Era Baru Logistik Udara Dimulai Seiring Rampungnya Sertifikasi HY-100
Rabu, 29 April 2026 - 16:59 WIB
loading...
A
A
A
Country Director PT Ursa Aero Indonesia, Tendi Febrian, menilai kehadiran HY-100 sebagai solusi konkret untuk tantangan logistik nasional, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
“HY-100 bukan sekadar pesawat tanpa awak, melainkan solusi infrastruktur udara. Dengan sertifikasi ini, kami membawa standar keamanan tinggi untuk mendukung distribusi logistik di wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) di indonesia secara lebih efisien,” kata Tendi.
Menurutnya, pengembangan teknologi Large Unmanned Aircraft System (LUAS) tidak hanya berfokus pada inovasi teknis, tetapi juga pada pemanfaatannya untuk berbagai sektor, mulai dari logistik, pertanian, modifikasi cuaca, bencana alam hingga pengawasan wilayah.
Ke depan, PT Ursa Aero Indonesia juga tengah menyiapkan rencana pembangunan bandara khusus pesawat udara tanpa awak (UAS) seluas 43 hektar di wilayah Simpenan, Sukabumi.
Proyek ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri low-altitude economy di indonesia sekaligus mendorong indonesia menjadi salah satu pemain utama untuk pengembangan teknologi pesawat udara tanpa awak (UAS) di kawasan Asia Tenggara.
“Setiap inovasi yang hadir di sektor ini diharapkan dapat membuka peluang bagi generasi muda Indonesia untuk turut berkontribusi dalam perkembangan teknologi kedirgantaraan,” tutup Tendi.
“HY-100 bukan sekadar pesawat tanpa awak, melainkan solusi infrastruktur udara. Dengan sertifikasi ini, kami membawa standar keamanan tinggi untuk mendukung distribusi logistik di wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) di indonesia secara lebih efisien,” kata Tendi.
Menurutnya, pengembangan teknologi Large Unmanned Aircraft System (LUAS) tidak hanya berfokus pada inovasi teknis, tetapi juga pada pemanfaatannya untuk berbagai sektor, mulai dari logistik, pertanian, modifikasi cuaca, bencana alam hingga pengawasan wilayah.
Ke depan, PT Ursa Aero Indonesia juga tengah menyiapkan rencana pembangunan bandara khusus pesawat udara tanpa awak (UAS) seluas 43 hektar di wilayah Simpenan, Sukabumi.
Proyek ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri low-altitude economy di indonesia sekaligus mendorong indonesia menjadi salah satu pemain utama untuk pengembangan teknologi pesawat udara tanpa awak (UAS) di kawasan Asia Tenggara.
“Setiap inovasi yang hadir di sektor ini diharapkan dapat membuka peluang bagi generasi muda Indonesia untuk turut berkontribusi dalam perkembangan teknologi kedirgantaraan,” tutup Tendi.
(dra)
Lihat Juga :