Sering Dikira Daki, Bercak Hitam di Leher Bisa Jadi Tanda Resistensi Insulin
Senin, 13 Juli 2026 - 16:35 WIB
loading...
Bercak hitam di leher bisa menjadi salah satu tanda resistensi insulin. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pernahkah kamu melihat seseorang dengan bercak hitam di belakang leher? Sebagian besar menganggap kondisi tersebut hanyalah penumpukan daki atau kotoran akibat kurang menjaga kebersihan tubuh.
Alhasil, berbagai cara dilakukan mulai dari menggosoknya dengan sabun secara keras hingga menggunakan lulur dan scrub, meski seringkali berakhir dengan iritasi kulit tanpa membuahkan hasil.
Namun, dalam dunia medis, kondisi visual tersebut bukanlah disebabkan oleh kebersihan yang buruk. Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata dalam unggahan di akun Threads miliknya mengungkapkan bahwa bercak hitam dan tebal di leher belakang bisa menjadi indikator klinis penting bahwa tubuh seseorang sudah mulai mengalami resistensi insulin .
Baca Juga : Apakah Anak Penderita Diabetes Tipe 1 Harus Suntik Insulin Seumur Hidup?
“Tau gak kalo bercak item tebal di leher belakang itu bisa jadi tanda kita udah mulai resistensi insulin? Banyak yang kira bercak item di leher itu daki membandel. Udah coba digosok sabun, dilulur, bahkan di-scrub sampai perih, tapi tetap gak ilang," tulis dr. Adam, dikutip Senin (12/7/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut secara medis merupakan penebalan dan penggelapan kulit pada area lipatan ini disebut sebagai Acanthosis Nigricans.
Masalah ini paling sering ditemukan pada area leher belakang, ketiak, hingga lipatan paha. Munculnya gejala visual ini erat kaitannya dengan mekanisme kompensasi organ pankreas saat merespons penurunan sensitivitas sel terhadap hormon insulin.
Baca Juga : Berapa Lama Insulin Bekerja saat Diabetes Tipe 2 Menyerang?
“Namanya adalah achantosis nigricans. Mekanismenya adalah waktu sel tubuh mulai kurang sensitif sama insulin (resistensi insulin) maka pankreas akan kompensasi dengan pompa insulin lebih banyak,” jelas dia.
dr. Adam menuturkan secara rinci bagaimana gangguan metabolisme di dalam tubuh akhirnya bermanifestasi pada perubahan struktur dan warna kulit eksternal seseorang.
“Kadar insulin yang tinggi ini akan nempel ke reseptor IGF-1 di sel kulit, tepatnya keratinosit dan fibroblas, dan memicu proliferasi berlebihan. Hasilnya kulit akan menebal, berlipat, dan hitam,” pungkas dr. Adam.
Alhasil, berbagai cara dilakukan mulai dari menggosoknya dengan sabun secara keras hingga menggunakan lulur dan scrub, meski seringkali berakhir dengan iritasi kulit tanpa membuahkan hasil.
Namun, dalam dunia medis, kondisi visual tersebut bukanlah disebabkan oleh kebersihan yang buruk. Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata dalam unggahan di akun Threads miliknya mengungkapkan bahwa bercak hitam dan tebal di leher belakang bisa menjadi indikator klinis penting bahwa tubuh seseorang sudah mulai mengalami resistensi insulin .
Baca Juga : Apakah Anak Penderita Diabetes Tipe 1 Harus Suntik Insulin Seumur Hidup?
“Tau gak kalo bercak item tebal di leher belakang itu bisa jadi tanda kita udah mulai resistensi insulin? Banyak yang kira bercak item di leher itu daki membandel. Udah coba digosok sabun, dilulur, bahkan di-scrub sampai perih, tapi tetap gak ilang," tulis dr. Adam, dikutip Senin (12/7/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut secara medis merupakan penebalan dan penggelapan kulit pada area lipatan ini disebut sebagai Acanthosis Nigricans.
Masalah ini paling sering ditemukan pada area leher belakang, ketiak, hingga lipatan paha. Munculnya gejala visual ini erat kaitannya dengan mekanisme kompensasi organ pankreas saat merespons penurunan sensitivitas sel terhadap hormon insulin.
Baca Juga : Berapa Lama Insulin Bekerja saat Diabetes Tipe 2 Menyerang?
“Namanya adalah achantosis nigricans. Mekanismenya adalah waktu sel tubuh mulai kurang sensitif sama insulin (resistensi insulin) maka pankreas akan kompensasi dengan pompa insulin lebih banyak,” jelas dia.
dr. Adam menuturkan secara rinci bagaimana gangguan metabolisme di dalam tubuh akhirnya bermanifestasi pada perubahan struktur dan warna kulit eksternal seseorang.
“Kadar insulin yang tinggi ini akan nempel ke reseptor IGF-1 di sel kulit, tepatnya keratinosit dan fibroblas, dan memicu proliferasi berlebihan. Hasilnya kulit akan menebal, berlipat, dan hitam,” pungkas dr. Adam.
(wur)
Lihat Juga :