Menkes Soroti Konsumsi Mayones Berlebihan, Satu Sendok Mengandung 100 Kalori
Kamis, 25 Juni 2026 - 16:51 WIB
loading...
Mayones terkadang menjadi saus pelengkap dari sebuah makanan agar lebih sedap. Foto/Instagram @bgsadikin.
A
A
A
JAKARTA - Mayones terkadang menjadi saus pelengkap dari sebuah makanan agar lebih sedap. Namun, tahukah kamu apa kandungan dominan yang ada dalam mayones?
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam unggahan video di akun instagramnya mengungkapkan bahwa 80 persen kandungan yang ada dalam mayones adalah minyak. Bahkan, dalam satu sendok mayones terdapat 100 kalori, sama dengan kadar kalori yang terkandung dalam satu gorengan.
Baca juga: Sehatkah Mayones untuk Diet? Simak Faktanya
“Lu tahu nggak, mayones yang jadi favorit kita ini sebenarnya isinya itu segini: 80% minyak. Satu sendok makan mayones seperti ini, kalorinya 100, sama dengan satu potong gorengan yang suka kita makan di pinggir jalan itu,” kata Budi, dikutip Kamis (25/6/2026).
Ia menyebut saus mayones banyak dijadikan sebagai padanan atau pelengkap dari beberapa makanan yang bahkan terdiri dari bahan-bahan bernutrisi. Seperti sushi dan dimsum.Menurut Budi, makanan seperti shusi sebetulnya kaya akan bahan-bahan yang sehat bagi tubuh. Namun, jika ditambahkan saus mayones maka hal itu menjadi tidak baik.
“Sushi-sushi seperti ini kelihatannya enak dan sehat. Ada karbonya, ada proteinnya, ada sayurnya, tapi di atasnya banyak mayonesnya,” ucap dia.
Baca juga: Cara Bikin Mayones Rumahan Yang Lebih Sehat Ketimbang Botolan
Sama seperti sushi, makanan favorit anak muda lainnya yaitu dimsum juga terkadang menggunakan saus mayones sebagai toping penyedap di atasnya. Dalam satu dimsum ia menuturkan terdapat 300 kalori di dalamnya. Tetapi jika ditambah dengan saus mayones, maka jumlah kalorinya bertambah menjadi 600.
“Apalagi kalau seperti yang ini. Dimsum seperti ini kalau tidak dikasih saus, ya lumayan sehat, sekitar 300 kalori. Tapi kalau sudah kita kasih saus mentai seperti ini, kalorinya jadi 600, double dari sebelumnya. Hanya dapat gemuknya aja,” tutur Budi.
Maka dari itu, ia menyarankan agar masyarakat bisa berhenti untuk mengkonsumsi mayones meskipun rasanya enak, tapi mayones tidak memberikan kandungan yang cukup sehat bagi tubuh.
“Makanya kita harus berhenti, apa-apa makan pakai mayones. Makan itu pakai mayones, makan ini pakai mayones. Memang enak sih, rasanya, umaminya, tapi kita nggak dapat apa-apa,” pungkas dia.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam unggahan video di akun instagramnya mengungkapkan bahwa 80 persen kandungan yang ada dalam mayones adalah minyak. Bahkan, dalam satu sendok mayones terdapat 100 kalori, sama dengan kadar kalori yang terkandung dalam satu gorengan.
Baca juga: Sehatkah Mayones untuk Diet? Simak Faktanya
“Lu tahu nggak, mayones yang jadi favorit kita ini sebenarnya isinya itu segini: 80% minyak. Satu sendok makan mayones seperti ini, kalorinya 100, sama dengan satu potong gorengan yang suka kita makan di pinggir jalan itu,” kata Budi, dikutip Kamis (25/6/2026).
Ia menyebut saus mayones banyak dijadikan sebagai padanan atau pelengkap dari beberapa makanan yang bahkan terdiri dari bahan-bahan bernutrisi. Seperti sushi dan dimsum.Menurut Budi, makanan seperti shusi sebetulnya kaya akan bahan-bahan yang sehat bagi tubuh. Namun, jika ditambahkan saus mayones maka hal itu menjadi tidak baik.
“Sushi-sushi seperti ini kelihatannya enak dan sehat. Ada karbonya, ada proteinnya, ada sayurnya, tapi di atasnya banyak mayonesnya,” ucap dia.
Baca juga: Cara Bikin Mayones Rumahan Yang Lebih Sehat Ketimbang Botolan
Sama seperti sushi, makanan favorit anak muda lainnya yaitu dimsum juga terkadang menggunakan saus mayones sebagai toping penyedap di atasnya. Dalam satu dimsum ia menuturkan terdapat 300 kalori di dalamnya. Tetapi jika ditambah dengan saus mayones, maka jumlah kalorinya bertambah menjadi 600.
“Apalagi kalau seperti yang ini. Dimsum seperti ini kalau tidak dikasih saus, ya lumayan sehat, sekitar 300 kalori. Tapi kalau sudah kita kasih saus mentai seperti ini, kalorinya jadi 600, double dari sebelumnya. Hanya dapat gemuknya aja,” tutur Budi.
Maka dari itu, ia menyarankan agar masyarakat bisa berhenti untuk mengkonsumsi mayones meskipun rasanya enak, tapi mayones tidak memberikan kandungan yang cukup sehat bagi tubuh.
“Makanya kita harus berhenti, apa-apa makan pakai mayones. Makan itu pakai mayones, makan ini pakai mayones. Memang enak sih, rasanya, umaminya, tapi kita nggak dapat apa-apa,” pungkas dia.
(nnz)
Lihat Juga :