Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Selasa, 30 Juni 2026 - 21:50 WIB
loading...
A
A
A
Menjelang tengah malam, area restoran berubah lebih tenang. Gemericik air kolam renang terdengar lebih jelas. Saya membuka komputer jinjing di meja pinggir kolam ditemani secangkir cappuccino. Lampu-lampu taman memantulkan cahaya ke permukaan air. Sementara itu beberapa tamu masih menikmati percakapan santai di beberapa meja.
Ketika kembali ke kamar di Riverside Suite lantai 4, sebuah kotak kecil berisi sepasang cookies sudah tersedia. Di sampingnya terdapat kutipan puisi dalam Bahasa Inggris klasik Sleep Sweet karya Ellen Maria Huntington Gates. "Tidurlah dengan manis dalam ruang yang tenang ini."
Kalimat sederhana itu menjadi penutup hari yang panjang.
Minggu Pagi di Kota Tua
![Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua]()
Selain beberapa patung, sekeliling kolam renang House of Tugu berhias relief yang kaya nilai seni dan budaya.
Keesokan paginya, kolam renang menjadi tujuan pertama. Airnya terasa dingin dan segar. Kedalamannya hampir mencapai dua meter. Tumbuhan asli merambat pada tembok-tembok bangunan tua yang mengelilingi area tersebut.
Di salah satu sisi tersedia bathtub terbuka berisi air hangat. Beberapa kursi santai menghadap kolam. Area ini menjadi tempat favorit tamu untuk beristirahat setelah berenang. Kolam dapat digunakan hingga pukul 21.00 WIB. "Area ini memang dibuat lebih privat," ujar Amanda.
Tak jauh dari kolam terdapat ruang bilas. Di belakangnya berdiri bagian-bagian lama bangunan yang masih mempertahankan karakter aslinya. Pemandangan tersebut memperkuat kesan bahwa kawasan ini bukan hotel yang dibangun dari nol, melainkan ruang sejarah yang dihidupkan kembali.
Setelah berenang, perjalanan berlanjut menuju Babah Koffie. Secangkir Kawisari Coffee World Blend menemani Minggu pagi yang cerah di teras luar. Beberapa pelari, pesepeda dan pengendara motor besar singgah untuk beristirahat setelah aktivitas pagi mereka.
Amanda menjelaskan, di kafe ini tersedia beberapa pilihan kopi. Mulai 100 persen arabika Kawisari, 100 persen robusta Kawisari, hingga premium blend. Selain kopi panas tersedia pula kopi dingin, smoothie, dan berbagai jenis jus.
Sarapan yang Menggabungkan Nusantara dan Dunia
![Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua]()
Babah Koffie menjadi lokasi utama sarapan tamu hotel.
Babah Koffie juga menjadi lokasi sarapan utama bagi tamu hotel. Di meja sudah tersedia daun bertuliskan ucapan selamat pagi lengkap dengan nama tamu. Sentuhan personal seperti ini muncul sejak kedatangan hingga waktu pulang.
Pilihan sarapan yang tersedia sangat panjang. Menu Nusantara mencakup pecel pincuk, nasi uduk, bubur ayam, tahu telur, nasi goreng, cwie mie Malang, mi kocok Malang, nasi ayam Hainan, hingga kwetiau goreng pangsit raksasa. Di sisi lain tersedia berbagai hidangan internasional. Mulai avocado toast, shakshuka, eggs benedict, smoked salmon creamy scrambled eggs, hingga Indian spiced scrambled tofu.
"Kami ingin tamu bisa mencicipi banyak budaya dalam satu tempat," kata Amanda.
Pilihan kue tradisional juga nyaris memenuhi satu meja. Onde-onde warna-warni, klepon, carabikang, putri mandi, lemper ayam, semar mendem, lapis merah putih, nona manis, kue mangkok, hingga cenil dan lupis tersaji bergantian. Ada pula pilihan brunch seperti butter croissant, raisin Danish, Kawisari coffee muffin, fluffy buttermilk pancakes, hingga pain perdu bergaya Prancis.
