Menembus Lima Abad Sejarah Jakarta dari Kamar House of Tugu di Kota Tua

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:22 WIB
loading...
A A A
Di berbagai sudut rumah terpasang tulisan Forbidden House. Wang Hao Kwa hanya mengizinkan tamu tertentu melewati gerbang Tian An Men miliknya. Bahkan kakek buyut Anhar Setjadibrata, Oei Tjie Sien, pernah ditolak masuk. Penolakan itu kemudian melahirkan tekad untuk membeli kawasan tersebut ketika berhasil menjadi orang kaya.

Seiring waktu, area itu berpindah tangan beberapa kali dan akhirnye berbentuk blok-blok. Pernah menjadi kandang harimau. Pernah pula menjadi kantor dan gudang palawija milik perusahaan Wellenstein. Kawasan tersebut juga sempat menjadi pasar malam barang-barang antik yang digemari kalangan elite Peranakan dan Belanda. Singkat cerita, Oei Tjie Sien berhasil membeli sebagian area di sana sekitar 5.000 meter persegi yang kemudian diwariskan kepada putranya, Oei Tiong Ham yang lahir pada 1866. Di lahan itulah kini berdiri House of Tugu.

Di samping meja resepsionis, ada Kapitan Hall yang didedikasikan untuk mengenang Nie Hoe Kong, pemimpin komunitas Tionghoa Batavia. Ruangan ini menyimpan artefak, termasuk suvenir berbentuk gong kayu bertuliskan tahun 1740, yang merujuk pada tragedi Geger Pecinan.


Ruang-Ruang Tematik Sarat Sejarah


Perjalanan kami berlanjut menuju Kasinem Room di belakang lobi hotel. Ruangan ini didedikasikan untuk Raden Ajeng Kasinem (1857-1935), istri Oei Tiong Ham yang berhasil menjadi saudagar gula terbesar se-Asia Tenggara. Foto, lukisan, dan dokumen keluarga memenuhi dinding. Tiga sofa antik berukuran besar dengan motif sama tersusun membentuk huruf U. Sebuah lukisan memperlihatkan Oei Tiong Ham berdampingan dengan Kasinem. "Mereka menikah saat letusan Krakatau 1883," ujar Amanda.

Lorong penghubung dipenuhi potret perempuan Peranakan. Wajah-wajah itu mengenakan busana khas yang pernah menjadi simbol status sosial pada masanya. Tidak jauh dari sana terdapat Raden Saleh Room. Ruangan berkapasitas 12 hingga 16 orang tersebut menyimpan silsilah keluarga pelukis besar Indonesia itu.

Raden Saleh merupakan paman Kasinem. Di ruangan ini tersimpan pula peninggalan Pangeran Diponegoro. Salah satunya koper dari kulit kayu yang digunakan selama masa pengasingan di Ujung Pandang pada 1834. Sepasang tombak pemikul koper itu juga tersimpan di lokasi yang sama.

Selain itu terdapat tombak naga air dengan ujung menyerupai kelopak bunga. Ada pula tombak berbentuk cakra yang konon tidak ikut terbawa ketika Diponegoro diasingkan ke Manado. Semua koleksi dibersihkan setiap hari untuk menjaga kondisinya.

Salah satu artefak paling mengesankan adalah Prau Macan. "Perahu kuno ini digunakan saat pembukaan kanal dariSungai Ciliwung ke Kali Macan pada pertengahan abad ke-17," kata Amanda. Perahu berukuran sekitar lima kali empat meter itu ditempatkan di ruang khusus berdinding kaca. Warnanya hijau dengan kombinasi kayu, keramik, dan besi.

Perahu tersebut terkait Kapitan Tionghoa Phoa Beng Gam yang menjabat antara 1645 hingga 1663. Ia dikenal berperan penting dalam pembangunan infrastruktur dan pengendalian banjir Batavia. Pada badan perahu masih terlihat tulisan Tigersgracht Kali Matjan 1648 dan De Groote Rivier. Bagian tengahnya cukup menampung sekitar lima penumpang. Di atas dek penumpang terdapat ornamen patung macan memanjang yang menjadi ciri khasnya. (bersambung)
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Menjelajah Batavia Lama,...
Menjelajah Batavia Lama, Jejak Bung Karno hingga Charlie Chaplin di Kota Tua Jakarta
Ini Destinasi Ramah...
Ini Destinasi Ramah Anak untuk Mengisi Liburan Sekolah di Jakarta
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
Pianis Dunia Rueibin...
Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms
Festival Jakarta Great...
Festival Jakarta Great Sale 2026 Hadirkan Cerita Belanja Menuju 5 Abad Jakarta
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
Penampakan Tiang dan...
Penampakan Tiang dan Tangga JPO Tendean Dipotong Petugas Gabungan
Rekomendasi
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Pemotongan Dana Bagi...
Pemotongan Dana Bagi Hasil, Anggaran Renovasi 22 Sekolah di Jakarta Dipangkas
Masalah Klasik Lagi,...
Masalah Klasik Lagi, Justin Hubner Terancam Absen Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Berita Terkini
BTS Pecahkan Rekor Spotify,...
BTS Pecahkan Rekor Spotify, Jadi Artis Pertama dengan 6 Video Musik di Top 10 Global
Tissa Biani Rayakan...
Tissa Biani Rayakan Ulang Tahun, Dul Jaelani Beri Ucapan Romantis
Aldi Taher Kena Semprot...
Aldi Taher Kena Semprot Netizen usai Minta Ruben Onsu dan Sarwendah Rujuk
Mama Firda Bagikan 5...
Mama Firda Bagikan 5 Tips Membuat Konten Review Makanan yang Disukai Netizen
Tak Asal Review! Aleta...
Tak Asal Review! Aleta Novianda Bocorkan 5 Cara Bikin Konten Review Skincare yang Menarik Jutaan Penonton
Gigi yang Tidak Sehat...
Gigi yang Tidak Sehat Bisa Sebabkan Penyakit Jantung? Ini Faktanya
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved