Anak Diajarkan Bijak Mengelola Sampah Plastik Sejak Dini Lewat Kegiatan Interaktif
Selasa, 09 Juni 2026 - 14:17 WIB
loading...
A
A
A
"Mondelez percaya bahwa membangun kesadaran lingkungan perlu dimulai sedini mungkin karena kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil dapat menjadi pondasi yang bertahan hingga dewasa. Dalam rangka menyambut momentum hari Lingkungan Hidup Sedunia pada hari ini 5 Juni 2026, kami ingin mengajak lebih banyak anak dan keluarga untuk mengambil langkah sederhana yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan. Kami percaya anak-anak memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang dapat membawa dampak positif bagi lingkungan, keluarga, dan masyarakat di masa depan," kata Marfusita.
Inisiatif edukasi pengelolaan sampah plastik ini telah berjalan sejak 2021. Program tersebut mendorong anak-anak untuk membiasakan diri mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah plastik melalui edukasi, praktik pengelolaan sampah, serta kolaborasi dengan bank sampah sekolah.
Hingga 2026, program Bank Sampah #BijakPlastikSejakDini telah menjangkau 17 sekolah binaan dan melibatkan lebih dari 5.700 siswa. Dari program tersebut, sebanyak 50,2 ton sampah plastik dan 116 ton seluruh jenis sampah berhasil dikumpulkan dalam periode Juli 2021 hingga Juni 2026.
Sejak 2023, inisiatif ini juga menjadi mitra resmi Gerakan Sekolah Sehat atau GSS Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendukung pilar sehat lingkungan. Program tersebut juga menghadirkan buku saku serta video pembelajaran ramah anak untuk membantu siswa sekolah dasar mengenal pengelolaan sampah plastik.
Dampak program tersebut juga dirasakan oleh sekolah mitra. Kepala Sekolah SD Joglo 05 Jakarta, Veranika, M.Pd., mengatakan kegiatan ini sejalan dengan pendidikan karakter di sekolah.
“Kehadiran inisiatif #BijakPlastikSejakDini selaras dengan visi misi sekolah dan merupakan bagian dari pendidikan karakter melalui gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat; yaitu gemar belajar dan bermasyarakat. Di mana siswa wajib menyadari pentingnya memilah sampah baik di sekolah maupun di rumah dan di lingkungan sekitar sehingga kelak tumbuh menjadi warga masyarakat sekaligus warga negara yang baik yang peduli lingkungan dan berkontribusi positif pada keberlangsungan bumi. Dari hari ke hari, antusiasme seluruh warga sekolah pun semakin terasa. Program ini tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga mulai diterapkan dalam keseharian di sekolah,” kata Veranika, M.Pd., Kepala Sekolah SD Joglo 05 Jakarta.
Inisiatif edukasi pengelolaan sampah plastik ini telah berjalan sejak 2021. Program tersebut mendorong anak-anak untuk membiasakan diri mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah plastik melalui edukasi, praktik pengelolaan sampah, serta kolaborasi dengan bank sampah sekolah.
Hingga 2026, program Bank Sampah #BijakPlastikSejakDini telah menjangkau 17 sekolah binaan dan melibatkan lebih dari 5.700 siswa. Dari program tersebut, sebanyak 50,2 ton sampah plastik dan 116 ton seluruh jenis sampah berhasil dikumpulkan dalam periode Juli 2021 hingga Juni 2026.
Sejak 2023, inisiatif ini juga menjadi mitra resmi Gerakan Sekolah Sehat atau GSS Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendukung pilar sehat lingkungan. Program tersebut juga menghadirkan buku saku serta video pembelajaran ramah anak untuk membantu siswa sekolah dasar mengenal pengelolaan sampah plastik.
Dampak program tersebut juga dirasakan oleh sekolah mitra. Kepala Sekolah SD Joglo 05 Jakarta, Veranika, M.Pd., mengatakan kegiatan ini sejalan dengan pendidikan karakter di sekolah.
“Kehadiran inisiatif #BijakPlastikSejakDini selaras dengan visi misi sekolah dan merupakan bagian dari pendidikan karakter melalui gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat; yaitu gemar belajar dan bermasyarakat. Di mana siswa wajib menyadari pentingnya memilah sampah baik di sekolah maupun di rumah dan di lingkungan sekitar sehingga kelak tumbuh menjadi warga masyarakat sekaligus warga negara yang baik yang peduli lingkungan dan berkontribusi positif pada keberlangsungan bumi. Dari hari ke hari, antusiasme seluruh warga sekolah pun semakin terasa. Program ini tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga mulai diterapkan dalam keseharian di sekolah,” kata Veranika, M.Pd., Kepala Sekolah SD Joglo 05 Jakarta.
Lihat Juga :