Dua Perempuan, Dua Perjalanan, Satu Komitmen untuk Berkembang
Jum'at, 22 Mei 2026 - 21:32 WIB
loading...
A
A
A
Tidak banyak perempuan di Indonesia yang memilih berkarier di bidang pengembangan usaha restoran sekaligus memimpin pelaksanaan desain dan konstruksi di lapangan, karena lekat dengan stigma bahwa bidang ini didominasi oleh kaum pria. Namun, bagi Ratna Wirahadikusumah, batasan tersebut justru menjadi ruang untuk membuktikan diri. Lebih dari dua dekade lalu, dengan latar belakang pendidikan di bidang arsitektur dan pengalaman bekerja di dunia konsultan properti dan keuangan, ia menapaki perjalanan yang dimulai dari satu pertimbangan sederhana: why not?
Keputusan itu membawanya pada perjalanan panjang yang kini menempatkannya sebagai Director of Store Development Group di McDonald’s Indonesia. Tugas yang diembannya tidaklah mudah, karena di sinilah kejelian membuat strategi dan menemukan peluang usaha baru untuk sebuah restoran McDonald’s dimulai. Hingga saat ini, Ratna telah memimpin pembukaan lebih dari 250 restoran McDonald’s di berbagai penjuru negeri, dari kota besar hingga wilayah berkembang. Termasuk di antaranya restoran McD Kebo Iwa di Bali, McD Megamas Beachfront di Manado, McD Artha Gading di Jakarta Utara, McD Thamrin Jaya di Jakarta Pusat, dan McD Ampera di Jakarta Selatan yang berhasil menjadi restoran pertama yang mendapatkan sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) Tingkat Madya untuk tahap perencanaan yang diberikan oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta.
Namun bagi Ratna, pencapaian tersebut bukan hanya tentang angka atau bangunan yang berdiri. “Nilai kekeluargaan dan dukungan yang kuat dari keluarga dan rekan-rekan membuat saya tidak pernah merasa dipandang sebelah mata. Saya percaya kepemimpinan lahir dari rasa saling menghargai dan kemauan untuk terus belajar. We lead by example, integritas, disiplin, dan kerja keras harus dimulai dari diri sendiri,” tutur Ratna Wirahadikusumah, Director Store Development Group, McDonald’s Indonesia.
Ia menekankan bahwa di balik setiap restoran, ada proses panjang yang tidak terlihat. “It takes a village to open a store,” ungkapnya. Mulai dari riset lokasi, negosiasi, budgeting, kesesuaian desain, perizinan, hingga pengawasan konstruksi, setiap tahap melibatkan kolaborasi lintas fungsi yang kompleks. Justru di tengah dinamika inilah, Ratna semakin terdorong untuk membuktikan bahwa perempuan memiliki kapabilitas yang sama untuk memimpin di sektor yang selama ini didominasi laki-laki.
Bagi Ratna, kesempatan yang ia terima dua dekade lalu bukanlah karena perlakuan khusus, melainkan karena budaya kerja di McDonald’s Indonesia yang menempatkan kompetensi di atas asumsi. Kini, ia mendorong lebih banyak perempuan untuk masuk ke dunia pengembangan (development), termasuk peran teknis seperti Project Manager, karena ia percaya bahwa keberagaman perspektif akan menghasilkan keputusan yang lebih matang.
“Sebagai pemimpin, ketika kita membuat keputusan berdasarkan data yang valid, yang akan membawa dampak positif bagi perusahaan, dan telah mempertimbangkan semua risiko yang ada, jangan ragu, go for it. Pemimpin harus berani membuat keputusan dan menghadapi risikonya. Saya percaya, baik laki-laki maupun perempuan, kita mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan memimpin,” tutup Ratna.
