Dua Perempuan, Dua Perjalanan, Satu Komitmen untuk Berkembang
Jum'at, 22 Mei 2026 - 21:32 WIB
loading...
A
A
A
Namun, perjalanan Dewie bukan sekadar tentang pertumbuhan bisnis. Ini adalah cerita tentang bagaimana kemitraan yang dibangun atas dasar kepercayaan dan gotong royong mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan.
“Buat saya, McDonald’s Indonesia bukan sekadar mitra, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang membentuk saya hingga bisa menjadi seorang pengusaha. Sejak awal, saya didampingi hingga berani memulai usaha sendiri. Meski dimulai dari skala rumahan, saya dibimbing untuk memahami standar produksi bertaraf internasional, membangun manajemen bisnis yang terstruktur, serta mengedepankan kesejahteraan karyawan,” papar Dewie Kulsum, Mitra Konveksi McDonald’s Indonesia.
Kisah Dewie juga mencerminkan dampak berantai yang disorot oleh studi independen Oxford Economics, bahwa pertumbuhan McDonald’s Indonesia tidak berhenti di restoran, tetapi menjalar ke ratusan usaha kecil dan menopang ribuan keluarga di seluruh Indonesia.
Nilai-nilai yang Dewie pelajari dari kemitraan ini kini diterapkan dan menjadi fondasi dalam menjalankan usahanya, seperti prinsip inklusivitas, orientasi pada manusia, hingga keyakinan bahwa investasi pada sumber daya manusia adalah investasi terbaik.
“Untuk perempuan Indonesia, jangan takut memulai dari nol. Siapa pun bisa memulai dengan passion dan kemauan. Modal dan peluang akan mengikuti. Kuncinya adalah konsisten, pantang menyerah, dan berani bertanggung jawab. Dari situlah kesempatan untuk tumbuh akan muncul,” tutup Dewie.
“Sepenuhnya Indonesia”, Sepenuhnya untuk Perempuan
Kisah Ratna dan Dewie bukanlah pengecualian, melainkan cerminan dari ekosistem yang sengaja dibangun oleh McDonald’s Indonesia selama 35 tahun. Sebuah ekosistem yang tidak hanya membuka peluang, tetapi juga menciptakan ruang yang inklusif bagi perempuan untuk tumbuh, memimpin, dan memberikan dampak yang lebih luas.
Dalam momentum peringatan Hari Kartini, McDonald’s Indonesia kembali menegaskan bahwa “Sepenuhnya Indonesia” bukan hanya tentang produk lokal atau cita rasa Nusantara, tetapi juga tentang sumber daya manusia Indonesia yang diberdayakan dan diberi ruang untuk berkembang, berkontribusi, dan menuliskan kisah mereka sendiri.
“Buat saya, McDonald’s Indonesia bukan sekadar mitra, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang membentuk saya hingga bisa menjadi seorang pengusaha. Sejak awal, saya didampingi hingga berani memulai usaha sendiri. Meski dimulai dari skala rumahan, saya dibimbing untuk memahami standar produksi bertaraf internasional, membangun manajemen bisnis yang terstruktur, serta mengedepankan kesejahteraan karyawan,” papar Dewie Kulsum, Mitra Konveksi McDonald’s Indonesia.
Kisah Dewie juga mencerminkan dampak berantai yang disorot oleh studi independen Oxford Economics, bahwa pertumbuhan McDonald’s Indonesia tidak berhenti di restoran, tetapi menjalar ke ratusan usaha kecil dan menopang ribuan keluarga di seluruh Indonesia.
Nilai-nilai yang Dewie pelajari dari kemitraan ini kini diterapkan dan menjadi fondasi dalam menjalankan usahanya, seperti prinsip inklusivitas, orientasi pada manusia, hingga keyakinan bahwa investasi pada sumber daya manusia adalah investasi terbaik.
“Untuk perempuan Indonesia, jangan takut memulai dari nol. Siapa pun bisa memulai dengan passion dan kemauan. Modal dan peluang akan mengikuti. Kuncinya adalah konsisten, pantang menyerah, dan berani bertanggung jawab. Dari situlah kesempatan untuk tumbuh akan muncul,” tutup Dewie.
“Sepenuhnya Indonesia”, Sepenuhnya untuk Perempuan
Kisah Ratna dan Dewie bukanlah pengecualian, melainkan cerminan dari ekosistem yang sengaja dibangun oleh McDonald’s Indonesia selama 35 tahun. Sebuah ekosistem yang tidak hanya membuka peluang, tetapi juga menciptakan ruang yang inklusif bagi perempuan untuk tumbuh, memimpin, dan memberikan dampak yang lebih luas.
Dalam momentum peringatan Hari Kartini, McDonald’s Indonesia kembali menegaskan bahwa “Sepenuhnya Indonesia” bukan hanya tentang produk lokal atau cita rasa Nusantara, tetapi juga tentang sumber daya manusia Indonesia yang diberdayakan dan diberi ruang untuk berkembang, berkontribusi, dan menuliskan kisah mereka sendiri.
(dra)
Lihat Juga :