Tinggi Badan Indikator Pertumbuhan Optimal Anak
Senin, 21 September 2020 - 16:15 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Stunting, salah satu bentuk malnutrisi, merupakan masalah sosial dan ekonomi yang terus berlanjut di Indonesia. Angka stunting adalah 27,67% atau sekitar satu dari empat anak di bawah usia 5 tahun tidak tumbuh ideal. Usia 5 tahun pertama dianggap sebagai masa pertumbuhan kritis bagi setiap anak.
Jika tidak ditangani, anak berisiko tidak mencapai potensi pertumbuhan optimal serta membawa efek jangka panjang pada kesehatan, performa di sekolah, dan dunia kerja pada masa depan. (Baca: Sahabat Nabi Tidak Bermazhab, Benarkah?)
“Tanpa nutrisi yang tepat dan adekuat, pertumbuhan yang kurang baik atau terhambat dapat terjadi, yang menyebabkan penyakit dan masalah perkembangan kognitif yang memiliki konsekuensi serius di kemudian hari bagi anak-anak,” kata Dr dr Conny Tanjung SpA(K), Dokter Spesialis Anak Bidang Nutrisi dan Metabolik RS Pantai Indah Kapuk.
Stunting dapat dicegah dengan pemberian nutrisi yang tepat dan pemantauan pertumbuhan yang ketat sehingga anak dapat mencapai pertumbuhan yang optimal. Pertumbuhan linear yang terjadi pada lempeng pertumbuhan dipengaruhi berbagai faktor, antara lain gen, hormon, dan nutrisi. Maka itu, penting bagi orang tua mempersiapkan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan optimal otak dan tulang demi masa depan anak. (Baca juga: Koeman Sarankan Puig Segera Tinggalkan Barcelona)
Orang tua dapat memantau pertumbuhan anaknya dan memastikan bahwa nutrisi yang tepat dan adekuat didapatkan sejak dini untuk memaksimalkan potensi yang ada pada masa depan. Kunci mengetahui adanya gejala malnutrisi secara dini yaitu melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan anak secara teratur.
Jika tidak ditangani, anak berisiko tidak mencapai potensi pertumbuhan optimal serta membawa efek jangka panjang pada kesehatan, performa di sekolah, dan dunia kerja pada masa depan. (Baca: Sahabat Nabi Tidak Bermazhab, Benarkah?)
“Tanpa nutrisi yang tepat dan adekuat, pertumbuhan yang kurang baik atau terhambat dapat terjadi, yang menyebabkan penyakit dan masalah perkembangan kognitif yang memiliki konsekuensi serius di kemudian hari bagi anak-anak,” kata Dr dr Conny Tanjung SpA(K), Dokter Spesialis Anak Bidang Nutrisi dan Metabolik RS Pantai Indah Kapuk.
Stunting dapat dicegah dengan pemberian nutrisi yang tepat dan pemantauan pertumbuhan yang ketat sehingga anak dapat mencapai pertumbuhan yang optimal. Pertumbuhan linear yang terjadi pada lempeng pertumbuhan dipengaruhi berbagai faktor, antara lain gen, hormon, dan nutrisi. Maka itu, penting bagi orang tua mempersiapkan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan optimal otak dan tulang demi masa depan anak. (Baca juga: Koeman Sarankan Puig Segera Tinggalkan Barcelona)
Orang tua dapat memantau pertumbuhan anaknya dan memastikan bahwa nutrisi yang tepat dan adekuat didapatkan sejak dini untuk memaksimalkan potensi yang ada pada masa depan. Kunci mengetahui adanya gejala malnutrisi secara dini yaitu melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan anak secara teratur.
Lihat Juga :