Kisah 2: Kemitraan yang Mendorong Kemandirian
Pada tahun 1998, Dewie Kulsum memulai perjalanannya sebagai seorang fresh graduate yang bekerja sebagai desainer grafis di sebuah usaha percetakan kecil di Bandung. Saat itu, McDonald’s Indonesia menjadi salah satu klien pertamanya. Hampir tiga dekade kemudian, ia telah berkembang menjadi pemilik bisnis konveksi yang mempekerjakan 60 karyawan tetap dan lebih dari 100 tenaga kerja tambahan dari komunitas sekitar. Dari usaha rumahan berskala kecil, ia tumbuh menjadi penggerak ekonomi yang membuka peluang bagi banyak orang di sekitarnya.
Keputusan itu membawanya pada perjalanan panjang yang kini menempatkannya sebagai Director of Store Development Group di McDonald’s Indonesia. Tugas yang diembannya tidaklah mudah, karena di sinilah kejelian membuat strategi dan menemukan peluang usaha baru untuk sebuah restoran McDonald’s dimulai. Hingga saat ini, Ratna telah memimpin pembukaan lebih dari 250 restoran McDonald’s di berbagai penjuru negeri, dari kota besar hingga wilayah berkembang. Termasuk di antaranya restoran McD Kebo Iwa di Bali, McD Megamas Beachfront di Manado, McD Artha Gading di Jakarta Utara, McD Thamrin Jaya di Jakarta Pusat, dan McD Ampera di Jakarta Selatan yang berhasil menjadi restoran pertama yang mendapatkan sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) Tingkat Madya untuk tahap perencanaan yang diberikan oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta.
Namun bagi Ratna, pencapaian tersebut bukan hanya tentang angka atau bangunan yang berdiri. “Nilai kekeluargaan dan dukungan yang kuat dari keluarga dan rekan-rekan membuat saya tidak pernah merasa dipandang sebelah mata. Saya percaya kepemimpinan lahir dari rasa saling menghargai dan kemauan untuk terus belajar. We lead by example, integritas, disiplin, dan kerja keras harus dimulai dari diri sendiri,” tutur Ratna Wirahadikusumah, Director Store Development Group, McDonald’s Indonesia.
Ia menekankan bahwa di balik setiap restoran, ada proses panjang yang tidak terlihat. “It takes a village to open a store,” ungkapnya. Mulai dari riset lokasi, negosiasi, budgeting, kesesuaian desain, perizinan, hingga pengawasan konstruksi, setiap tahap melibatkan kolaborasi lintas fungsi yang kompleks. Justru di tengah dinamika inilah, Ratna semakin terdorong untuk membuktikan bahwa perempuan memiliki kapabilitas yang sama untuk memimpin di sektor yang selama ini didominasi laki-laki.
Bagi Ratna, kesempatan yang ia terima dua dekade lalu bukanlah karena perlakuan khusus, melainkan karena budaya kerja di McDonald’s Indonesia yang menempatkan kompetensi di atas asumsi. Kini, ia mendorong lebih banyak perempuan untuk masuk ke dunia pengembangan (development), termasuk peran teknis seperti Project Manager, karena ia percaya bahwa keberagaman perspektif akan menghasilkan keputusan yang lebih matang.
“Sebagai pemimpin, ketika kita membuat keputusan berdasarkan data yang valid, yang akan membawa dampak positif bagi perusahaan, dan telah mempertimbangkan semua risiko yang ada, jangan ragu, go for it. Pemimpin harus berani membuat keputusan dan menghadapi risikonya. Saya percaya, baik laki-laki maupun perempuan, kita mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan memimpin,” tutup Ratna.
Kisah 2: Kemitraan yang Mendorong Kemandirian
Pada tahun 1998, Dewie Kulsum memulai perjalanannya sebagai seorang fresh graduate yang bekerja sebagai desainer grafis di sebuah usaha percetakan kecil di Bandung. Saat itu, McDonald’s Indonesia menjadi salah satu klien pertamanya. Hampir tiga dekade kemudian, ia telah berkembang menjadi pemilik bisnis konveksi yang mempekerjakan 60 karyawan tetap dan lebih dari 100 tenaga kerja tambahan dari komunitas sekitar. Dari usaha rumahan berskala kecil, ia tumbuh menjadi penggerak ekonomi yang membuka peluang bagi banyak orang di sekitarnya.
Lihat Juga :