30 menit sebelum berbuka.Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, aktivitas fisik rutin membantu merangsang pergerakan usus sehingga mengurangi risiko sembelit.
5. Batasi Makanan Rendah Serat dan Tinggi Lemak
Satu lagi batasi makanan rendah serat dan tinggi lemak. Makanan seperti gorengan, makanan cepat saji, dan produk olahan cenderung rendah serat dan dapat memperparah sembelit. Saat berbuka, hindari langsung mengonsumsi makanan berat dan berlemak tinggi dalam jumlah besar.Mulailah dengan air putih dan buah, lalu beri jeda sebelum makan utama agar sistem pencernaan tidak “kaget”.
Kurang minum adalah penyebab utama sembelit saat puasa. Meski tidak bisa minum sepanjang hari, Anda tetap bisa memenuhi kebutuhan cairan dengan pola 2-4-2 yakni 2 gelas saat berbuka, 4 gelas antara berbuka dan sahur, 2 gelas saat sahur. Health Reporter menjelaskan bahwa asupan cairan yang cukup membantu mencegah tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
3. Jangan Lewatkan Sahur
Melewatkan sahur bisa membuat tubuh kekurangan asupan serat dan cairan dalam waktu yang lebih panjang. Selain itu, makan sahur membantu merangsang sistem pencernaan tetap aktif.Pilih menu sahur yang seimbang seperti karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta serat agar sistem pencernaan bekerja optimal sepanjang hari.
Baca Juga : 7 Buah Terbaik untuk Melancarkan Pencernaan, Bisa Jadi Camilan usai Salat Tarawih
4. Tetap Aktif Bergerak
Kurang aktivitas fisik dapat memperlambat kerja usus. Meski sedang berpuasa, kamu tetap bisa melakukan aktivitas ringan seperti jalan santai setelah berbuka, peregangan ringan, olahraga ringan 30 menit sebelum berbuka.Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, aktivitas fisik rutin membantu merangsang pergerakan usus sehingga mengurangi risiko sembelit.
5. Batasi Makanan Rendah Serat dan Tinggi Lemak
Satu lagi batasi makanan rendah serat dan tinggi lemak. Makanan seperti gorengan, makanan cepat saji, dan produk olahan cenderung rendah serat dan dapat memperparah sembelit. Saat berbuka, hindari langsung mengonsumsi makanan berat dan berlemak tinggi dalam jumlah besar.Mulailah dengan air putih dan buah, lalu beri jeda sebelum makan utama agar sistem pencernaan tidak “kaget”.
(wur)
Lihat Juga :