Benarkah Olahraga Malam Berbahaya? Ini Penjelasan Dokter
Jum'at, 22 Mei 2026 - 12:37 WIB
loading...
A
A
A
“Olahraga rutin justru menurunkan kadar kortisol secara jangka panjang dan memperbaiki pengaturan kortisol,” jelasnya.
Artinya, walaupun kortisol meningkat setelah berolahraga di malam hari, namun tubuh tetap mendapat manfaat secara keseluruhan. Dalam unggahan tersebut, dr. Adam juga menanggapi kekhawatiran bahwa kortisol bisa berdampak pada otak.
Ia menjelaskan, kondisi seperti penyusutan area otak akibat kortisol biasanya terjadi pada stres kronis atau penyakit tertentu. Bukan karena olahraga di malam hari.
Baca Juga : Olahraga Jangan Asal Gerak, Lakukan Empat Prinsip Berikut Ini dengan Tepat
“Kortisol memang bisa ‘mengecilkan’ area di otak, namun itu terjadi pada kondisi stres kronis atau penyakit seperti Cushing’s syndrome, bukan olahraga malam,” tulisnya lagi.
Artinya, walaupun kortisol meningkat setelah berolahraga di malam hari, namun tubuh tetap mendapat manfaat secara keseluruhan. Dalam unggahan tersebut, dr. Adam juga menanggapi kekhawatiran bahwa kortisol bisa berdampak pada otak.
Ia menjelaskan, kondisi seperti penyusutan area otak akibat kortisol biasanya terjadi pada stres kronis atau penyakit tertentu. Bukan karena olahraga di malam hari.
Baca Juga : Olahraga Jangan Asal Gerak, Lakukan Empat Prinsip Berikut Ini dengan Tepat
“Kortisol memang bisa ‘mengecilkan’ area di otak, namun itu terjadi pada kondisi stres kronis atau penyakit seperti Cushing’s syndrome, bukan olahraga malam,” tulisnya lagi.
Lihat Juga :