Kereta Tua, Blue Moon Hall dan Museum yang Akan Dibuka
Ketika kembali ke kamar di Riverside Suite lantai 4, sebuah kotak kecil berisi sepasang cookies sudah tersedia. Di sampingnya terdapat kutipan puisi dalam Bahasa Inggris klasik Sleep Sweet karya Ellen Maria Huntington Gates. "Tidurlah dengan manis dalam ruang yang tenang ini."
Kalimat sederhana itu menjadi penutup hari yang panjang.
Minggu Pagi di Kota Tua
.jpg)
Selain beberapa patung, sekeliling kolam renang House of Tugu berhias relief yang kaya nilai seni dan budaya.
Keesokan paginya, kolam renang menjadi tujuan pertama. Airnya terasa dingin dan segar. Kedalamannya hampir mencapai dua meter. Tumbuhan asli merambat pada tembok-tembok bangunan tua yang mengelilingi area tersebut.
Di salah satu sisi tersedia bathtub terbuka berisi air hangat. Beberapa kursi santai menghadap kolam. Area ini menjadi tempat favorit tamu untuk beristirahat setelah berenang. Kolam dapat digunakan hingga pukul 21.00 WIB. "Area ini memang dibuat lebih privat," ujar Amanda.
Tak jauh dari kolam terdapat ruang bilas. Di belakangnya berdiri bagian-bagian lama bangunan yang masih mempertahankan karakter aslinya. Pemandangan tersebut memperkuat kesan bahwa kawasan ini bukan hotel yang dibangun dari nol, melainkan ruang sejarah yang dihidupkan kembali.
Setelah berenang, perjalanan berlanjut menuju Babah Koffie. Secangkir Kawisari Coffee World Blend menemani Minggu pagi yang cerah di teras luar. Beberapa pelari, pesepeda dan pengendara motor besar singgah untuk beristirahat setelah aktivitas pagi mereka.
Amanda menjelaskan, di kafe ini tersedia beberapa pilihan kopi. Mulai 100 persen arabika Kawisari, 100 persen robusta Kawisari, hingga premium blend. Selain kopi panas tersedia pula kopi dingin, smoothie, dan berbagai jenis jus.
Sarapan yang Menggabungkan Nusantara dan Dunia

Babah Koffie menjadi lokasi utama sarapan tamu hotel.
Babah Koffie juga menjadi lokasi sarapan utama bagi tamu hotel. Di meja sudah tersedia daun bertuliskan ucapan selamat pagi lengkap dengan nama tamu. Sentuhan personal seperti ini muncul sejak kedatangan hingga waktu pulang.
Pilihan sarapan yang tersedia sangat panjang. Menu Nusantara mencakup pecel pincuk, nasi uduk, bubur ayam, tahu telur, nasi goreng, cwie mie Malang, mi kocok Malang, nasi ayam Hainan, hingga kwetiau goreng pangsit raksasa. Di sisi lain tersedia berbagai hidangan internasional. Mulai avocado toast, shakshuka, eggs benedict, smoked salmon creamy scrambled eggs, hingga Indian spiced scrambled tofu.
"Kami ingin tamu bisa mencicipi banyak budaya dalam satu tempat," kata Amanda.
Pilihan kue tradisional juga nyaris memenuhi satu meja. Onde-onde warna-warni, klepon, carabikang, putri mandi, lemper ayam, semar mendem, lapis merah putih, nona manis, kue mangkok, hingga cenil dan lupis tersaji bergantian. Ada pula pilihan brunch seperti butter croissant, raisin Danish, Kawisari coffee muffin, fluffy buttermilk pancakes, hingga pain perdu bergaya Prancis.
Kereta Tua, Blue Moon Hall dan Museum yang Akan Dibuka
Lihat Juga :