Sering Dianggap Mirip, Ini Perbedaan Vaksin Meningitis dan Japanese Encephalitis
Senin, 01 Juni 2026 - 14:48 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, kedua vaksin tersebut tidak diberikan kepada semua orang secara rutin, melainkan disesuaikan dengan risiko paparan dan tujuan perjalanan. Misalnya bagi orang yang ingin beribadah haji ke tanah suci, biasanya tidak akan direkomendasikan untuk vaksin meningitis.
Begitu pula vaksin JE yang hanya dianjurkan jika orang ingin bepergian ke negara endemis.
“Kalau kita nggak pergi ke Arab Saudi, kita nggak ada rencana haji, biasanya kita nggak suggest orangnya untuk pilih vaksin ini. Sama, Japanese Encephalitis kalau orangnya nggak mau pergi ke negara endemis, biasanya kita juga nggak suggest orangnya buat divaksin itu,” jelasnya.
Baca Juga : Mengenal Penyakit Meningitis yang Menyerang Bayi hingga Orang Dewasa, Perhatikan 7 Jenis Vaksin Ini
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, dr. Visakha juga menjelaskan bahwa pasien autoimun tetap bisa menerima vaksinasi, namun waktunya harus diperhatikan. Ia mencontohkan pasien lupus yang sedang mengalami flare atau kekambuhan penyakit.
Begitu pula vaksin JE yang hanya dianjurkan jika orang ingin bepergian ke negara endemis.
“Kalau kita nggak pergi ke Arab Saudi, kita nggak ada rencana haji, biasanya kita nggak suggest orangnya untuk pilih vaksin ini. Sama, Japanese Encephalitis kalau orangnya nggak mau pergi ke negara endemis, biasanya kita juga nggak suggest orangnya buat divaksin itu,” jelasnya.
Baca Juga : Mengenal Penyakit Meningitis yang Menyerang Bayi hingga Orang Dewasa, Perhatikan 7 Jenis Vaksin Ini
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, dr. Visakha juga menjelaskan bahwa pasien autoimun tetap bisa menerima vaksinasi, namun waktunya harus diperhatikan. Ia mencontohkan pasien lupus yang sedang mengalami flare atau kekambuhan penyakit.
Lihat Juga :